02 December 2018

Gendang Telinga Pecah, Bahaya atau Tidak?

gendang telinga pecah, bahaya atau tidak?

Halodoc, Jakarta – Telinga adalah organ tubuh yang memiliki fungsi cukup penting dalam kehidupan sehari-hari. Kesehatan telinga terkadang tidak terlalu diperhatikan padahal bagian-bagian dalam telinga juga memerlukan pengecekan setiap saat agar terhindar dari penyakit maupun kerusakan yang dapat mengganggu kehidupan sehari-hari.

Salah satu bagian telinga yang cukup penting adalah gendang telinga. Selaput tipis ini dikenal dengan membran timpani yang bergetar jika terkena gelombang suara. Getaran tersebut kemudian dikirim menuju telinga bagian tengah dan dalam yang kemudian diteruskan menuju otak. Itulah proses sampai akhirnya kita bisa mendengarkan suara melalui telinga. Tidak hanya mengantarkan gelombang suara menuju otak, gendang telinga memiliki manfaat untuk melindungi telinga dari benda-benda asing yang hendak masuk telinga bagian dalam.

Tentu, ketika gendang telinga mengalami gangguan berbahaya untuk kesehatan telinga maupun pendengaran kamu. Gangguan pada gendang telinga yang mungkin terjadi adalah pecahnya gendang telinga. Ketika gendang telinga pecah terdapat lubang atau robekan pada selaput tipis membran timpani yang menimbulkan rasa tidak nyaman pada telinga seperti nyeri atau sakit pada telinga. Dampak lain yang lebih parah adalah gangguan pendengaran bahkan kehilangan pendengaran.

Tidak semua orang dapat langsung menyadari bahwa gendang telinganya pecah, biasanya gejala muncul beberapa hari. Setelah merasakan gangguan pada pendengaran, berdengung dan nyeri pada telinga, biasanya disertai dengan keluarnya cairan yang cukup mengganggu dari telinga. Tidak hanya itu, pengidap juga bisa mengalami mual, pusing, dan sakit kepala.

Penyebab Gendang Telinga Pecah

Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan seseorang mengalami gendang telinga pecah, di antaranya adalah:

1. Infeksi

Infeksi pada telinga menyebabkan penumpukan cairan pada telinga. Tentu penumpukan cairan yang tidak segera diatasi dapat membuat tekanan pada gendang telinga. Hal ini yang menyebabkan gendang telinga dapat robek.

2. Dekompresi

Gangguan telinga seperti dekompresi lebih sering dirasakan oleh para penyelam. Hal ini berkaitan dengan perubahan tekanan dari udara menuju dalam air. Kegiatan menyelam dapat menurunkan suhu tubuh secara drastis. Tekanan bawah air dapat meningkat tajam karena jaringan tubuh yang lebih banyak mengikat nitrogen. Sehingga dalam kegiatan penyelaman juga memerlukan adaptasi agar tidak berdampak buruk pada gendang telinga.

3. Cedera

Ketika kamu mengalami kecelakaan atau cedera, hal ini bisa membuat kerusakan pada gendang telinga, baik akibat benturan keras maupun kecelakaan.

4. Suara Keras

Suara yang terlalu keras dapat membuat kondisi gendang telinga robek atau mengalami gangguan. Kondisi ini dikenal dengan istilah acoustic trauma.

Pencegahan Gendang Telinga Pecah

Gendang telinga yang pecah atau robek bisa pulih sendiri, tapi dengan pengobatan dapat mempercepat penyembuhan. Namun untuk kerusakan yang cukup parah pada gendang telinga, tindakan medis diperlukan untuk menghindari komplikasi dari kondisi ini.

Sebaiknya jaga kondisi telinga tetap kering agar menghindari infeksi pada telinga bagian dalam. Kamu juga tidak perlu membersihkan telinga bagian dalam kamu terlalu sering. Cukup bersihkan bagian luar telinga saja untuk menghindari goresan atau cedera pada gendang telinga. Sebaiknya, gunakan penutup telinga jika kamu bekerja di daerah yang mengeluarkan suara bising.

Yuk, tanya dokter melalui aplikasi Halodoc mengenai kesehatan telinga. Download aplikasi Halodoc sekarang juga melalui App Store atau Google Play!

Baca juga: