Bukan Cuma Bayi, Orang Dewasa Butuh Imunisasi DPT

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Bukan Cuma Bayi, Orang Dewasa Butuh Imunisasi DPT

Halodoc, Jakarta - Tahukah kamu apabila bukan hanya bayi atau anak-anak yang membutuhkan imunisasi? Orang dewasa wajib mendapatkannya untuk mencegah beberapa penyakit. Salah satu imunisasi yang harus didapatkan oleh orang dewasa adalah DPT. Hal ini mencegah difteri, pertusis atau batuk rejan, dan tetanus.

Salah satu penyakit yang berbahaya dari imunisasi DPT tersebut adalah difteri. Gangguan yang menyerang bagi tenggorokan dan sekitarnya tersebut menyebabkan kematian jika tidak segera ditangani. Maka dari itu, pencegahan dalam bentuk vaksin dapat dilakukan. Berikut ini imunisasi DPT untuk orang dewasa!

 

Baca juga: Ini Waktu yang Tepat Beri Anak Vaksin Difteri

 

Orang Dewasa Juga Harus Mendapatkan Imunisasi DPT

 

Imunisasi DPT berguna untuk mencegah tiga penyakit sekaligus, yaitu difteri, pertusis, serta tetanus. Hal ini dapat mencegah penyakit tersebut dengan cara memasukkan bakteri yang telah dilemahkan ke tubuh. Sehingga, sistem kekebalan sudah menyiapkan penangkalnya ketika virus dari penyakit tersebut menyerang.

Cakupan vaksinasi yang rendah di zaman dahulu menyebabkan seorang dewasa harus mendapatkan imunisasi DPT. Hal tersebut karena belakangan ini difteri sedang marak menyebar di Indonesia. Imunisasi ini juga diberikan pada orang dewasa untuk pencegahan yang lebih lama dan lebih kuat.

 

Pentingnya Imunisasi DPT untuk Dilakukan

 

Imunisasi ini penting dilakukan karena penyakit tersebut dapat menyebabkan komplikasi serius. Pada difteri, seseorang mengalami kelumpuhan, pneumonia, dan gagal paru-paru. Hal ini juga dapat mematikan, terutama pada rentang umur tertentu, seperti anak-anak dan orang yang lebih tua, mungkin saja kehilangan nyawa.

Gangguan difteri berbahaya karena penyebaran virusnya melalui udara ketika seorang pengidapnya batuk atau bersin. Vaksin ini umumnya diberikan pada bayi dengan usia 2 hingga 4 bulan. Seseorang yang dewasa juga direkomendasi untuk memperoleh vaksin Td atau Tdap. Imunisasi DPT ulang harus dilakukan minimal tiap 10 tahun.

Sekarang kamu tahu betapa pentingnya imunisasi tersebut. Jika kamu masih mempunyai pertanyaan, kamu dapat bertanya pada dokter dari Halodoc. Kamu juga bisa melakukan pemeriksaan sekaligus menerima vaksin dengan pemesanan online melalui aplikasi Halodoc. Kamu hanya perlu download aplikasinya untuk mendapat kemudahan tersebut.

 

Baca juga: Alasan Anak Demam Setelah Imunisasi

 

Sudah Mendapat Imunisasi DPT tapi Masih Dapat Terserang

 

Pada beberapa kasus disebutkan apabila orang dewasa dapat mengalami difteri. Hal ini disebabkan karena tidak mendapat imunisasi DPT ketika kecil atau vaksin yang diberikan kurang lengkap. Maka dari itu, penting untuk mengetahui apa diri kamu telah menerima imunisasi tersebut atau belum.

Selain itu, imunisasi tersebut seharusnya diberikan sebanyak tiga kali pada usia 5 tahun, 10-12 tahun, dan 18 tahun. Agar fungsi dari obat ini lebih efektif, kamu lebih baik mendapatkannya tiap 10 tahun sekali. Hal ini mencegah kamu terserang penyakit difteri, pertusis, dan tetanus.

Walau begitu, di Indonesia belum ada program yang diberikan khusus untuk seseorang yang telah dewasa. Maka dari itu, penting untuk memastikan status imunisasi kamu agar pencegahan yang diberikan dapat lengkap. Jika kamu merasa belum mendapatkannya, maka segeralah melakukannya agar mencegah hal yang tidak diinginkan.

 

Baca juga: Vaksin DPT Cegah Difteri Bukan Cuma pada Anak-Anak

 

Selain itu, apabila salah satu orang terdekat kamu terdiagnosis terhadap difteri, maka kamu dapat meminta untuk menerima vaksin ulang. Hal ini agar tubuh kamu menjaga sistem kekebalan tubuhnya untuk tidak tertular dari penyakit-penyakit tersebut.

 

Referensi:
Vaccines.gov .Diakses pada 2019.Diphtheria
WebMD.Diakses pada 2019.Tetanus, Diphtheria, Pertussis Vaccine for Adults