08 November 2018

Kenali Jenis Alergi pada Bayi Baru Lahir

Alergi pada Bayi Baru Lahir

Halodoc, Jakarta - Alergi merupakan sebuah kondisi yang wajar dialami oleh bayi. Kondisi ini bisa jadi proses penyesuain bagi bayi untuk mengenal apa yang ia makan atau apa yang ada di sekeliling bayi. Alergi pada bayi dapat disebabkan oleh makanan, debu, atau iritasi bahan kimia yang ada dalam produk perawatan kulit bayi. Namun, kebanyakan orangtua mungkin tidak menyadari gejala-gejala umum lainnya, seperti hidung berair, mata merah, nyeri perut, diare, atau muntah, hingga rewel.

Pada kasus reaksi yang lebih berat, anak dapat menunjukkan gejala lainnya seperti suara mengi (napas berbunyi ngik-ngik), sulit bernapas, tenggorokan dan lidah membengkak, dan penurunan tekanan darah mendadak. Gejala seperti ini dikenal dengan nama syok anafilaktik yang dapat membahayakan nyawa. Lalu, apa saja jenis alergi pada bayi yang paling umum?

  1. Alergi Makanan

Alergi ini merupakan jenis alergi yang paling umum. Gejalanya bisa berupa bintik merah, gatal, batuk, muntah, diare, hingga buang air besar berdarah. Terkadang, hal ini terjadi sebelum bayi memakan makanan tersebut atau berasal dari ASI. Beberapa makanan yang sering menjadi sumber alergi bayi, di antaranya susu dan produk-produknya, kacang-kacangan, kerang, dan lainnya. Ketika bayi mulai mengkonsumsi makanan pendamping ASI, saat itu pula lah alergi terhadap makanan tertentu mulai muncul.

  1. Alergi Dingin

Alergi dingin pada bayi dapat dipicu oleh udara dingin, air mandi yang dingin, bahkan minum air dingin. Mungkin orangtua akan cemas ketika sang bayi mendapatkan alergi ini, tapi biasanya ruam-ruam alergi akan hilang dengan sendirinya seiring dengan menghangatnya kulit. Sesungguhnya alergi bukanlah penyakit yang mematikan, melainkan terjadi karena respons abnormal dari sistem kekebalan tubuh. Pada alergi dingin, respons tubuh mirip dengan beberapa jenis reaksi alergi lainnya. Namun, alih-alih disebabkan oleh paparan terhadap bahan atau zat tertentu, alergi dingin dipicu oleh paparan dingin.

  1. Alergi Obat

Alergi ini terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menunjukkan reaksi berlebih terhadap kandungan tertentu dalam sebuah obat. Reaksi alergi obat pada anak tidak berbeda dengan reaksi alergi obat pada orang dewasa.

Berdasarkan tingkat keparahannya, berikut adalah reaksi yang terjadi saat alergi pada anak mengalami kekambuhan.

  • Gatal-gatal.

  • Kemerahan pada kulit.

  • Bengkak ringan pada kulit.

  • Hidung mampet.

  • Hidung meler.

  • Bersin-bersin.

  • Mata gatal dan berair.

  • Ruam kemerahan, keunguan, atau bentol merah pada bagian tubuh mana pun.

  1. Alergi Susu

Semua bayi belum tentu bisa diberikan susu formula yang berasal dari susu sapi. Jika bayimu mengalami alergi ini, reaksi dari yang ringan hingga parah dapat muncul selang beberapa menit atau jam setelah dia mengonsumsi susu sapi atau asupan apa pun yang terkontaminasi oleh susu sapi. Termasuk ASI dari ibu yang meminum susu sapi.

Alergi susu merupakan salah satu jenis alergi makanan yang paling banyak dialami oleh bayi. Alergi ini biasa disamakan dengan intoleransi laktosa, padahal keduanya merupakan kondisi yang sangat berbeda. Alergi dapat terjadi ketika sistem imunitas bayi bereaksi terhadap protein yang terdapat dalam susu, sementara intoleransi laktosa terjadi ketika bayi sulit mencerna laktosa (gula alami pada susu).

Gejala alergi susu yang dialami bayi biasanya:

  • Bersin.

  • Muntah.

  • Diare.

  • Hidung berair.

  • Mata berair.

  • Muka membengkak.

  • Kulit di sekitar mulutnya muncul ruam atau Si Kecil terlihat sering menggaruk area tersebut karena gatal.

  • Berat badan sulit naik.

  • Sering menangis.

  • Konstipasi.

  • Susah makan.

  • Eksim.

Sebagian besar alergi yang dialami bayi biasanya akan hilang dengan sendirinya, seiring pertambahan usia dan menguatnya kekebalan tubuh. Tidak semua reaksi alergi membutuhkan perawatan khusus. Meskipun begitu, jika reaksi alergi tersebut menimbulkan ketidaknyamanan, perawatan khusus mungkin dibutuhkan.

Diskusikan kondisi kesehatan Si Kecil dengan dokter di Halodoc untuk menentukan penanganan yang paling tepat. Diskusi dengan dokter di Halodoc dapat dilakukan via Chat atau Voice/Video Call kapan dan di mana pun. Saran dokter dapat ibu terima dengan praktis dengan download aplikasi Halodoc di Google Play atau App Store sekarang juga!

Baca juga: