Haruskah Pengidap Skoliosis Dioperasi?

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
pengidap skoliosis, kelainan tulang belakang

Halodoc, Jakarta - Seseorang yang mengalami skoliosis atau kelainan pada tulang belakang akan semakin memburuk jika ditangani dengan cara yang tidak tepat. Perlu kamu ketahui pula bahwa ternyata skoliosis tidak harus ditangani dengan cara operasi. Terdapat 3 cara penanganan untuk kondisi skoliosis, yaitu observasi, ontosis, dan operasi. Apabila sudut kemiringan tulang di bawah 30 derajat, biasanya dapat dilakukan observasi.

Pengidap skoliosis biasanya disarankan untuk rutin melakukan latihan dengan stretching, karena skoliosis terjadi karena ketidak seimbangan otot. Jika sudutnya 30-40 derajat saat usia pertumbuhan, maka pengidap perlu menggunakan korset. Sedangkan jika kondisi kemiringannya di atas 40 derajat, perlu dilakukan intervensi atau operasi. Bahkan, ada berbagai kemungkinan risiko terburuk jika bengkoknya semakin parah.

Pengidap skoliosis kemungkinan perlu melakukan pemeriksaan x-ray tulang punggung untuk melihat keparahan derajat skoliosis seseorang. Sudut yang akan menentukan tindakan koreksi yang harus dilakukan untuk mengatasi kondisi skoliosis. Apabila sudut skoliosis kurang dari 25 derajat pada pengidap yang masih dalam masa pertumbuhan dan kurang dari 50 derajat pada pengidap yang masa pertumbuhannya telah berhenti, maka perlu dilakukan observasi terhadap derajat kemiringan tulang belakang ini.

Baca juga: Komplikasi yang Bisa Terjadi Karena Skoliosis

Setelah itu, pemeriksaan derajat kemiringan ini akan dilakukan setiap 6-9 bulan untuk kemiringan sudut kurang dari 20 derajat dan tiap 4-6 bulan untuk kemiringan lebih dari 20 derajat. Pada kondisi semacam ini, biasanya seseorang yang mengalami skoliosis perlu menggunakan alat bantu seperti gips plaster, brace, atau kombinasi. Tujuannya adalah untuk mengoreksi sudut kemiringan skoliosis yang ada atau mempertahankan koreksi/perbaikan yang telah dilakukan dengan terapi operasi.

Penggunaan brace direkomendasikan pada skoliosis dengan kurvatura lebih dari 20 derajat pada pengidap yang masih dalam masa pertumbuhan dan dengan progresivitas sebesar 5-10 derajat dalam periode 6 bulan. Sementara itu, pemberian obat-obatan tidak akan membantu untuk mengatasi keluhan nyeri yang terjadi pada pengidap skoliosis. Fisioterapi dapat dilakukan untuk memperbaiki postur tubuh.

Apabila semua perawatan sudah dijalani, tapi masih tidak efektif untuk mengatasi kondisi skoliosis dan dampak yang terjadi akibat skoliosis, maka barulah perlu dilakukan prosedur pembedahan untuk mengoreksi posisi tulang belakang. Operasi dilakukan dengan mempertimbangkan apakah ada kondisi lain yang dapat memengaruhi operasi yang akan dilakukan.

Baca juga: Waspada Tulang Belakang Melengkung atau Skoliosis

Terdapat beberapa kondisi yang menjadi indikasi harus dilakukannya tindakan operasi pada pengidap skoliosis, yaitu:

  • Pengidap telah menjalani perawatan brace, tetapi kondisi kemiringan tulang belakang semakin meningkat.

  • Terlambat menggunakan brace, yaitu pada pengidap dengan kemiringan tulang belakang lebih dari 50 derajat, usia tulang 15 tahun untuk perempuan dan 17 tahun untuk laki-laki, serta pada derajat kemiringan tulang belakang yang sangat berat.

  • Kurvatura skoliosis (derajat kemiringan tulang belakang) lebih dari 50 derajat, meski tidak adanya gangguan postur tubuh.

  • Individu yang tidak dapat menggunakan brace.

  • Nyeri berat yang terjadi secara terus-menerus karena skoliosis

  • Skoliosis yang tidak seimbang (unbalanced scoliosis).

  • Gangguan psikologis karena skoliosis.

Baca juga: Ini Perawatan yang Tepat Bagi Anak Penderita Skoliosis

Untuk memastikan perawatan dan pengobatan apa yang harus dijalani, kamu perlu mendiskusikannya dengan dokter melalui aplikasi Halodoc untuk mendapatkan saran yang tepat. Diskusi dengan dokter di Halodoc dapat dilakukan via Chat atau Voice/Video Call kapan dan di mana saja. Saran dokter dapat diterima dengan praktis dengan cara download aplikasi Halodoc di Google Play atau App Store sekarang juga.