Hal yang Dirasakan ketika Alami Sporotrichosis

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
 sporotrichosis

Halodoc, Jakarta - Suka menanam atau memetik bunga mawar? Hati-hati, pada bagian durinya kerap ada jamur bernama Sporothrix schenckii yang dapat menyebabkan infeksi kulit sporotrichosis. Selain pada duri mawar, jamur penyebab sporotrichosis juga banyak ditemukan pada jerami, spesies lumut sphagnum moss, ranting, dan tanah.

Itulah sebabnya infeksi sporotrichosis lebih umum menyerang orang yang suka berkebun dan orang-orang yang memiliki usaha kembang biak mawar dan lumut, produsen jerami, dan orang-orang yang bekerja mengolah tanah. Lalu, bagaimana gejala yang akan terjadi ketika terinfeksi sporotrichosis? 

Baca Juga: Kenali Gejala Infeksi Kulit Berdasar Jenis yang Dialami

Ketika jamur menginfeksi kulit, infeksi ini dapat memakan waktu harian hingga berbulan-bulan untuk menampakkan gejala. Awalnya, gejala yang muncul adalah bintil kulit bertekstur keras yang dapat berwarna merah muda atau keunguan. Bintil tersebut tidak terasa sakit atau hanya terasa sedikit nyeri ketika ditekan. 

Jika kamu mendapati munculnya bintil tersebut pada kulit, segera konsultasikan dengan dokter, agar penanganan bisa segera dilakukan. Sekarang, diskusi dengan dokter spesialis yang kamu inginkan juga bisa dilakukan di aplikasi Halodoc, lho. Lewat fitur Talk to a Doctor, kamu bisa obrolkan langsung gejalamu melalui Chat atau Voice/Video Call.

Sebab seiring waktu, bintil dapat pecah dan mengeluarkan cairan bening. Jika tidak diobati, bintil ini dapat bersifat kronis dan kambuhan hingga tahunan. Pada hampir kebanyakan kasus, infeksi jamur dapat menyerang kelenjar limpa. Lama kelamaan, akan muncul bintil-bintil dalam formasi barisan yang muncul di tangan atau lengan. 

Baca Juga: Ketahui Bahaya Infeksi Kulit karena Tato

Pada kasus yang amat jarang, infeksi dapat menyerang bagian tubuh lain, seperti tulang, persendian, paru-paru, dan otak. Komplikasi ini lebih rentan terjadi pada orang-orang yang memiliki daya tahan tubuh rendah. Kondisi ini sulit untuk diobati dan mungkin berakibat fatal.

Diagnosis dan Pengobatan untuk Sporotrichosis

Sporotrichosis didiagnosis dengan melakukan biopsi, yaitu metode pengambilan sampel jaringan kulit. Setelahnya, sampel kulit akan diperiksa di laboratorium untuk mencari tahu penyebab terjadinya infeksi. Selain biopsi, tes darah dapat membantu memastikan diagnosis kasus sporotrichosis yang parah, tetapi tidak dapat mendiagnosis infeksi kulit.

Oleh karena itu, jika mengalami gejala sporotrichosis, segera periksakan diri agar diagnosis bisa segera dipastikan. Untuk melakukan pemeriksaan, kini kamu bisa langsung buat janji dengan dokter di rumah sakit melalui aplikasi Halodoc, lho. Jadi, pastikan kamu sudah download aplikasinya di ponselmu, ya.

Setelah diagnosis dipastikan, pengobatan pun akan dilakukan. Kebanyakan kasus sporotrichosis hanya melibatkan lapisan kulit terluar atau jaringan di bawah kulit. Infeksi ini tidak mengancam nyawa, tetapi harus diobati dengan obat-obatan antijamur selama beberapa bulan. Obat yang paling sering diresepkan untuk kasus ini adalah itraconazole yang diminum rutin selama 3-6 bulan. 

Baca Juga: Ini Cara Mengobati Infeksi Kulit Berdasarkan Penyebabnya

Obat lainnya adalah supersaturated potassium iodide (SSKI). Namun, obat SSKI dan itraconazole tidak boleh digunakan selama kehamilan. Kasus sporotrichosis parah diobati dengan amphotericin B, yang diberikan lewat suntikan. Itraconazole biasanya digunakan setelah terapi awal dengan amphotericin B, untuk total durasi terapi obat antijamur keseluruhan memakan waktu hingga 1 tahun. Infeksi yang sudah menyebar di paru mungkin memerlukan operasi untuk mengangkat jaringan yang sudah rusak.

Selain pengobatan medis, pengidap sporotrichosis juga akan disarankan untuk melakukan pengobatan rumahan. Namun, tidak ada tips khusus untuk membantu mengatasi gejala sporotrichosis. Satu hal yang perlu dilakukan adalah menjaga bintil agar tetap bersih, kering, dan tertutup sampai sembuh.

Referensi:
CDC (Diakses pada 2019). Sporotrichosis
WebMD (Diakses pada 2019). Sporotrichosis
Healthline (Diakses pada 2019). Sporotrichosis