Hari Kusta Internasional, Ketahui Cara Cegah Kusta Ini

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Hari Kusta Internasional, Ketahui Cara Cegah Kusta Ini

Halodoc, Jakarta – Dari sekian banyaknya penyakit kulit, kusta adalah hal yang wajib diwaspadai. Pasalnya, penyakit ini bukan hanya menyerang bagian kulit saja. Ketika semakin berkembang, kusta memengaruhi, saraf ekstremitas, lapisan hidung sampai pernapasan. Kemunculan awal kusta memang tidak begitu menular. Meskipun begitu, kamu harus waspada terhadap peluang penularan.

Penyakit yang satu ini dapat ditularkan melalui kontak dekat, bersin, atau tetesan hidung dari pengidap kusta. Ketika penyakitnya tidak segera ditangani, kusta bisa menular dan semakin sulit untuk diobati. Oleh karenanya, kusta perlu dideteksi sedini mungkin untuk mencegah komplikasi serius dikemudian hari. Lantas, langkah pencegahan apa yang dapat dilakukan? Dikutip dari MedicineNet, berikut langkah pencegahan kusta yang bisa dilakukan.

Baca Juga: Ketahui 3 Jenis Kusta dan Gejala yang Dialami oleh Pengidapnya

Langkah Pencegahan Kusta

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya jika kusta bisa ditularkan melalui  tetesan dari hidung dan sekresi lain dari pengidap kusta. Oleh sebab itu, langkah pencegahan utama yang bisa dilakukan yaitu mengenakan masker dan hindari kontak dekat dengan pengidap kusta. Langkah pencegahan lainnya adalah dengan memutus rantai penularan. Jadi, pastikan para pengidap kusta ditangani dengan tepat untuk mencegah penyakit menular ke orang lain.

Karena kusta disebabkan oleh bakteri mycobacterium leprae, maka salah satu pengobatan yang dilakukan yakni dengan pemberian antibiotik. Sejauh ini belum ada vaksin yang tersedia untuk mencegah kusta. Dikutip dari MedicineNet, ada laporan bahwa vaksin BCG dinilai mampu membasmi Mycobacterium leprae dan mungkin bersifat melindungi, membantu membersihkan infeksi atau mungkin mempersingkat perawatan. 

Hewan, seperti simpanse, monyet, armadillo dan lainnya belum diketahui apakah bisa menularkan bakteri penyebab kusta ke manusia. Oleh sebab itu, hindari melakukan kontak dekat dengan binatang-binatang tersebut di alam liar. Pasalnya, hewan-hewan ini adalah sumber infeksi penyakit-penyakit endemik.

Baca Juga: Alasan Kusta Bisa Jadi Penyakit Epidemik

Kalau kamu masih ingin tahu lebih dalam mengenai kusta, kamu dapat mendiskusikannya dengan dokter Halodoc. Lewat aplikasi, kamu dapat menghubungi dokter kapan saja dan di mana saja via Chat, dan Voice/Video Call. Download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play!

Bagaimana Prospek Jangka Panjangnya?

Pada intinya, sebisa mungkin untuk mendiagnosis kusta secepatnya. Meskipun gejala yang ditimbulkan masih berkisar ringan, hindari membiarkan kondisinya berlarut-larut karena kusta berisiko mengembangkan komplikasi serius. Ketika penyakitnya didiagnosis sedini mungkin, perawatan mencegah kerusakan jaringan lebih lanjut, menghentikan penyebaran penyakit, dan mencegah komplikasi kesehatan yang serius.

Baca Juga: Jangan Diabaikan, Ini Akibat Kusta yang Tidak Diobati

Prospek biasanya lebih buruk ketika diagnosis terjadi pada tahap yang lebih lanjut, setelah seseorang mengalami kecacatan. Namun, perawatan yang tepat diperlukan untuk mencegah penyebaran penyakit ke orang lain. Meskipun antibiotik mampu menghilangkan bakteri, tetap ada komplikasi medis permanen yang rentan dialami pengidap. Oleh sebab itu, dokter perlu bekerja keras dan memberikan perawatan yang tepat untuk membantu pengidap dalam mengatasi dan mengelola kondisi yang telah ada.

Referensi:
Medicinet. Diakses pada 2020. Leprosy (Hansen's Disease).
WebMD. Diakses pada 2020. Leprosy Overview.
Healthline. Diakses pada 2020. What’s the long-term outlook?.