• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Hal Ini terjadi pada Otak Ketika Berpuasa

Hal Ini terjadi pada Otak Ketika Berpuasa

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Hal Ini terjadi pada Otak Ketika Berpuasa

Halodoc, Jakarta – Puasa disebut bisa memberi manfaat kesehatan secara keseluruhan, termasuk pada otak. Sebenarnya, apa manfaat yang bisa didapat melalui puasa? Apa saja perubahan yang terjadi pada otak ketika berpuasa? Cari tahu jawabannya di artikel berikut ini!

Ibadah puasa mewajibkan umat Islam untuk menahan lapar dan haus dalam waktu tertentu, yaitu dari mulai terbitnya fajar hingga terbenam matahari. Tentu saja, hal tersebut akan memberikan dampak dan perubahan pada kondisi tubuh. Pada otak, puasa disebut bisa mengubah dan memengaruhi aktivitas serta pasltisitas otak.

Baca juga: Ketahui Manfaat Puasa untuk Kesehatan Otak

Manfaat Sehat Ibada Puasa

Puasa disebut bisa memberi manfaat sehat untuk tubuh, termasuk untuk otak. Katanya, orang yang memiliki faktor risiko mengalami gangguan neurodegeneratif seperti penyakit Alzheimer’s atau penyakit Parkinson. Selain itu, ada sederet manfaat lain yang bisa didapatkan dari ibadah puasa, baik bagi otak maupun organ tubuh lainnya.

Puasa disebut dapat mengubah aktivitas otak dan memengaruhi plastisitas otak, mulai dari proses pembelajaran dan pengalaman baru, membentuk interaksi dan jaringan baru pada hubungan sel-sel saraf otak, hingga merehabilitasi sel-sel yang rusak atau mati. Berpuasa juga bisa memengaruhi fungsional otak alias fungsi otak secara keseluruhan.

Saat sedang berpuasa, asupan kalori yang masuk ke dalam tubuh juga akan dibatasi. Nah, hal itu juga diyakini bisa memicu perubahan pada otak, yaitu bisa meningkatkan pembentukan jalur sel otak baru dan merangsang pertumbuhan sel otak. Tak berhenti di situ, berpuasa pun dapat mengurangi risiko seseorang mengalami penyakit yang berkaitan dengan penurunan saraf akibat penuaan.

Berpuasa juga akan berdampak dengan perubahan sistem metabolisme pada tubuh. Nyatanya, perkembangan yang terjadi pada jaringan otak dipengaruhi oleh beberapa faktor, mulai dari faktor lingkungan hingga makanan yang dikonsumsi. Berpuasa selama satu bulan penuh ternyata juga bisa sangat memengaruhi proses pembaruan jaringan otak.

Baca juga: Mau Tahu Jenis Olahraga Terbaik Untuk Otak? Ini Penjelasannya

Selain bermanfaat bagi otak, berpuasa juga bisa memberi dampak yang positif bagi kesehatan jantung. Puasa dapat mengurangi risiko seseorang mengalami stroke dan penyakit jantung koroner. Puasa juga berperan dalam mendetoksifikasi tubuh dan mengurangi tingkat radikal bebas yang bersirkulasi dalam darah.

Manfaat puasa lainnya adalah bisa menjaga berat badan tetap seimbang. Bahkan, jika dilakukan dengan benar, berpuasa bisa membantu seseorang dalam menurunkan bobot tubuh. Penurunan berat badan akan berdampak pada menurunnya risiko kolesterol tinggi, obesitas, hingga diabetes. Dengan kata lain, puasa bisa membantu menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh.

Jika menginginkan penurunan berat badan selama berpuasa, tentu ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, misalnya, tidak menjadikan puasa sebagai alasan untuk bermalas-malasan. Selain itu, selama berpuasa pun tetap harus aktif berolahraga dan tidak melampiaskan nafsu makan pada waktu berbuka puasa. Bukannya menurunkan berat badan, kebiasaan ini malah bisa menyebabkan berat badan kembali naik, atau bahkan mengalami peningkatan dari sebelumnya.

Baca juga: Waspada, Ini Gejala Pikun Dini yang Sering Tidak Disadari

Hal lain yang perlu dipersiapkan agar tetap semangat selama puasa adalah mengonsumsi vitamin tambahan. Biar lebih, mudah beli vitamin dan produk kesehatan lain di aplikasi Halodoc. Dengan layanan antar, pesanan akan dikirim ke rumah dalam waktu satu jam. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play!


Referensi
Huffpost. Diakses pada 2021. How Fasting Allows The Brain To Recharge Itself.
Brain Facts. Diakses pada 2021. How Does Fasting Affect the Brain?
Diabetes.co.uk. Diakses pada 2021. NEWSFasting changes brain chemistry to improve memory and learning, research suggests.
WebMD. Diakses pada 2021. Is Fasting Healthy?