Harus Tahu, Ini Perbedaan TB Tulang dan TB Paru

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Harus Tahu, Ini Perbedaan TB Tulang dan TB Paru

Halodoc, Jakarta - Apakah kamu atau orang di sekitarmu sedang mengalami batuk parah yang tidak kunjung sembuh meski sudah minum obat? Mungkin saja orang tersebut terserang gangguan tuberkulosis (TB) pada paru-paru. Hal tersebut disebabkan oleh bakteri yang masuk melalui udara lalu hinggap di paru-paru dan menyebabkan infeksi.

Memang, tuberkulosis atau TB sangat identik dengan paru-paru. Namun, tahukah kamu infeksi yang disebabkan oleh bakteri ini juga dapat terjadi pada bagian di luar paru-paru, seperti tulang? Penyakit yang disebut dengan TB tulang ini lebih sering terjadi pada tulang belakang. Berikut beberapa perbedaan dari TB tulang dan TB paru yang harus diketahui!

Baca juga: Harus Tahu, Ini Bedanya Tuberkulosis dan TBC Tulang Belakang

Perbedaan dari Gangguan TB Tulang dan TB Paru

  • Tuberkulosis atau TB pada Paru-Paru

Seseorang yang mengidap tuberkulosis (TB) pada paru-parunya disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis yang menginfeksi bagian tersebut saat masuk ke tubuh. Namun, gangguan ini dapat menyebar dari paru-paru ke bagian tubuh lainnya. Penyakit ini masuk dalam 10 besar penyebab kematian di seluruh dunia, terutama terjadi di negara berkembang.

Penyakit ini menular dari satu orang ke orang lain melalui udara ketika pengidapnya batuk, bersin, hingga hanya berbicara. Bakteri tersebut dapat menyebar melalui udara sehingga masuk ke tubuh orang lain. Jika sistem imun tubuhnya tidak dapat membunuh bakteri tersebut sebelum menyebabkan infeksi, maka tuberkulosis dapat terjadi.

Namun, perlu diketahui juga perbedaan antara pengidap TB paru laten dengan yang aktif. Seseorang yang terinfeksi penyakit ini akan memiliki bakteri tersebut di dalam tubuhnya. Namun, beberapa orang tidak mengalami sakit apa pun karena sistem kekebalan tubuhnya mampu melindunginya dari kuman tersebut tapi dapat menyebarkannya kepada orang lain. Gangguan ini disebut juga TB paru laten.

Jika kamu mempunyai pertanyaan terkait tuberkulosis atau TB pada paru-paru atau tulang, dokter dari Halodoc dapat menjawab semua pertanyaan yang ada. Caranya mudah sekali, kamu cukup download aplikasi Halodoc di smartphone yang digunakan sehari-hari!

Baca juga: Apa Penyebab Tuberkulosis? Ini Faktanya!

  • Tuberkulosis atau TB pada Tulang

TB tulang dapat terjadi ketika seseorang yang mengidap tuberkulosis pada paru-paru menyebar ke luar bagian tersebut. Penyebaran dari gangguan ini sama seperti TB paru, yaitu melalui udara. Setelah tertular TB paru, bakteri tersebut dapat berpindah melalui darah dari paru-paru ke tulang, tulang belakang, hingga sendi yang membuat seseorang mengidap TB tulang.

Penyakit TB pada tulang terbilang jarang terjadi, tetapi dalam beberapa tahun terakhir terjadi peningkatan pada gangguan ini, terutama pada negara-negara berkembang. Risiko ini juga meningkat akibat penyebaran AIDS. Meskipun jarang terjadi, ternyata untuk mendiagnosis penyakit ini terbilang sulit dilakukan dan dapat menyebabkan masalah yang berbahaya jika tidak segera ditangani.

Seseorang yang mengidap TB tulang dapat menimbulkan beberapa gejala ketika terserang, seperti demam, menurunnya nafsu makan yang berakhir pada penurunan berat badan, hingga keluarnya keringat di malam hari. Beberapa gejala lainnya yang dapat terjadi adalah nyeri pada punggung, tubuh menjadi bungkuk, pembengkakan pada tulang belakang, hingga tubuh yang terasa kaku dan tegang.

Baca juga: Terapi Pengobatan Tuberkulosis, Apa Saja?

Maka dari itu, penting untuk mendeteksi tuberkulosis (TB) pada paru-paru secara dini jika kamu mengalami gejala-gejala dari gangguan tersebut. Sehingga, gangguan tersebut tidak dapat menyebar ke bagian luar paru-paru yang dapat menyerang tulang sehingga menimbulkan TB tulang. Pencegahan sangat penting mengingat penyakit tersebut dapat menimbulkan komplikasi yang berbahaya.

Referensi:
American Lung Association. Diakses pada 2020. Lung Health & Diseases.
Health Line. Diakses pada 2020. Pulmonary Tuberculosis.
Health Line. Diakses pada 2020. Bone Tuberculosis.