12 December 2018

Ketahui 5 Makanan yang Harus Dihindari Pengidap Penyakit Graves

penyakit graves, kelenjar tiroid, sistem kekebalan tubuh

Halodoc, Jakarta - Pernah mendengar istilah penyakit graves? Kondisi ini merupakan salah satu jenis gangguan pada sistem kekebalan tubuh dan menjadi penyebab umum hipertiroidisme, atau produksi hormon tiroid yang berlebih. Pada pengidap graves, sistem kekebalan tubuh yang seharusnya melindungi tubuh, malah berbalik menyerang kelenjar tiroid. Kondisi ini mengakibatkan kelenjar tiroid menghasilkan hormon dalam jumlah yang melebihi dari batas yang dibutuhkan oleh tubuh.

Hormon tiroid mengatur banyak fungsi tubuh, di antaranya sistem saraf, perkembangan otak, dan suhu tubuh. Meski demikian, kadar hormon tiroid yang terlalu banyak dalam tubuh bisa menimbulkan gangguan serius pada jantung, otot, tulang, siklus menstruasi, mata, kulit, dan masalah kesuburan. Berikut ini sejumlah gejala yang muncul pada seseorang yang mengidap kondisi ini, antara lain:

  • Sering merasa sangat lelah, lemas, dan tidak bertenaga.

  • Konsentrasi menurun atau sulit untuk konsentrasi.

  • Pada laki-laki, dada lebih besar dari biasanya.

  • Adanya masalah pada penglihatan, pandangan tampak kabur atau ganda.

  • Siklus menstruasi tidak teratur.

  • Detak jantung yang lebih cepat.

  • Berat badan menjadi turun drastis, tanpa kehilangan nafsu makan.

  • Adanya penurunan gairah berhubungan intim.

  • Suasana hati yang mudah berubah.

  • Tremor pada tangan atau jari tangan.

  • Pembesaran kelenjar tiroid atau goiter.

  • Mengidap insomnia, atau sulit tidur.

  • Sensitif terhadap udara panas.

Kondisi ini terjadi akibat adanya gangguan pada fungsi sistem kekebalan tubuh. Pada kondisi normal, tubuh menghasilkan antibodi untuk melawan virus atau bakteri yang menyerang tubuh. Pada penyakit graves, sistem kekebalan tubuh justru menghasilkan antibodi TSI (thyroid-stimulating immunoglobulins), yang menyerang sel-sel tiroid yang sehat. Meski begitu, penyakit graves bukanlah penyakit yang menular.

Jika kamu mengidap kondisi ini, berikut ini adalah makanan-makanan yang harus dihindari, yaitu:

  • Produk Susu Maupun Olahan Susu

Penelitian yang telah dilakukan oleh sebagian besar ilmuwan membuktikan bahwa susu dan produk olahannya tidak disarankan bagi pengidap hipertiroid. Pasalnya, dalam susu maupun produk olahan dari susu masih terkandung penisilin yang bisa mengganggu keseimbangan hormon dalam tubuh.

  • Kafein

Kafein yang terkandung dalam minuman kopi atau teh mengandung bahan aktif yang berfungsi sebagai stimulan. Hal ini dapat membuat kinerja kelenjar tiroid semakin meningkat dan mengalami penurunan kondisi kesehatan bagi pengidap kondisi ini.

  • Makanan yang Mengandung Yodium

Yodium merupakan bahan yang mampu meningkatkan kinerja kelenjar tiroid untuk memproduksi hormon tiroksin. Makanan yang mengandung banyak yodium harus dihindari jika kamu terkena gangguan hipertiroid

  • Gorengan

Gorengan mengandung minyak dalam jumlah yang besar. Minyak inilah yang merupakan sumber kolesterol tinggi yang akan menjadi pemicu hipertiroid bagi seseorang. Lemak yang melekat pada camilan yang digoreng juga termasuk lemak tidak sehat dan akan meningkatkan kadar kolesterol jahat dalam darah.

  • Daging Merah

Kandungan lemak jenuh yang tinggi dalam daging merah mengakibatkan gangguan pada keseimbangan hormonal tubuh. Mengganti daging merah dengan ikan akan lebih baik untuk menstabilkan kadar tiroksin. Tidak hanya itu, kelebihan konsumsi daging merah saat kamu mengalami penyakit lain, seperti serangan jantung, diabetes, atau kolesterol, justru akan membuatmu mengalami kesulitan dalam penyembuhan dari kondisi ini.

Masih banyak tips-tips kesehatan lainnya yang bisa kamu akses dengan men-download aplikasi Halodoc. Atau kamu punya masalah mengenai kesehatan kamu? Kamu bisa ngobrol langsung dengan dokter ahli melalui Chat atau Voice/Video Call. Kamu juga bisa langsung membeli obat secara online, dan pesanan kamu akan diantar ke tempatmu dalam waktu satu jam. Yuk, download aplikasinya di Google Play atau App Store!

Baca juga: