07 February 2019

Hati-Hati, 8 Hal Ini Bisa Sebabkan Batu Ginjal

Hati-Hati, 8 Hal Ini Bisa Sebabkan Batu Ginjal

Halodoc, Jakarta – Batu ginjal atau dikenal renal calculi adalah kondisi ketika terdapat massa padat yang terbuat dari kristal yang mengendap pada bagian organ ginjal. Meski begitu, batu ginjal bisa terjadi pada organ di sepanjang saluran kemih, seperti ureter, kandung kemih, dan saluran kencing.

Ada dua jenis utama batu ginjal, yaitu batu kalsium dan batu non-kalsium. Ganesh Shidham, MD., seorang profesor nefrologi di Ohio State University Wexner Medical Center, Columbus mengungkapkan bahwa tingginya kadar mineral kalsium dalam urine menyumbang sekitar 80 persen gangguan batu ginjal ini. Pasalnya, kalsium dapat mengikat zat lain, seperti oksalat dan fosfat yang di dalam urine akan membentuk batu.

Adapun jenis batu ginjal yang termasuk non-kalsium meliputi:

  • Batu asam urat, terbentuk ketika urine mengandung terlalu banyak asam.

  • Batu sistin, berkembang ketika urine mengandung terlalu banyak asam amino sistin.

  • Batu struvit, terbentuk dari produk limbah bakteri yang terkait dengan infeksi dan terdiri dari magnesium amonium fosfat.

Batu ginjal dapat terbentuk pada salah satu atau kedua ginjal. Ketika berada di dalam ginjal, kamu mungkin tidak merasakan adanya gejala. Jika ukurannya masih terbilang kecil seperti butiran pasir, batu bisa keluar dari tubuh melalui urine. Namun, ketika ukuran batu cukup besar dan berjalan melalui ureter, terjadi penyumbatan yang menyebabkan rasa sakit.

Baca juga: Ketahui 4 Cara Sederhana Cegah Batu Ginjal

Kebiasaan yang Menyebabkan Terjadinya Batu Ginjal

Jika dilihat dari segi medis, diabetes, tekanan darah tinggi, dan obesitas meningkatkan risiko batu ginjal. Meski begitu, gangguan ini bisa terjadi pada orang yang sehat tanpa adanya riwayat penyakit tersebut. Lalu, mengapa batu ginjal bisa terjadi?

Faktanya, kebiasaan buruk yang dilakukan tanpa disadari bisa memicu terjadinya batu ginjal. Kebiasaan penyebab batu ginjal tersebut antara lain:

  • Kurangnya asupan cairan dalam tubuh.

  • Kurang asupan kalsium.

  • Diet tinggi garam dan gula.

  • Konsumsi makanan kaya oksalat dalam jumlah besar (kacang, bayam, cokelat, dan jenis teh tertentu).

  • Mengonsumsi kola dengan kadar gula tinggi.

  • Terlalu banyak asupan protein.

  • Kekurangan sitrat, suatu zat yang membantu mencegah pembentukan batu.

  • Riwayat kesehatan keluarga.

Mengapa Timbul Rasa Nyeri Ketika Mengalami Batu Ginjal?

Prakash N. Maniam, MD., ahli urologi di Poinciana Medical Center di Kissimme, Florida mengatakan, nyeri adalah gejala umum yang muncul ketika seseorang terserang batu ginjal. Rasa sakit ini terjadi di bagian samping atau dapat menyebar ke perut dan daerah selangkangan saat batu bergerak melalui saluran kemih.

Baca juga: Sering Menahan Buang Air Kecil Hati-Hati Batu Ginjal

Ketika batu berjalan di sepanjang saluran, aliran alami urine mengalami hambatan, sehingga ginjal mengalami pembengkakan. Pembengkakan ini mengaktifkan saraf yang mengirimkan sinyal yang kemudian diartikan oleh otak sebagai rasa sakit yang teramat sangat. Bahkan, kuatnya rasa sakit ini menyebabkan pengidap mendapatkan penanganan medis di rumah sakit.

Selain rasa sakit, adanya darah dalam urine dan sensasi terbakar ketika buang air kecil adalah dua gejala lain yang sering terjadi. Pada beberapa kondisi, batu ginjal parah membuat pasien mengalami mual dan muntah. Gejala batu ginjal lainnya termasuk sering buang air kecil, keinginan kuat untuk buang air kecil, adanya kerikil di dalam urine, urine keruh hingga berbau tidak sedap.

Baca juga: Perlukah Operasi untuk Atasi Batu Ginjal?

Jadi, kapan saja kamu mengalami gejala penyebab batu ginjal, kamu bisa langsung bertanya pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Kamu hanya perlu download aplikasi Halodoc dan pilih layanan Tanya Dokter. Mudah kan?