• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Harus Tahu, Inilah Gejala Munculnya Kista Dermoid

Harus Tahu, Inilah Gejala Munculnya Kista Dermoid

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
undefined

Halodoc, Jakarta - Kista dermoid merupakan tumor jinak yang mengandung jaringan kulit, rambut, dan gigi. Kista ini dapat tumbuh di bagian tubuh mana pun, tetapi lebih sering muncul di daerah wajah. Umumnya kista ini sudah terbentuk sebagai akibat kelainan perkembangan janin sejak masih dalam kandungan. 

Maka itu, kista dermoid sering terlihat pada bayi. Selain muncul di kulit, kista ini juga dapat muncul di dalam tubuh, seperti di dalam rahim dan tulang belakang. Kista yang muncul di dalam tubuh sering kali tidak diketahui oleh pengidapnya, sehingga saat sudah dewasa barulah menimbulkan masalah dan gejala serius. 

Gejala Ketika Kista Dermoid Muncul

Pertumbuhan kista dermoid umumnya secara perlahan, ia tidak bersifat ganas atau kanker. Kista ini dapat hilang dengan melakukan prosedur operasi. Walaupun tidak berbahaya, kista dermoid bisa menyebabkan gangguan serius jika kista pecah dan menyebabkan infeksi bakteri. 

Di dalam kista dermoid berisi minyak, kelenjar keringat, rambut, gigi, juga jaringan lain yang umum terdapat di dalam atau permukaan kulit. Kista akan terlihat sebagai benjolan yang biasanya tumbuh sendiri atau tunggal, ukurannya 0,5-6 sentimeter, teksturnya lunak disentuh. 

Baca juga: Adakah Cara Ampuh untuk Mencegah Kista?

Sering kali orang yang memiliki kista dermoid tidak merasakan adanya keluhan. Adapun rasa nyeri, itu hanya terasa ketika kista terinfeksi. Selain nyeri, kista dermoid yang terinfeksi biasanya terlihat sangat kemerahan dan membengkak. 

Hal yang perlu diwaspadai dan membuat kamu tidak nyaman yaitu ketika kista dermoid muncul di organ dalam tubuh. Biasanya gejala yang muncul tergantung pada letak tumbuhnya benjolan. Apabila kista tumbuh di rahim, maka pengidap akan mengalami gejala seperti nyeri panggul, yang sangat terasa saat menstruasi. 

Sementara itu, kista dermoid yang tumbuh di sekitar area tulang belakang akan menimbulkan gejala kesemutan di tungkai. Kamu akan merasakan tungkai menjadi lemah hingga merasa sulit berjalan, dan tidak dapat menahan rasa ingin buang air kecil. 

Pengidap kista dermoid perlu melakukan pemeriksaan ke dokter jika menemukan benjolan abnormal di tubuh. Dengan melakukan serangkaian pemeriksaan, dokter dapat menentukan penyebab, serta memastikan apakah benjolan itu berbahaya atau tidak. 

Jadi jika kamu merasakan adanya gejala seperti rasa nyeri, mengalami peradangan, benjolan membesar, dan berubah warna, segeralah bicarakan pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Kemungkinan kamu membutuhkan penanganan darurat jika kista pecah dan mengakibatkan nyeri yang hebat.

Baca juga: Mengenal Kista Dermoid, Tumor yang Memiliki Rambut dan Gigi

Kista Dermoid Dapat Disembuhkan

Kista dermoid dapat diobati dengan tujuan untuk menghilangkan seluruh kista. Penanganan ini harus dilakukan oleh dokter. Sebab penanganan sendiri tidak dianjurkan dengan alasan berisiko tinggi menyebabkan infeksi, perdarahan, atau kemungkinan kista dapat tumbuh kembali. 

Prosedur operasi adalah pengobatan yang harus dijalani untuk mengatasi kista, tergantung pada letak pertumbuhan kista. Jika kista tumbuh di kulit, dokter atau dokter bedah akan melakukan operasi kecil dengan bius lokal untuk mengangkat kista. 

Sementara kista dermoid yang tumbuh di dalam rahim memerlukan tindakan pembedahan operasi melalui perut atau menggunakan teknik laparoskopi dengan sayatan kecil. 

Baca juga: Bahayakah Kista Dermoid yang Tumbuh di Bagian Tubuh Dalam?

Jika kista dermoid dengan ukuran besar dan terdapat di lokasi vital atau kista pecah, dibiarkan tanpa penanganan, kemungkinan akan menyebabkan komplikasi berupa:

  • Kesulitan menelan atau berbicara, jika kista dermoid tumbuh di lidah. 
  • Terbentuk abses atau kumpulan nanah, akibat kista dermoid yang terinfeksi. 
  • Sakit kepala yang tak henti-henti, akibat kista yang pecah di dalam kepala.
  • Gangguan psikologis, terutama jika kista dermoid tumbuh di area wajah. 

Sayangnya kista dermoid tidak dapat dicegah, karena terbentuk akibat kelainan sejak dalam kandungan. Meskipun tidak dapat dicegah, kista dapat dideteksi dini sebelum terjadi komplikasi. 

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2020. What You Should Know About Dermoid Cysts.
WebMD. Diakses pada 2020. Dermoid Cyst.