• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Hal-Hal yang Dilakukan setelah Imunisasi Difteri

Hal-Hal yang Dilakukan setelah Imunisasi Difteri

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Bayi adalah makhluk yang rentan terserang banyak penyakit. Maka dari itu, setiap bayi yang dilahirkan harus mendapatkan imunisasi sesuai jadwal yang ada agar beberapa penyakit berbahaya dapat dicegah. Hal tersebut dapat memastikan kelangsungan hidupnya di masa depan.

Salah satu penyakit yang harus dicegah karena dapat menyebabkan kematian adalah difteri. Umumnya, bayi berusia 2 bulan harus mendapatkan imunisasi difteri agar dapat mencegah penyakit tersebut untuk menyerang. Lalu, apa yang harus dilakukan setelah mendapat imunisasi tersebut. Berikut pembahasannya!

Baca juga: Perlukah Vaksinasi Difteri Ulang Saat Dewasa?

Hal yang Dapat Dilakukan Setelah Mendapat Imunisasi Difteri

Difteri adalah sebuah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diphtheria yang masuk ke tubuh dan menyebabkan infeksi. Penyakit ini terbilang sangat menular dan memungkinkan seseorang mengalami sesuatu yang fatal. Gangguan ini umumnya memengaruhi hidung dan tenggorokan.

Penyakit yang disebabkan oleh bakteri ini dapat menyebabkan kelainan pernapasan, yang umumnya menyerang faring dan amandel. Walau begitu, dalam kasus yang jarang, jaringan hidung juga mungkin terpengaruh. Dalam tahap yang parah, pseudomembran obstruktif mungkin saja menyerang seseorang yang mengidap difteri.

Maka dari itu, sangat penting untuk setiap bayi yang baru lahir untuk mendapatkan imunisasi difteri. Hal tersebut agar dapat mencegah terjadinya komplikasi yang membahayakan. Berikut adalah beberapa prosedur yang harus ketahui tentang imunisasi difteri dan yang harus dilakukan setelahnya:

Prosedur Imunisasi Difteri dan Sesudahnya

Vaksin yang berguna untuk mencegah terjadinya difteri sangat penting untuk diberikan karena penyakit tersebut dapat menyebabkan komplikasi yang berbahaya. Prosedur dari vaksin tersebut diberikan melalui suntikan ke suatu bagian tubuh yang biasanya di paha. Pada seseorang yang sudah lebih besar, vaksin akan disuntikkan ke lengan atas.

Umumnya, seseorang yang telah mendapatkan suntikan untuk mencegah difteri tersebut dapat mengalami efek samping. Namun, pada beberapa kasus, seseorang yang menerima vaksin mungkin saja mengalami pusing, telinga yang berdenging, serta pingsan. Maka dari itu, disarankan pada orang dewasa untuk beristirahat sementara 15 menit setelahnya.

Tidak lama setelah vaksin diberikan, anak-anak yang menerima imunisasi difteri juga mungkin akan mengalami demam atau pembengkakan pada area yang mendapatkan suntikan. Maka dari itu, dokter akan memberikan obat penurun panas agar suhu tubuhnya dapat kembali normal dengan cepat.

Jika kamu mempunyai pertanyaan perihal yang harus dilakukan setelah imunisasi, tanyakan saja pada dokter di Halodoc. Caranya mudah, kamu hanya perlu download aplikasi Halodoc di smartphone yang kamu gunakan! Selain itu, kamu juga dapat melakukan pemesanan untuk imunisasi anak di beberapa rumah sakit yang bekerjasama dengan Halodoc.

Baca juga: Vaksin DPT Cegah Difteri Bukan Cuma pada Anak-Anak

Penyebab Anak Mengalami Demam Setelah Imunisasi Difteri

Pemberian imunisasi pada bayi adalah suatu cara yang dilakukan agar tubuh dapat melindungi diri dari penyakit tersebut. Dengan diberikannya imunisasi, tubuh akan membentuk pertahanan pada sistem imun agar lebih mudah mengatasi penyakit tersebut ketika masuk ke tubuh. Pasalnya, dalam vaksin tersebut mengandung penyakit tersebut yang sudah dijinakkan. Dengan begitu, tubuh akan memproduksi respons imun seperti saat terserang gangguan tersebut, tetapi dalam skala yang mudah untuk diatasi.

Setelah vaksin diberikan, tubuh anak telah membentuk sistem kekebalan tubuh yang baru. Sebagai efek sampingnya, tubuh akan meningkatkan suhu tubuh atau menyebabkan demam karena tubuh berusaha membunuh penyakit yang masuk dan dapat merugikan tubuh. Walau begitu, tidak semua imunisasi dapat menyebabkan demam.

Baca juga: Ini Waktu yang Tepat Beri Anak Vaksin Difteri

Itulah pembahasan tentang cara imunisasi difteri dilakukan dan hal yang harus dilakukan sesudahnya. Efek demam yang timbul dari suntikan tersebut mungkin dapat terjadi berhari-hari. Maka dari itu, dokter akan memberikan obat penurun panas agar anak ibu tidak rewel terlalu lama dan mengganggu aktivitas.

Referensi:
History of Vaccines. Diakses pada 2019. Diphtheria
WHO. Diakses pada 2019. Diphtheria vaccine