Harus Tahu, Penyebab Erythema Nodosum

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Harus Tahu, Penyebab Erythema Nodosum

Halodoc, Jakarta - Coba perhatikan kulitmu, terutama di bagian tulang kering dan betis. Apakah terjadi pembengkakan dengan warna merah atau keunguan? Jika iya, mungkin kamu mengalami kondisi yang disebut erythema nodosum. Kelainan kulit ini adalah bentuk umum dari kondisi panniculitis atau peradangan yang menyerang lapisan lemak pada bagian bawah kulit. 

Seringnya, erythema nodosum terjadi sebagai reaksi imunitas tubuh terhadap infeksi yang menyerang atau sebagai reaksi dari jenis obat yang dikonsumsi. Kelainan kulit ini sering menyerang wanita dengan rentang usia antara 20 sampai 40 tahun. Meski begitu, bisa juga terjadi pada pria. Sebenarnya, apa penyebab erythema nodosum ini?

Penyebab Erythema Nodosum yang Perlu Kamu Tahu

Ternyata, penyebab utama erythema nodosum yang menyerang kulit belum bisa diketahui. Namun, disinyalir munculnya benjolan pada area tubuh yang terinfeksi terjadi karena mengalami infeksi atau mengonsumsi obat yang menjadi pemicunya. Tidak hanya itu, kondisi ini bisa terjadi alias lebih berisiko pada orang-orang dengan kondisi berikut ini:

  • Mengonsumsi obat antibiotik;

  • Sedang hamil;

  • Kolitis, penyakit Crohn, atau peradangan iritasi pada usus;

  • Infeksi pada saluran pernapasan bagian atas dan paru-paru;

  • Kanker, pada kasus yang jarang terjadi;

  • Infeksi;

  • Peradangan yang terjadi pada seluruh tubuh. 

Baca juga: Berbahayakah Erythema Nodosum?

Gejala utama dari kelainan kulit ini yang bisa dikenali adalah munculnya benjolan pada area betis. Namun, benjolan bisa juga muncul pada bagian tubuh tertentu, termasuk paha, dada, wajah, dan lengan. Ukurannya bervariasi, jumlah munculnya benjolan beragam pada masing-masing pengidap. 

Munculnya benjolan karena erythema nodosum biasanya disertai sensasi rasa panas dan rasa sakit. Mulanya, benjolan berwarna merah, dan berubah menjadi keunguan seperti layaknya luka memar yang berada pada tahap penyembuhan. Ketika hendak sembuh, benjolan ini akan mengempis, biasanya terjadi hingga 2 minggu. Sayangnya, benjolan bisa bermunculan sampai 6 minggu kemudian. 

Gejala lain yang bisa terjadi seperti demam, batuk, sakit pada tenggorokan, diare, sakit perut, penurunan berat badan, nyeri pada persendian, kaki terasa sakit, selalu kelelahan, dan pembengkakan pada kelenjar getah bening yang berada di bagian dada. Jika kamu mengalami salah satu dari sekian gejala ini dan pembengkakan pada betis atau area tubuh lainnya, segera buat janji dengan dokter untuk mendapatkan penanganan. 

Baca juga: 4 Penyakit Kulit Ini Dipicu Oleh Virus

Bagaimana Pengobatannya?

Penyebab erythema nodosum memengaruhi pengobatan yang didapatkan. Apabila benjolan muncul karena infeksi, kamu akan diberikan resep antibiotik. Jika kemunculan benjolan ini karena pengaruh obat, dokter meminta untuk berhenti mengonsumsi obat tersebut. 

Sementara itu, kamu bisa melakukan beberapa tindakan penanganan rumahan untuk membantu mengurangi rasa sakit pada benjolan. Tentunya, kamu perlu mengistirahatkan kaki dari aktivitas yang melelahkan. Letakkan pada posisi yang lebih tinggi dari jantung. Jika memang diperlukan, pakai stoking khusus hingga benjolan mengempis dan pulih. 

Kamu tidak disarankan untuk mengenakan pakaian, terutama celana, yang terlalu ketat atau terbuat dari bahan yang kasar. Kondisi ini bisa membuat benjolan mengalami iritasi dan lebih lama sembuh. Jadi, kenakan pakaian longgar supaya tidak membuat benjolan semakin terasa nyeri. 

Baca juga: Terlalu Ketat, Ketahui Dampak Celana yang Dipakai



Referensi: 
WebMD. Diakses pada 2019. Erythema Nodosum.
Healthline. Diakses pada 2019. Erythema Nodosum.
DermNet NZ. Diakses pada 2019. Erythema Nodosum.