• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Hal yang Perlu Diketahui tentang Rabies pada Ibu Hamil

Hal yang Perlu Diketahui tentang Rabies pada Ibu Hamil

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Hal yang Perlu Diketahui tentang Rabies pada Ibu Hamil

Rabies adalah infeksi virus yang disebabkan oleh gigitan anjing yang tidak hanya bisa membahayakan kesehatan ibu hamil dan janin, tetapi juga berpotensi menyebabkan kematian. Untungnya, vaksin rabies aman diberikan pada ibu hamil untuk memberi perlindungan terhadap virus dan mencegah virus menyebar ke dalam tubuh.” 

Halodoc, Jakarta – Selama masa kehamilan, ibu perlu menjaga diri dari berbagai infeksi yang bisa membahayakan kondisi kesehatan ibu dan janin. Salah satu infeksi yang perlu diwaspadai ibu hamil adalah rabies.

Rabies merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus yang mematikan. Virus tersebut bisa ditularkan melalui gigitan, cakaran atau kontak dengan air liur hewan yang terinfeksi. Pada kebanyakan kasus, rabies disebabkan oleh gigitan anjing. Meskipun rabies jarang terjadi selama kehamilan, tetapi kemungkinan ibu hamil digigit atau dicakar hewan tetap ada. Lantas, bagaimana bila ibu hamil terkena rabies? Adakah cara untuk mengobatinya? Simak penjelasannya lebih lanjut di sini.

Baca juga: Tetanus dan Rabies Jadi Komplikasi Gigitan Binatang Peliharaan

Bahaya Rabies pada Ibu Hamil

Rabies adalah penyakit infeksi akut dan fatal yang bisa menyebar ke otak dan sistem saraf pusat. Tidak hanya anjing, sejumlah hewan yang juga bisa menyebabkan rabies, antara lain kucing, kelelawar, rubah, sigung, monyet, dan rakun. Penyakit ini biasanya disebabkan oleh gigitan hewan. Namun, penularan rabies juga bisa terjadi melalui cakaran dan jilatan atau kontak dengan air liur hewan yang terinfeksi pada kulit manusia yang terluka.

Tidak hanya bisa membahayakan kondisi janin, bila virus sudah menyebar ke otak dan sistem saraf, hal itu pasti akan menyebabkan kematian. Oleh karena itu, rabies tidak boleh diremehkan. Ibu hamil dianjurkan untuk mewaspadai gigitan anjing. Bila ibu hamil berisiko tinggi terkena rabies, misalnya tinggal di lingkungan yang terdapat banyak anjing liar berkeliaran, sebaiknya dapatkan vaksin rabies untuk mencegah virus dan mengurangi tingkat keparahan penyakit bila sampai terinfeksi.

Baca juga: Terungkap! Alasan Mengapa Ibu Hamil Harus Menghindari Hewan Peliharaan

Apa yang Harus Ibu Lakukan Bila Digigit Hewan?

Bila ibu hamil digigit atau dicakar hewan di daerah yang berisiko rabies, segera bersihkan luka dengan air mengalir dan sabun selama beberapa menit. Setelah itu, disinfeksi luka dengan disinfektan berbasis alkohol atau yodium dan balut dengan perban. Bila sudah melakukan perawatan pertama tersebut, segera pergi ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan pengobatan lebih lanjut dari dokter. Perawatan setelah paparan hampir 100 persen efektif bila diberikan sebelum gejala rabies muncul.

Pengobatan Rabies yang Bisa Diberikan pada Ibu Hamil

Pengobatan rabies untuk ibu hamil sama seperti pada orang pada umumnya, yaitu meliputi:

  • Membersihkan dan mendisinfeksi luka.
  • Pemberian serangkaian vaksin rabies. Ibu hamil mungkin akan mendapatkan 4 dosis vaksin selama sebulan bila ibu belum pernah divaksinasi rabies sebelumnya, atau 2 dosis dengan jarak waktu beberapa hari bila ibu sudah pernah divaksinasi.
  • Pada beberapa kasus, obat yang disebut immunoglobulin bisa diberikan ke dalam dan sekitar luka. Obat ini bisa memberikan perlindungan langsung, tetapi hanya dalam jangka pendek.

Perawatan pasca paparan yang diberikan mungkin akan sedikit berbeda bila ibu hamil memiliki sistem kekebalan yang lemah. Perawatan sebaiknya dilakukan segera, idealnya dalam beberapa jam setelah digigit atau dicakar hewan.

Amankah Vaksin Rabies untuk Ibu Hamil?

Pemberian vaksin rabies bertujuan untuk mencegah virus menyebar ke dalam tubuh. Meski begitu, ibu hamil mungkin memiliki kekhawatiran bila vaksin bisa memengaruhi kondisi janin. Untungnya, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pemberian vaksin setelah pajanan atau profilaksis pasca pajanan (PEP) tidak dikontraindikasikan pada kehamilan, bayi, dan menyusui. Oleh karena itu, vaksin rabies pada kehamilan aman dan tidak akan menyebabkan dampak buruk atau efek samping pada ibu atau janin. Ibu hamil yang terkena rabies sebaiknya tidak menunda berobat, kondisinya akan berakibat fatal dan akan berujung pada kematian jika virus tersebut sudah masuk ke otak. Bicarakanlah pada dokter untuk menentukan pengobatan yang tepat.

Baca juga: Pentingnya Imunisasi Sebelum dan Selama Kehamilan

Itulah penjelasan mengenai rabies pada ibu hamil. Untuk membeli obat-obatan yang diresepkan dokter untuk mengatasi rabies, gunakan saja aplikasi Halodoc. Tidak perlu keluar rumah, ibu cukup order saja lewat aplikasi dan pesanan ibu akan diantar dalam waktu satu jam. Yuk, download aplikasinya sekarang juga untuk memudahkan kamu mendapatkan solusi kesehatan terlengkap.

This image has an empty alt attribute; its file name is HD-RANS-Banner-Web-Artikel_Spouse.jpg
Referensi:
National Health Service. Diakses pada 2021. Rabies.
Medi-Call. Diakses pada 2021. Rabies Vaccine in Pregnancy: Why It’s Still Necessary to Get Vaccinated.