• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Gejala Mirip, Ini Perbedaan Maag dan Salmonellosis

Gejala Mirip, Ini Perbedaan Maag dan Salmonellosis

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Gejala Mirip, Ini Perbedaan Maag dan Salmonellosis

Halodoc, Jakarta - Sakit maag dengan infeksi bakteri Salmonella (salmonellosis) terkadang memiliki gejala yang begitu mirip. Keduanya bisa menimbulkan rasa nyeri dan tidak nyaman di perut, membuat maag dan salmonellosis kerap dikira sama. Padahal, keduanya merupakan penyakit yang berbeda. Jika dicermati, ada beberapa perbedaan, tak hanya soal gejala, tetapi juga penyebab dan cara penanganannya. Sakit maag atau dispepsia merupakan penyakit dengan gejala berupa nyeri dan panas pada lambung. Kondisi tersebut dapat terjadi akibat berbagai hal, yaitu luka terbuka pada lambung (tukak), infeksi bakteri H. pylori, efek samping obat antiinflamasi non-steroid (OAINS), dan stres. Sementara itu, salmonellosis merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Salmonella pada saluran usus.

Mau tahu lebih jauh mengenai perbedaan sakit maag dengan salmonellosis? Berikut ulasan selengkapnya

Baca juga: Ini Bedanya Sakit Maag dengan Tukak Lambung

Gejala Maag VS Salmonellosis

Umumnya, gejala sakit maag bersifat ringan dan dapat sembuh dengan sendirinya dengan perawatan rumahan. Namun, segera temui dokter jika gejala sakit maag terjadi terus-menerus, atau disertai gejala seperti:

  • Muntah.
  • Sulit menelan.
  • Nyeri ulu hati.
  • Berat badan turun tanpa sebab yang jelas.

Sementara itu, gejala yang bisa timbul ketika terkena salmonellosis, yaitu:

  • Diare.
  • Mual dan muntah.
  • Demam dan menggigil.
  • Kram perut.
  • Sakit kepala.
  • Terdapat darah dalam feses.

Waspada, jangan main-main dengan salmonellosis. Infeksi bakteri ini bisa menyebabkan peradangan di saluran pencernaan usus besar dan kecil. Dampaknya, akan bisa terjadi sekitar 7 hingga 36 jam setelah mengonsumsinya. Orang yang mengalami infeksi bakteri ini bisa mengalami gejala-gejala di atas. 

Penyebab Maag VS Salmonellosis

Sakit maag dapat disebabkan oleh berbagai hal, seperti:

  • Kebiasaan makan terlalu banyak dan cepat.
  • Terlalu banyak mengonsumsi makanan pedas dan berlemak.
  • Luka pada lambung (tukak lambung).
  • Peradangan pada pankreas.
  • Tersumbatnya usus.
  • Infeksi bakteri H. pylori
  • Efek samping obat antiinflamasi non-steroid (OAINS).
  • Stres.

Baca juga: Hal-Hal Ini Bisa Terjadi pada Pengidap Maag Kronis

Sementara itu, penyebab terjadinya salmonellosis lebih spesifik, yaitu infeksi bakteri Salmonella. Bakteri ini dapat masuk ke tubuh melalui makanan atau minuman yang telah terkontaminasi. Selain itu, bakteri Salmonella juga dapat ditularkan dari satu orang ke orang lainnya yang terinfeksi salmonellosis.

Terdapat beberapa makanan yang perlu diwaspadai. Umumnya bakteri salmonella masuk ke dalam tubuh melalui konsumsi telur setengah matang.

Namun, daging ayam dan ikan juga disukai bakteri Salmonella karena kandungan airnya yang cukup tinggi. Kondisi ini memudahkan bakteri untuk berkembang biak dan hidup di dalamnya. 

Beberapa faktor lainnya yang meningkatkan risiko seseorang terkena salmonellosis adalah:

  • Usia. Kelompok usia yang rentan terinfeksi bakteri Salmonella adalah bayi, balita, dan lansia di atas 65 tahun.
  • Sistem kekebalan tubuh yang lemah, seperti pengidap HIV/AIDS, pasien transplantasi organ, dan orang yang sedang menerima pengobatan kemoterapi dan radiasi.
  • Memiliki riwayat penyakit peradangan usus. Sel-sel selaput lendir pada usus yang telah mengalami kerusakan sebelumnya lebih rentan terinfeksi bakteri Salmonella.
  • Penggunaan obat antasida. Obat ini dapat menyebabkan penurunan pH dalam lambung, sehingga bakteri Salmonella dapat bertahan hidup dan menginfeksi usus.
  • Penggunaan antibiotik minum tanpa indikasi yang tepat. Mengonsumsi antibiotik tanpa anjuran dokter dapat menurunkan jumlah bakteri baik dalam usus, sehingga Salmonella dengan mudah menginfeksi.

Pencegahan Maag VS Salmonella

Sakit maag dapat dicegah dengan menghindari hal-hal yang dapat menyebabkannya. Beberapa cara yang dapat dilakukan agar bisa terhindar dari penyakit ini adalah:

  • Makanlah secara perlahan, dalam porsi yang kecil.
  • Kurangi konsumsi makanan pedas dan berlemak.
  • Batasi minuman berkafein.
  • Hindari obat-obatan yang dapat menyebabkan nyeri lambung.

Baca juga: Makanan yang Harus Dihindari Pengidap Maag

Sementara itu, untuk mencegah salmonellosis, beberapa upaya yang dapat dilakukan, yaitu:

  • Mencuci bahan-bahan makanan dan peralatan makan dengan bersih, dan menggunakan air mengalir.
  • Memasak air dan makanan yang dikonsumsi hingga benar-benar matang.
  • Biasakan diri untuk selalu mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir. Sebaiknya, selalu rutin mencuci tangan setelah berkontak dengan hewan, sebelum dan setelah makan, sebelum mengolah atau memegang makanan, serta setelah menggunakan toilet.

Nah, itulah perbedaan antara sakit maag dan salmonellosis. Ingat, salmonellosis yang tak diatasi bisa menyebabkan diare, bahkan dalam tingkat yang parah. Kondisi ini yang dapat berujung pada dehidrasi, apalagi bila cairan tubuh yang terbuang tak segera diganti.

Oleh sebab itu, bila kamu atau terdapat anggota keluarga yang mengalami salmonellosis segeralah memeriksakan diri ke rumah sakit pilihan. Sebelumnya, buat janji dengan dokter di aplikasi Halodoc sehingga tidak perlu mengantre sesampainya di rumah sakit. Praktis, kan?



Referensi:
WebMD. Diakses pada 2021. Indigestion.
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Salmonella infection.
Government of South Australia - SA Health. Diakses 2021. Salmonella Infection - Including Symptoms, Treatment and Prevention