Ini Alasan Kejang Demam Lebih Berbahaya

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Ini Alasan Kejang Demam Lebih Berbahaya

Halodoc, Jakarta - Seorang anak yang mengalami suatu kelainan mungkin saja menimbulkan gejala demam. Hal tersebut dapat menyebabkan suhu tubuh meningkat drastis hingga di atas 38 derajat Celsius. Ternyata, demam yang terjadi dapat berkembang lebih parah menjadi kejang demam.

Gangguan tersebut menyebabkan kejang ketika seorang anak mengalami lonjakan suhu tubuh. Umumnya, kejang demam terjadi disebabkan oleh infeksi. Ternyata, kelainan yang disebabkan oleh peningkatan suhu tubuh secara tiba-tiba dapat lebih berbahaya dibanding yang biasa.

Baca juga: Ini Penyebab dan Cara Atasi Kejang Demam pada Anak

Penyebab Kejang Demam Lebih Berbahaya

Kejang demam yang terjadi pasti membuat setiap orangtua yang menyaksikannya akan khawatir apabila suatu yang berbahaya terjadi. Gangguan yang terjadi karena suhu tubuh meningkat di atas normal tersebut turut menimbulkan kejang. Ternyata, kelainan ini umum terjadi pada anak yang normal tanpa mengalami gangguan neurologis.

Seorang anak yang mengalami kejang demam, tubuhnya akan menjadi kaku atau kelojotan selama beberapa menit. Pengidapnya mungkin tidak sadar akan hal tersebut dan kembali menjadi normal setelah kejang selesai. Kelainan tersebut dapat terjadi kurang lebih sekitar 5 menit.

Kamu harus lebih tanggap untuk mengambil langkah penanganan apabila kejang demam yang terjadi menjadi lebih parah. Gangguan tersebut disebut lebih parah ketika terjadi lebih dari 15 menit dan menyerang lebih dari satu kali dalam kurun waktu 24 jam. Selain itu, serangannya dapat fokus pada satu bagian tubuh saja.

Banyak orang yang mengatakan apabila kejang demam dapat menyebabkan pengidapnya lebih berisiko terhadap peningkatan risiko epilepsi dan kematian mendadak yang sulit dijelaskan. Ternyata, kedua hal tersebut mungkin saja terjadi tetapi kemungkinan terjadinya sangat kecil.

Kejang demam yang terjadi pada anak-anak mungkin saja berkembang menjadi epilepsi ketika dirinya sudah tumbuh lebih besar. Hal tersebut dapat menyebabkan kejang berulang tanpa demam. Ibu harus tetap percaya bahwa peningkatan risiko terhadap epilepsi terbilang sangat kecil.

Walau begitu, kemungkinan ini lebih besar ketika seseorang mengidap kejang demam yang parah dan kemungkinannya 1 banding 50 dari semua kasus kejang demam biasa. Jika gangguan yang terjadi terbilang kompleks, peluangnya adalah 1 banding 20. Pada seseorang yang belum pernah mengalami kejang, peluangnya 1 banding 100.

Jika kamu mempunyai pertanyaan terkait kejang demam yang terjadi, dokter dari Halodoc dapat menjawabnya. Kamu hanya perlu download aplikasi Halodoc di smartphone kamu! Selain itu, kamu juga dapat membeli obat tanpa perlu keluar rumah dengan aplikasi tersebut.

Baca juga: Lakukan Hal Ini untuk Cegah Kejang Demam

Pencegahan terhadap Kejang Demam

Gangguan yang menyebabkan kejang ketika suhu tubuh meningkat drastis umumnya terjadi beberapa jam awal saat demam terjadi. Terdapat beberapa cara yang dapat kamu lakukan untuk mencegah terjadinya gangguan tersebut. Berikut adalah beberapa pencegahan yang dapat dilakukan, yaitu:

  • Memberikan Obat Pencegahan

Salah satu cara mencegah kejang demam adalah dengan memberikan obat, seperti asetaminofen atau ibuprofen pada anak ketika awal demam terjadi. Hal tersebut dapat membuat anak menjadi lebih nyaman, sehingga kejang tidak terjadi.

Walau begitu, kamu harus tetap berhati-hati saat memberikan aspirin ke anak, terutama yang baru sembuh dari cacar air atau gejala yang menyerupai flu. Hal tersebut karena obat tersebut dapat menyebabkan sindrom Reye, kondisi yang dapat menyebabkan kematian pada pengidapnya.

Baca juga: Waspadai Kejang Demam pada Anak

  • Mengonsumsi Obat Pencegahan Resep

Dalam tahap yang jarang, resep obat antikonvulsan dapat digunakan untuk mencegah terjadinya kejang demam. Obat tersebut dapat memiliki efek samping yang serius dan mungkin lebih besar dibandingkan manfaat yang diterima.

Diastat atau midazolam mungkin juga diberikan untuk mengatasi terjadinya kejang pada anak-anak yang rawan terhadap kejang demam yang lama. Obat ini umumnya digunakan untuk mengobati kejang yang terjadi lebih dari lima menit atau lebih sekali dalam 24 jam.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Febrile seizure
NHS. Diakses pada 2019. Febrile seizures