Mengenal Kista Dermoid, Tumor yang Memiliki Rambut dan Gigi

Ditinjau oleh: dr. Fitrina Aprilia
Mengenal Kista Dermoid, Tumor yang Memiliki Rambut dan Gigi

Halodoc, Jakarta -  Kista dermoid merupakan tumor berbentuk kantung tertutup yang letaknya dapat bermacam-macam, dekat dengan permukaan kulit, ovarium, pada tulang belakang, dan bahkan dapat terjadi di otak ataupun sinus, tapi sangat jarang terjadi.

Tumor ini umumnya kondisi bawaan yang terbentuk selama perkembangan bayi di dalam rahim. Ciri dari tumor ini adalah mengandung folikel rambut, jaringan kulit, dan kelenjar yang menghasilkan keringat dan minyak kulit.

Meski pembentukannya lebih sering terjadi sejak dalam masa kandungan, tapi tidak menutup kemungkinan kista berkembang di dalam tubuh setelah kelahiran. Kista dermoid terbagi atas beberapa jenis berdasarkan lokasinya. Berikut beberapa jenis kista dermoid yang perlu diketahui:

Baca Juga: Ketahui Penyebab Kista pada Remaja Putri

1. Kista Dermoid Periorbital

Kista dermoid jenis ini biasanya terbentuk di dekat sisi kanan alis kanan atau sisi alis kiri. Kista ini umumnya hadir saat lahir. Namun, lokasinya mungkin tidak terdeteksi selama berbulan-bulan atau bahkan beberapa tahun setelah kelahiran karena gejalanya juga hampir tidak terlihat sama sekali.

Kista jenis ini memiliki risiko kecil dalam memperngaruhi gangguan penglihatan atau kesehatan anak. Apabila kista mengalami infeksi, perawatan infeksi dengan pengangkatan kista melalui prosedur bedah sangat penting dilakukan. Sebab, kista yang terinfeksi bisa menjadi sangat merah dan bengkak. Jika kista pecah, kista bisa menyebabkan infeksi.

2. Kista Dermoid Ovarium

Seperti namanya, kista jenis ini terbentuk pada permukaan atau di dalam ovarium. Beberapa jenis kista ovarium terkait dengan siklus menstruasi wanita. Namun, kista dermoid ovarium tidak ada hubungannya dengan fungsi ovarium. Seperti jenis kista dermoid lainnya, kista dermoid ovarium biasanya berkembang sebelum kelahiran.

Seorang wanita mungkin memiliki kista dermoid pada ovarium selama bertahun-tahun sampai ditemukan selama pemeriksaan panggul. Gejala kista dermoid ovarium berupa sakit di daerah panggul dekat sisi kista. Rasa sakit ini mungkin lebih terasa saat siklus menstruasi.

3. Kista Dermoid Tulang Belakang

Kista jinak ini terbentuk di tulang belakang tetapi tidak menyebar di tempat lain. Jenis ini mungkin tidak berbahaya dan tidak menunjukkan gejala. Namun, pengangkatan perlu dilakukan jika kista sudah dapat menekan saraf tulang belakang.

Gejala kista dermoid tulang belakang biasanya timbul setelah kista tumbuh cukup besar, sehingga mulai menekan saraf tulang belakang. Ukuran dan lokasi kista pada tulang belakang juga menentukan saraf mana yang terpengaruh. Ketika kondisi tersebut muncul, gejalanya dapat berupa kelemahan atau kesemutan di lengan dan kaki, sulit berjalan, dan inkontinensia.

Baca Juga: Lebih Bahaya Mana, Miom atau Kista?

Bagaimana Cara Menghilangkan Kista Dermoid?

Terlepas dari lokasinya, satu-satunya pilihan perawatan untuk kista dermoid adalah operasi pengangkatan. Ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan sebelum operasi, terutama jika kista diidap oleh Si Kecil. Beberapa faktornya yang perlu dipertimbangkan adalah riwayat kesehatan, gejala, risiko infeksi, obat-obatan yang diperlukan pasca operasi serta tingkat keparahan kista. Setelah berbagai hal tersebut dipertimbangkan, maka prosedur pengangkatan bisa dijalankan.

Sebelum menjalankan operasi, pengidap diharapkan untuk selalu mematuhi petunjuk yang diberikan dokter sebelum operasi. Dokter biasanya akan memberi tahu kapan pengidap harus berhenti makan atau minum obat sebelum operasi. Karena anestesi umum digunakan untuk prosedur ini, pengidap juga perlu mempertimbangkan transportasi untuk pulang.

Selama operasi dermoid periorbital, sayatan kecil akan dibuat di dekat alis atau garis rambut untuk membantu menyembunyikan bekas luka. Kista diangkat dengan hati-hati melalui sayatan tersebut. Seluruh prosedur pengangkatan kista periorbital memakan waktu sekitar 30 menit.

Operasi dermoid ovarium lebih rumit. Dalam beberapa kasus, operasi dapat dilakukan tanpa mengeluarkan ovarium yang disebut kistektomi ovarium. Jika kista terlalu besar atau banyak kerusakan pada ovarium, ovarium dan kista mungkin harus diangkat bersamaan.

Kista dermoid tulang belakang umumnya diangkat dengan melalui pembedahan mikro. Ini dilakukan dengan menggunakan instrumen yang sangat kecil. Selama prosedur, pengidap akan berbaring telungkup di atas meja operasi. Penutup tipis tulang belakang (dura) dibuka untuk mengakses kista. Kemudian, fungsi saraf juga akan dimonitor dengan cermat selama operasi.

Baca Juga: Yang Perlu Diperhatikan Jika Mengatasi Kista dengan Laparoskopi


Kalau punya keluhan medis lainnya, diskusi saja dengan dokter Halodoc. Tinggal klik Talk to A Doctor yang ada di aplikasi Halodoc biar lebih praktis menghubungi dokter kapan saja dan di mana saja via Chat, dan Voice/Video Call. Yuk, segera download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play!