• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Melakukan Pijat Bayi
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Melakukan Pijat Bayi

Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Melakukan Pijat Bayi

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 11 Maret 2022

“Pijat bayi diyakini mampu membantu mengoptimalkan tumbuh kembang sang buah hati. Namun, tidak boleh asal, karena tubuh bayi yang sangat mungil masih begitu rentan dengan banyak masalah kesehatan. Jika ibu berencana melakukan pijat bayi, perhatikan hal-hal berikut ini.”

Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Melakukan Pijat Bayi

Halodoc, Jakarta Siapa sangka, pijat bayi ternyata sangat bermanfaat Si Kecil, lho! Selain membantu tubuhnya lebih rileks, gerakan pada pijat bayi juga efektif untuk membantu menjaga kesehatan tubuhnya secara keseluruhan. Tak hanya itu, bayi pun menjadi lebih tenang dan nyaman saat tidur di malam hari. 

Aktivitas pijat bayi membantu ibu dalam memberikan berbagai stimulus yang sangat bermanfaat. Sebut saja stimulasi gerakan atau taktil dan stimulasi gerakan atau kinetik. Pijat pada bayi juga bisa menguatkan ikatan antara ibu dan sang buah hati. Namun, pastikan ibu berhati-hati saat melakukannya, ya! Agar tidak keliru, coba ikuti tips pijat bayi berikut ini.

  1. Pastikan Kondisi Bayi Sehat

Bayi yang sedang tidak sehat akan menjadi lebih rewel ketika ibu memijatnya. Tentunya, ia pun menjadi tidak rileks. Jadi, sebaiknya pastikan Si Kecil dalam kondisi sehat saat ibu memijat. Jika anak sedang kurang fit, sebaiknya tunda untuk melakukan pijat bayi. 

  1. Buat Suasana Tenang

Suasana yang tenang akan membuat bayi merasa lebih nyaman. Ibu bisa memutar lagu yang bisa membantu menenangkan pikiran. Apabila memang diperlukan, ibu bisa melakukan pijat bayi pada anak sambil mengajak mereka berkomunikasi dan bercanda.

  1. Pastikan Sudah Cuci Tangan

Sebelum memijat Si Kecil, pastikan ibu sudah mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Ulangi aktivitas ini setelah ibu memijat bayi. Selain itu, sebaiknya lepas semua aksesori yang melekat pada tangan, seperti jam tangan, gelang, dan cincin untuk mencegah terjadinya iritasi pada kulit bayi. 

  1. Gunakan Minyak Bayi

Supaya memijat lebih mudah, ibu dapat menggunakan minyak telon, losion, atau minyak kelapa saat memikat. Tidak ada salahnya pula memilih minyak maupun losion yang tidak mengandung senyawa kimia yang berbahaya untuk kulit bayi.

  1. Kenali Respons Bayi

Apabila bayi justru menangis ketika proses pemijatan sedang berjalan, sebaiknya ibu mencari tahu apa yang menjadi penyebabnya. Bisa jadi Si Kecil sedang mengantuk, haus, lapar, buang air kecil atau besar, atau merasa kurangnya rasa nyaman. Saat Si Kecil menunjukkan hal ini, sebaiknya ibu berhenti memijatnya. Sebab, jika tetap dilanjutkan, bayi akan merasa semakin tidak nyaman

  1. Hindari Pemijatan Apabila Terjadi Kondisi Berikut

Selain itu, masih ada hal lain yang perlu diperhatikan sebelum melakukan pijat bayi. Misalnya, selain dalam kondisi lapar, ibu sebaiknya juga tidak memijat sang buah hati saat ia sedang kekenyangan. Sebab, hal ini dapat membuat bayi rentan muntah. 

Sebenarnya, pijat bayi yang benar tak dilihat dari lama waktunya, kondisi kesehatan bayi juga perlu diperhatikan. Memijat bayi juga ibu lakukan kapan saja, asalkan bayi tidak sedang tidur temang. Saat ibu memijat bayi dalam kondisi terjaga, bayi bisa merasakan interaksi yang ibu ciptakan, sehingga ia bisa memberikan respons dengan baik.

Selain itu, lama waktu pijat juga tidak perlu lama, yang penting tetap efektif untuk sang buah hati. Saat usianya masih belum genap 6 bulan, ibu bisa memijatnya sekitar 6 sampai 12 menit. Sementara untuk bayi yang sudah lebih dari 6 bulan, pijat bisa dilakukan dengan durasi yang lebih lama, yaitu 10 sampai 15 menit. 

Apabila Si Kecil menunjukkan kondisi yang tidak biasa, ibu bisa langsung bertanya pada dokter spesialis anak. Jadi, penanganan bisa segera dilakukan. Sekarang, tanya dokter anak tidak lagi sulit dengan menggunakan aplikasi Halodoc. Yuk, download aplikasi Halodoc segera!

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2022. Your Guide to Baby Massage.
Baby Centre. Diakses pada 2022. Massaging Your Baby.