Hipertensi Sekunder dan Hipertensi Primer, Apa Bedanya?

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Hipertensi Sekunder dan Hipertensi Primer, Apa Bedanya?

Halodoc, Jakarta - Ketika berobat ke dokter, biasanya kamu menjalani prosedur pemeriksaan tekanan darah. Tidak sembarangan, pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui apakah kamu memiliki tekanan darah rendah atau tinggi, karena biasanya apa yang kamu keluhkan berkaitan dengan tekanan darahmu. Seperti halnya hipertensi yang erat dikaitkan dengan penyakit dewasa dan lansia, sekarang remaja dan dewasa muda bisa mengidapnya. 

Terjadinya tekanan darah tinggi bisa disebabkan karena banyak hal, sebagian besar berkaitan dengan pola hidup dan kebiasaan yang tidak sehat. Jika kamu ingin tahu apa saja gejalanya, tanyakan saja langsung pada dokter melalui fitur Tanya Dokter di aplikasi Halodoc. Nah, berdasarkan penyebabnya, hipertensi dibagi menjadi dua, yaitu hipertensi primer dan hipertensi sekunder. Apa sih beda keduanya?

Baca juga: 7 Tanda Darah Tinggi yang Harus Diketahui

Kenali Tentang Hipertensi Primer

Disebut juga hipertensi esensial, tekanan darah tinggi primer terjadi tanpa penyebab yang pasti. Faktanya, lebih dari 90 persen kasus tekanan darah tinggi yang dialami seseorang termasuk dalam kategori primer atau tidak tahu penyebabnya. Meski demikian, ada beberapa faktor yang meningkatkan risiko terjadinya hipertensi primer pada seseorang, yaitu:

  • Genetik, dikenal juga dengan faktor keturunan. Ya, hipertensi bisa terjadi karena riwayat kesehatan keluarga. Jadi, apabila orangtua atau keluarga kamu mengidap hipertensi, kamu juga berisiko mengalaminya. 

  • Obesitas, yang terjadi karena pola makan dan pola hidup yang tidak sehat. Bahkan, risiko hipertensi pada pengidap obesitas lebih tinggi dua hingga enam kali lipat. 

  • Konsumsi garam berlebihan, yang didapat dari konsumsi makanan cepat saji. Garam membuat volume cairan di dalam tubuh meningkat, dan hal tersebut mengakibatkan tekanan darah turut meningkat untuk mengimbanginya. 

  • Kurang asupan kalium, yang berperan untuk menstabilkan kadar garam di dalam tubuh. 

  • Kebiasaan buruk, seperti merokok, stres, konsumsi alkohol berlebihan, dan sering begadang atau mengalami gangguan tidur. 

Baca juga: 5 Tanda Orang yang Berpotensi Terkena Hipertensi

Jika kamu mengidap hipertensi primer, pencegahan yang bisa dilakukan adalah menjauhi pemicu terjadinya kondisi tersebut. Caranya dengan rutin berolahraga atau banyak melakukan aktivitas fisik yang membakar kalori, membiasakan pola hidup sehat dengan tidak merokok, minum alkohol, dan istirahat cukup. Selain itu, jaga asupan makanan yang masuk ke tubuh. Usahakan kurangi konsumsi makanan cepat saji dan olahan yang tinggi garam. 

Hal yang Perlu Diketahui dari Hipertensi Sekunder

Hipertensi sekunder memiliki penyebab yang jelas, yaitu karena kondisi medis tertentu. Salah satu penyakit yang berkaitan erat dengan hipertensi ini adalah penyakit ginjal. Tak heran, karena ginjal memiliki peran penting, yaitu mensekresikan hormon renin yang berfungsi untuk mengontrol tekanan darah.

Glomerulonefritis dan penyakit ginjal polikistik adalah dua di antara sekian banyak gangguan ginjal yang memicu terjadinya hipertensi. Penyakit lainnya seperti gangguan pada kelenjar adrenal yang memiliki peran yang sama dengan ginjal, yaitu mengontrol tekanan darah. Sindrom Cushing dan Pheochromocytoma adalah dua contoh penyakit yang berhubungan dengan kelenjar adrenal. 

Baca juga: 8 Cara Sederhana Turunkan Tekanan Darah

Jika hipertensi primer diatasi dengan mengubah pola hidup dan pola makan yang sehat, hipertensi sekunder diatasi dengan obat-obatan berdasarkan penyebab yang mendasarinya. Namun, bukan berarti kamu melupakan hidup sehat, karena tidak hanya mencegah hipertensi, pola hidup sehat juga melindungi tubuh dari bahaya penyakit lainnya.