03 November 2018

Gejala Skizofrenia Paranoid yang Perlu Diwaspadai

Gejala Skizofrenia Paranoid yang Perlu Diwaspadai

Halodoc, Jakarta - Pasti kamu pernah mendengar penyakit skizofrenia, meski belum tahu dengan pasti sebenarnya penyakit ini. Skizofrenia adalah kelainan pada otak yang membuat pengidap mengalami perbedaan dalam cara berpikir serta sulit untuk membedakan antara kenyataan dan halusinasi atau gambaran dalam pikiran.

Skizofrenia paranoid menjadi jenis gangguan kesehatan yang paling sering ditemui di masyarakat. Sebenarnya, paranoid menjadi salah satu gejala skizofrenia yang paling umum ditemui pada pengidap. Inilah mengapa banyak pakar kesehatan yang akhirnya tidak memberikan perbedaan antara skizofrenia paranoid dan skizofrenia biasa. Meski begitu, tak sedikit juga pengidap skizofrenia yang ternyata tidak terindikasi mengalami gejala paranoid.

Umumnya, gejala skizofrenia baru dapat terdeteksi ketika pengidap menginjak usia akhir remaja atau memasuki usia awal dewasa. Meski menjadi jenis penyakit yang akan diidap seumur hidup, penggunaan obat tertentu disinyalir mampu mengurangi tingkat keparahan gejalanya, sehingga pengidap bisa tetap beraktivitas seperti biasa.

Gejala Skizofrenia Paranoid

Lalu, apa saja yang menjadi gejala skizofrenia paranoid ini? Berikut beberapa di antaranya yang perlu kamu waspadai:

  • Delusi

Delusi atau waham menjadi gejala skizofrenia yang paling utama. Kondisi ini terjadi apabila pengidap beranggapan bahwa sesuatu yang salah justru adalah benar, dan yang menjadi keyakinannya ini tidak dapat dibantahkan. Waham terbagi lagi menjadi beberapa jenis, yaitu:

  • Waham kejar, adalah kondisi ketika pengidap merasa seperti sedang dikejar oleh seseorang.

  • Waham kebesaran, adalah kondisi ketika pengidap beranggapan bahwa dirinya memiliki kemampuan besar atau posisi yang sungguh penting.

  • Waham kendali, adalah kondisi ketika pengidap merasa seperti sedang dikendalikan oleh sesuatu.

  • Waham rujukan, adalah kondisi ketika pengidap merasa bahwa dirinya memiliki benda penting.

Dari keempat jenis delusi tersebut, delusi jenis kejar adalah tipe yang sering muncul pada pengidap skizofrenia.

  • Halusinasi

Gejala berikutnya adalah terjadinya halusinasi, yaitu keadaan ketika pengidap merasakan sesuatu hal secara nyata, padahal sebenarnya apa yang dirasakan atau dialaminya tidak pernah terjadi. Contoh yang paling umum dari gejala ini adalah munculnya suara dari dalam pikiran, yang bisa jadi menyuruh pengidap untuk melakukan tindakan yang cenderung berbahaya. Selain mendengar suara, halusinasi lain yang sering dialami pengidap adalah dirinya seperti melihat berbagai benda yang sebenarnya tidak ada.

  • Bicara dan Perilaku Kacau (Disorganized Behaviour)

Skizofrenia juga bisa membuat pengidap tidak mampu mengontrol bicara dan perilakunya, sehingga bukan tidak mungkin akan terjadi disorganized behaviour. Kondisi ini menyebabkan pengidap sulit mengontrol emosi, melakukan aktivitas, mengontrol yang diinginkan, hingga berbuat tidak pantas. Hal ini biasanya diikuti dengan terjadinya bicara kacau yang membuat mereka menciptakan kata-kata sendiri atau mengulang pembicaraan.

Penyakit skizofrenia paranoid harus segera mendapatkan penanganan, karena gejala skizofrenia yang tidak ditangani dengan baik justru akan menimbulkan dampak negatif pada pengidap, yaitu munculnya keinginan untuk bunuh diri. Tidak hanya stres atau depresi, skizofrenia ternyata menjadi penyebab tingginya angka kematian pada usia remaja hingga awal dewasa.

Itu adalah informasi tentang gejala skizofrenia paranoid yang perlu diwaspadai. Jika kamu merasa ada yang kurang jelas, bisa bertanya pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Aplikasi ini memiliki layanan Tanya Dokter, Beli Obat dan Vitamin, juga Cek Lab tanpa perlu keluar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga!

 

Baca juga: