Harus Tahu, Alergi Kulit yang Bisa Dialami Bayi

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Harus Tahu, Alergi Kulit yang Bisa Dialami Bayi

Halodoc, Jakarta - Siapa bilang kalau alergi kulit hanya dialami oleh orang dewasa saja? Pasalnya, masalah kulit yang satu ini juga bisa kok dialami oleh bayi. Nah, hal ini juga sekaligus membuktikan kalau alergi pada bayi tak hanya seputar mengi atau bersin saja. Lalu, alergi kulit seperti apa saja sih yang bisa dialami oleh bayi?

1. Alergi karena Air Liur

Alergi kulit pada Si Kecil bisa disebabkan oleh air liur yang sering membasahi mulut dan dagunya. Sayangnya, bayang orangtua yang mengira ruam tersebut disebabkan karena alergi makanan. Padahal, kulit kemerahan yang disertai benjolan kecil ini merupakan alergi akibat kulit yang berkontak dengan air liur.

Hal yang perlu kamu ingat, ruam ini bisa menjalar ke area dada. Selama ruam ini tak berkerak atau berwarna kuning (mengindikasikan infeksi), maka ibu tak perlu khawatir. Meski begitu, bawalah Si Kecil ke dokter agar gejalanya tak semakin berlarut-larut.

Baca juga: Kenali Jenis Alergi pada Bayi Baru Lahir

2. Dermatitis kontak

Dermatitis kontak merupakan salah satu jenis alergi kulit yang muncul setelah terpapar dengan suatu alergen (zat pemicu alergi). Dermatitis kontak merupakan inflamasi yang bisa menyebabkan ruam yang besar, gatal dan rasa terbakar, serta kemerahan pada kulit.

Ruam ini terjadi pada seluruh tubuh bayi, biasanya sabun atau deterjen yang kemungkinan besar jadi penyebabnya. Andaikan bagian dada dan lengan yang terkena, bisa jadi biang keladinya karena baju yang kotor. Lalu, bagaimana cara mengobatinya?

Pastikan Si Kecil selalu berada jauh dari alergen. Selain itu, ibu juga bisa mengatasinya dengan krim steroid yang dijual bebas. Namun, apabila rasa gatal masih terus berlanjut, cobalah berikan obat antihistamin, seperti cetirizine. Yang mesti diketahui, sebaiknya diskusikanlah dengan dokter ahli agar penanganan alergi pada bayi berlangsung aman dan tepat.

3. Urtikaria Kronis

Alergi kulit selanjutnya yang bisa dialami bayi adalah urtikaria kronis. Alergi bisa tergolong berat, kondisinya ditandai dengan ruam kemerahan yang lebar setelah kontak dengan alergen. Meski urtikaria kronis enggak menyebabkan kulit kering, tapi gejala lainnya yang bisa muncul antara lain sulit bernapas atau bengkak pada mulut dan wajah.

Dalam banyak kasus, masalah alergi ini bisa hilang dengan sendirinya selama terhindar dari paparan alergen. Agar penanganannya tepat dan aman, sebaiknya ibu perlu membawa Si Kecil ke dokter untuk meminta pengobatan berupa antihistamin.

Baca juga: Jangan Anggap Remeh Elergi, Wasapadai Gejala-gejalanya

4. Eksim

Eksim merupakan alergi kulit yang sering terjadi pada bayi yang memiliki riwayat alergi makanan, asma, ataupun rhinitis alergi. Alergi ini biasanya diawali dengan kemunculan ruam pada kepala atau wajah. Kemudian, barulah menyebar ke area dada dan lengan.

Selain ruam, eksim juga bisa ditandai dengan mengering, menebal, ataupun infeksi kulit secara berulang pada pada bagian kulit yang terkait. Nah, yang perlu diingat, ketika kulit yang terasa gatal ini digaruk, maka akan terasa semakin gatal.

Penyebab eksim memang belum diketahui secara pasti. Untuk mencegah eksim semakin memburuk, cobalah hindari keadaan yang bisa membuat kulit kering, berkeringat, penggunaan sabun atau deterjen tertentu, ataupun bersentuhan dengan kain yang kasar, agar eksim tak terasa semakin gatal.

Si Kecil memiliki keluhan pada kulitnya, atau masalah kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung dengan dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!