22 December 2018

Gondok Bisa Sebabkan Mata Bengkak, Benarkah?

gondok bisa sebabkan mata bengkak benarkah

Halodoc, Jakarta – Gondok lebih sering dikenal sebagai penyakit yang menyebabkan munculnya benjolan besar di tenggorokan akibat kelenjar tiroid yang membengkak. Tapi, selain benjolan di leher, ternyata pengidap gondok juga bisa mengalami mata bengkak lho. Gejala ini terjadi akibat produksi hormon yang berlebihan yang merupakan pertanda dari penyakit Graves. Seperti apa penyakit ini? Yuk, cari tahu lebih lanjut tentang penyakit Graves yang bisa sebabkan gondok hingga mata bengkak di sini.

Mengenal Penyakit Graves

Salah satu kondisi yang bisa memicu terjadinya penyakit gondok adalah hipertiroidisme. Dalam kasus hipertiroidisme, kelenjar tiroid bekerja secara berlebihan, sehingga memicu pembengkakan kelenjar tiroid. Nah, kebanyakan kondisi hipertiroidisme disebabkan oleh penyakit Graves. Penyakit ini merupakan penyakit autoimun di mana sistem kekebalan tubuh bukannya melawan sel asing penyebab penyakit, tapi malah berbalik menyerang jaringan sehat. Penyakit Graves terjadi karena sistem kekebalan tubuh menyerang kelenjar tiroid yang berada tepat di bawah jakun, sehingga menyebabkan leher bengkak yang merupakan gejala gondok. Itulah mengapa pengidap gondok juga berisiko terkena penyakit Graves. Selain menyerang kelenjar tiroid, kondisi autoimun penyakit Graves juga bisa menyerang otot dan jaringan lemak di sekitar mata, sehingga menyebabkan mata bengkak.

Tanda-tanda Gondok Sudah Menyerang Mata

Serangan sistem kekebalan tubuh bisa menyebabkan peradangan dan meningkatkan tekanan pada bola mata. Pada beberapa pengidap, kondisi ini bisa sampai menekan saraf mata. Akibatnya, fungsi otot-otot penggerak mata yang disebut otot ekstraokular juga akan ikut melemah.

Gondok yang disebabkan oleh penyakit Graves sebenarnya bisa menimbulkan gejala yang berbeda-beda pada tiap pengidap, tergantung dari tingkat keparahannya. Berikut urutan gejala gondok dari tingkat yang paling ringan sampai yang terparah:

  • Kelopak mata bengkak.
  • Kelopak mata tertarik ke belakang (retraksi kelopak), bisa disertai penonjolan bola mata maupun tidak. Pergerakan bola mata sedikit terganggu.
  • Pergerakan bola mata terganggu, sehingga menyebabkan penglihatan ganda. Bola mata juga terlihat sangat menonjol.
  • Kehilangan penglihatan akibat luka infeksi di korena dan tekanan saraf mata.

Cara Mendiagnosis Penyakit Graves

Setidaknya ada tiga pemeriksaan yang bisa kamu lakukan untuk memastikan adanya penyakit Graves di balik gondok dan mata bengkak yang kamu alami:

1. Tes Mata

Pemeriksaan ini bertujuan untuk mendeteksi kelainan mata, misalnya seperti retraksi kelopak, penonjolan bola mata, gangguan pergerakan bola mata, dan ulkus pada kornea.

2. Pemeriksaan Hormon Tiroid

Pemeriksaan ini untuk mengetahui kinerja kelenjar hormon tiroid dalam tubuh pengidap. Bila hasil tes menunjukkan hipertiroidisme, maka bisa dipastikan itu adalah penyakit Graves. Tapi bila pengidap mengalami hipotiroidisme, maka biasanya hal itu disebabkan oleh penyakit Hashimoto.  

3. Pemeriksaan Pencitraan

Metode pemeriksaan dengan menggunakan gelombang ultrasound, seperti CT scan atau MRI juga bisa dilakukan untuk mendiagnosis penyakit Graves. CT scan bisa dilakukan pada area mata untuk melihat penebalan otot-otot bola mata, sedangkan MRI berguna untuk mengetahui adanya tekanan pada saraf bola mata.

Pengobatan Mata Bengkak Akibat Penyakit Graves

Tindakan pengobatan mata bengkak akibat penyakit Graves tergantung dari tingkat keparahan penyakit tersebut. Bila penyakit Graves hanya menyebabkan gangguan mata yang ringan, kamu bisa menanganinya dengan sering-sering menggunakan obat tetes mata untuk mencegah mata kering. Sedangkan bila kamu mengalami retraksi mata, salah satu cara untuk mengatasinya adalah dengan suntik botox.   

Tapi bila penyakit Graves yang dialami cukup parah, dokter dapat memberikan methylprednisolone melalui infus satu minggu sekali selama enam minggu. Cara ini terbukti efektif dapat mengurangi tingkat keparahan penyakit.

Pada kasus yang sudah sangat parah, penanganan perlu dilakukan sesegera mungkin, meliputi pemberian kortikosteroid, radioterapi, dan juga dekompresi melalui proses pembedahan.

Bila ada penyakit lain yang ingin kamu ketahui lebih lanjut, tanyakan saja ke ahlinya dengan menggunakan aplikasi Halodoc. Hubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat kapan saja dan di mana saja. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.

Baca juga: