Perlu Tahu, Ini Gejala Pneumonia pada Ibu Hamil

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Perlu Tahu, Ini Gejala Pneumonia pada Ibu Hamil

Halodoc, Jakarta - Ketika hamil, imunitas tubuh ibu akan mengalami penurunan. Ini artinya, ibu akan lebih rentan terserang penyakit dan menjadi tugas utama ibu untuk menjaga kesehatan tubuh sebaik mungkin. Tidak hanya itu, ibu pun harus memastikan bahwa kesehatan janin di dalam kandungan berada dalam kondisi yang baik. Pasalnya, ada beberapa penyakit yang terbilang serius dan turut membahayakan janin. 

Salah satunya adalah pneumonia, infeksi yang menyerang paru, sehingga terjadi peradangan pada salah satu atau kedua paru-paru. Sesak napas menjadi gejala utama yang sering dikeluhkan ibu hamil yang mengalami kondisi ini. Sayangnya, tidak sedikit pula ibu hamil yang menyepelekannya karena sesak napas juga bisa mengindikasikan hal yang wajar terjadi ketika hamil.

Kenali Gejala Pneumonia pada Ibu Hamil

Pneumonia sendiri bisa terjadi akibat dari infeksi kuman yang ditularkan melalui batuk dan cairan dahak yang keluar dari pengidap. Ibu hamil yang memiliki kebiasaan buruk merokok, memiliki imunitas tubuh yang lemah, mengidap asma, anemia, ataupun masalah kesehatan kronis lainnya akan lebih berisiko terserang pneumonia. 

Baca juga: Ibu Hamil, Wajib Pahami Fakta dan Penyebab Kelahiran Prematur

Selain sesak napas, ibu hamil yang mengidap pneumonia juga akan merasakan adanya beberapa gejala, termasuk batuk, sakit kepala, tubuh yang merasa kelelahan, demam tinggi, nyeri pada bagian dada, muntah, dan berkeringat berlebihan. Jika ibu mengalami salah satu dari gejala tadi, segera periksakan kesehatan ke dokter. Buat janji dengan dokter ahli di rumah sakit terdekat agar ibu segera mendapatkan penanganan. Ibu bisa menggunakan aplikasi Halodoc agar membuat janji menjadi lebih mudah. 

Pasalnya, pneumonia yang tidak tertangani akan mengakibatkan terjadinya komplikasi yang terbilang serius bagi janin. Komplikasi ini termasuk bayi akan lahir prematur, memiliki berat badan rendah, dan keguguran jika pneumonia yang terjadi sudah terbilang sangat serius. Untungnya, batuk yang ibu alami tidak akan berpengaruh pada janin, karena plasenta berperan dengan baik untuk melindungi janin. 

Baca juga: Mitos atau Fakta, Pengidap Pneumonia Bisa Terkena Empiema

Agar mendapatkan diagnosis yang tepat, ibu hamil perlu melakukan berbagai pemeriksaan penunjang. Ini termasuk pemeriksaan laboratorium dengan pengambilan sampel dahak, rontgen paru, dan pemeriksaan darah. Selanjutnya, ibu akan mendapatkan penanganan yang sesuai dengan hasil diagnosis dokter. Tidak lupa, ibu hamil yang mengalami pneumonia perlu banyak istirahat dan mencukupi asupan kebutuhan cairan agar kehamilan tetap sehat.

Kenali Pencegahan Pneumonia

Meningkatkan imunitas tubuh menjadi cara terbaik untuk menjaga kehamilan agar tetap sehat. Pun, ini akan membantu ibu hamil terhindar dari berbagai penyakit, termasuk pneumonia. Cara paling mudahnya adalah olahraga rutin. Tidak perlu olahraga berat, sesuaikan saja dengan kemampuan ibu, jangan sampai ibu terlalu lelah. 

Baca juga: Pneumonia Sebabkan Kematian pada Balita, Ini Penjelasannya

Tidak hanya itu, tindakan lain yang bisa dilakukan ibu hamil untuk menghindari pneumonia, termasuk mencuci tangan setelah menggunakan toilet, setelah beraktivitas, dan sebelum makan. Konsumsi makanan bergizi dan jaga pola tidur yang baik, serta hindari begadang. Jika memang diperlukan, ibu bisa menggunakan masker ketika berada di luar rumah atau beraktivitas dengan banyak orang, serta menghindari kontak dengan orang-orang yang sedang sakit. Terakhir, pastikan tubuh ibu sudah kebal dengan melakukan vaksinasi. 

Referensi: 
American Lung Association. Diakses pada 2019. Learn about Pneumonia.
Family Doctor. Diakses pada 2019. Pneumonia.
Healthline. Diakses pada 2019. What Happens When You Develop Pneumonia While Pregnant?