Ketahui Gejala yang Muncul saat Kejang Demam

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Ketahui Gejala yang Muncul saat Kejang Demam

Halodoc, Jakarta - Kejang demam adalah kejang yang disebabkan oleh lonjakan suhu tubuh (demam). Kondisi ini berisiko dialami anak-anak yang mengidap infeksi. Ibu tidak perlu khawatir, karena kondisi ini biasanya tidak membahayakan dan tidak menunjukkan masalah kesehatan yang serius. Selama kejang demam, ibu perlu menjaga Si Kecil agar selalu merasa nyaman. 

Baca Juga: Ini Alasan Kejang Demam Lebih Berbahaya

Infeksi virus maupun infeksi yang disebabkan bakteri adalah penyebab umum kejang demam pada anak. Influenza dan virus penyebab roseola yang disertai demam tinggi, paling sering dikaitkan dengan kejang demam. Lantas, apa perbedaan kejang demam dengan demam biasa? Berikut gejala kejang demam yang perlu ibu ketahui.

Seperti Apa Tanda & Gejala Kejang Demam?

Ada dua jenis kejang demam, yaitu kejang demam sederhana dan kejang demam kompleks. Kejang demam sederhana adalah jenis kejang demam yang sering terjadi. Namun, kejang demam sederhana biasanya berakhir dalam beberapa menit. Selama kejang demam sederhana, anak bisa mengalami guncangan, memutar mata, mengerang, tidak sadar, sampai muntah atau buang air kecil. 

Sedangkan kejang demam kompleks bisa berlangsung lebih dari 10 menit yang terjadi lebih dari sekali dalam 24 jam. Tandanya adalah gerakan atau kedutan yang terjadi pada satu bagian atau satu sisi tubuh saja. Jika ibu punya pertanyaan lain seputar kondisi ini, bicarakan kepada dokter Halodoc. Melalui aplikasi kamu bisa menghubungi dokter kapan saja dan di mana saja via Chat, dan Voice/Video Call.

Baca Juga: Kejang Demam pada Anak Bisa Sebabkan Kelumpuhan?

Perawatan Kejang Demam

Kebanyakan kejang demam biasanya berhenti dalam beberapa menit. Jika Si Kecil mengalami kejang demam, tetap tenang dan ikuti langkah-langkah ini:

  • Letakkan Si Kecil di tepi dan di tempat yang tidak akan membuatnya jatuh;

  • Mulai mengatur waktu kejang;

  • Cobalah tetap dekat dan memperhatikan Si Kecil selama periode kejang;

  • Buang benda keras atau tajam yang ada di dekat anak;

  • Kendurkan pakaian yang ketat atau ganti dengan pakaian yang lebih longgar;

  • Jangan menahan anak atau mengganggu gerakan kejangnya;

  • Jangan taruh apapun di mulut anak;

  • Jika Si Kecil mengalami kejang demam yang berlangsung lebih dari lima menit mengalami kejang berulang-ulang, segera bawa ke rumah sakit.

Baca Juga: Lakukan Hal Ini untuk Cegah Kejang Demam

Banyak orangtua khawatir bahwa jika Si Kecil mengalami satu atau lebih kejang demam bisa mengembangkan epilepsi ketika bertambah usia. Epilepsi terjadi ketika seseorang mengalami kejang berulang tanpa demam. Walaupun benar bahwa anak-anak yang memiliki riwayat kejang demam memiliki peningkatan risiko epilepsi, harus ditekankan bahwa risikonya masih kecil. Diperkirakan anak-anak dengan riwayat kejang demam memiliki peluang 1 banding 50 untuk mengembangkan epilepsi di kemudian hari.

Referensi :
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Febrile seizure.
Kids Health. Diakses pada 2019. Febrile Seizures.