Hamil di Usia Muda Risiko Keguguran Tinggi, Benarkah?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Hamil di Usia Muda Risiko Keguguran Tinggi, Benarkah?

Halodoc, Jakarta – Kehamilan dapat menjadi kabar menyenangkan bagi setiap pasangan yang menikah. Namun, ada hal-hal tertentu yang wajib diwaspadai oleh pasangan, terutama bagi mereka yang memutuskan untuk menikah di usia muda. Pasalnya, terdapat beberapa risiko yang mengintai ibu yang hamil di usia muda. 

Baca Juga: Hamil di Usia Remaja Tingkatkan Angka Kematian Ibu

Sebelum memutuskan untuk menikah di usia muda, sebaiknya kamu perlu pertimbangkan risiko yang bisa ditimbulkan dari kehamilan di usia muda. Ada anggapan bahwa hamil di usia muda berisiko mengalami keguguran. Benarkah demikian? Sebaiknya cek fakta selengkapnya di bawah ini.

Benarkah Hamil di Usia Muda Rentan Alami Keguguran?

Wanita yang hamil di bawah usia 20 tahun rentan mengalami gangguan kehamilan sampai keguguran. Pasalnya, organ-organ reproduksi pada wanita berusia 20 tahun belum terbentuk sempurna. Selain itu, kondisi tubuh wanita muda cenderung belum siap untuk menjalankan prosedur persalinan karena ukuran pinggulnya yang masih terlalu sempit.  

Tubuh wanita muda juga dianggap belum mampu menopang bobot bayi. Akibatnya, tubuh cenderung lebih mudah lelah ketimbang ibu hamil yang berusia matang. Bukan hanya keguguran, hamil di usia muda juga memengaruhi kondisi ibu maupun kondisi sang bayi. 

Risiko Hamil di Usia Muda yang Bisa Terjadi

Keguguran dapat menjadi risiko yang terjadi saat hamil di usia muda. Selain itu, berikut dampak yang bisa terjadi jika wanita hamil berusia di bawah 20 tahun, di antaranya:

1. Bayi Lahir Prematur

Ibu yang hamil di usia muda rentan melahirkan bayi prematur yang umumnya dilahirkan kurang dari usia kandungan 37 minggu. Bayi prematur cenderung memiliki berat badan lahir rendah dan berisiko mengalami gangguan kognitif, pencernaan, sistem pernapasan dan masalah lainnya. 

2. Postpartum Depression

Umumnya, wanita yang berusia di bawah 20 tahun kondisi mentalnya cenderung belum matang. Kondisi mental yang belum matang ini berisiko menyebabkan depresi yang bisa mengacu pada kondisi postpartum depression, yang disebut juga depresi postpartum atau depresi pasca melahirkan.

Baca Juga: Nikah Muda Boleh, Tapi Ketahui Dulu 4 Fakta Ini

3. Tekanan Darah Tinggi

Hamil di usia muda juga berisiko menyebabkan tekanan darah tinggi. Tekanan darah tinggi pada ibu hamil sering dikaitkan dengan proteinuria, yakni kandungan protein dalam urine dan tanda kerusakan organ lainnya. 

4. Anemia

Anemia rentan dialami oleh wanita yang hamil di usia muda. Anemia umumnya dipicu oleh kurangnya asupan zat besi, folat dan vitamin B12. Kalau butuh suplemen zat besi maupun vitamin yang baik dikonsumsi kehamilan lainnya, beli saja lewat aplikasi Halodoc. Tidak perlu repot pergi ke apotek, tinggal pesan lewat aplikasinya sekarang. 

Cara Menurunkan Risiko Keguguran di Usia Muda

Ada beberapa tips pencegahan untuk menurunkan risiko kelainan maupun keguguran pada ibu yang hamil di usia muda. Berikut langkah-langkah yang ditempuh untuk mengurangi berbagai risiko kehamilan di usia muda, yaitu:

1. Rutin Melakukan Pemeriksaan Kehamilan

Pemeriksaan kehamilan bertujuan untuk mengetahui perkembangan kehamilan dan kesehatan ibu dan bayi. Selama pemeriksaan kehamilan, umumnya dokter memberikan edukasi seputar kehamilan dan risiko-risiko yang mengintai. Melalui edukasi ini diharapkan ibu muda lebih memahami cara mengatasi rasa tidak nyaman, mengenal segala tanda kehamilan, dan kelahiran yang normal atau tidak.

2. Terapkan Gaya Hidup Sehat

Kesehatan menjadi hal yang nomor satu selama masa kehamilan.  Apa pun yang ibu lakukan bukan saja memengaruhi kesehatan ibu, namun kesehatan bayi. Terapkan gaya hidup sehat dengan memenuhi asupan nutrisi setiap hari. Hindari konsumsi alkohol, memakai narkoba, dan rokok karena bisa merugikan bayi yang ada dalam kandungan.

Baca Juga: Hal yang Harus Diketahui saat Hamil di Usia Tua

3. Penuhi Asupan Vitamin

Selain memenuhi nutrisi, ibu hamil perlu mengonsumsi vitamin untuk menunjang pertumbuhan bayi dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh sang ibu. Ibu hamil disarankan untuk mengonsumsi vitamin yang mengandung folat setidaknya 0,4 mg setiap hari untuk membantu mencegah cacat lahir. Bukan cuma asam folat, zat besi, vitamin B12 dan vitamin lainnya juga dibutuhkan.