• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Hati-Hati, 8 Penyakit Ini Ditandai dengan Keringat Dingin

Hati-Hati, 8 Penyakit Ini Ditandai dengan Keringat Dingin

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim

Halodoc, Jakarta – Kelenjar keringat berfungsi untuk mengendalikan suhu tubuh. Ada dua macam kelenjar keringat di tubuh, yaitu kelenjar keringat ekrin dan apokrin. Kelenjar keringat ekrin bekerja menghasilkan keringat yang membantu mendinginkan tubuh. Sedangkan kelenjar keringat apokrin biasanya diaktifkan oleh stres dan perubahan hormon yang memproduksi keringat dingin.

Baca Juga: Sering Berkeringat Dingin, Bahayakah?

Keringat dingin biasanya timbul ketika seseorang sedang alami nervous. Hal ini wajar terjadi karena keringat dingin adalah respon tubuh manusia untuk bertahan hidup. Tidak hanya nervous, keringat dingin muncul akibat kondisi lain yang menghambat oksigen atau peredaran darah ke seluruh tubuh. Kondisinya bisa berkisar ringan sampai parah. Melansir dari Healthline, ini kondisi yang ditandai dengan timbulnya keringat dingin:

  1. Syok

Syok terjadi ketika tubuh bereaksi terhadap lingkungan yang ekstrem atau cedera parah. Ketika tubuh mengalami syok, organ-organ tidak menerima oksigen atau darah sebanyak yang  dibutuhkan untuk menjalankan fungsi tubuh. Hal yang diwaspadai adalah syok yang berlangsung terlalu lama berisiko melukai organ-organ tubuh. Kondisi tersebut ditandai dengan kulit memucat, pernapasan cepat, pupil melebar, pusing, lemah, dan muntah. 

  1. Stres

Stres atau kecemasan bisa dipicu oleh berbagai hal. Umumnya, stres dapat disebabkan karena tanggung jawab yang berlebihan di rumah, di tempat kerja atau di sekolah. Sama seperti syok, stres juga memicu keringat dingin akibat oksigen yang akan masuk ke otak terhambat. Jika kamu mengalami stres, segera ditangani karena stres dapat memicu masalah kesehatan.

Untuk mengetahui penanganan stres lebih lanjut, kamu bisa berdiskusi dengan dokter ataupun psikolog Halodoc. Lewat aplikasi, kamu bisa menghubungi dokter dan psikolog kapan saja dan di mana saja. Lebih praktis dan mudah, kan?

  1. Mual

Mual termasuk kondisi ringan yang bisa hilang dengan sendirinya. Ketika kamu mual, pasti kamu merasa tidak enak badan, keringat dingin dan ingin muntah, meskipun kamu tidak selalu muntah ketika merasa mual. Mual dapat disebabkan oleh banyak hal, seperti makan terlalu banyak atau mengonsumsi obat-obatan tertentu.

Baca Juga: Ini Penyebab Keringat Keluar Berlebihan Saat Malam Hari

  1. Migrain

Migrain adalah jenis sakit kepala yang menyebabkan sakit parah untuk waktu yang lama. Keringat dingin biasanya terjadi selama migrain karena tubuh merespons rasa sakit. Migrain dapat melemahkan dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Selain keringat dingin, migrain dapat menyebabkan pengidapnya kesulitan bicara, penglihatan kabur, dan sensitif terhadap cahaya. 

  1. Vertigo

Berbeda dengan migrain, vertigo adalah pusing yang dihasilkan dari perasaan seperti ruangan di sekitar berputar. Kondisi ini sering disebabkan oleh masalah dengan telinga bagian dalam dan kondisi yang berhubungan dengan dengan otak. 

  1. Pingsan

Pingsan (sinkop) terjadi ketika tubuh tidak mendapatkan cukup oksigen ke bagian otak. Keringat dingin dapat muncul tepat sebelum atau setelah pingsan. Pingsan akibat kekurangan oksigen otak dapat terjadi karena sejumlah alasan, contohnya dehidrasi, kelelahan, terlalu banyak mengeluarkan keringat, dan detak jantung yang terlalu cepat atau lambat. 

  1. Sepsis

Sepsis terjadi ketika sistem kekebalan tubuh merespons infeksi bakteri atau virus yang serius di perut, paru-paru, sistem kemih, atau jaringan tubuh utama lainnya. Orang yang mengalami sepsis rentan mengalami peradangan di seluruh tubuh. Kondisi ini dapat menyebabkan darah menggumpal atau bahkan keluar dari pembuluh darah. Akibatnya, organ lebih sulit mendapatkan darah dan oksigen segar, sehingga memicu keringat dingin.

Baca Juga: Enggak Selamanya Berkeringat Itu Sehat, Ini Penjelasannya

  1. Nyeri Hebat Akibat Cedera

Rasa sakit yang disebabkan oleh cedera, seperti patah tulang atau benturan keras di kepala dapat menyebabkan keringat dingin. Mirip dengan cara syok yang memicu keringat dingin akibat organ tubuh tidak mendapatkan cukup oksigen. Mengonsumsi obat penghilang rasa sakit, seperti obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) membantu meringankan rasa sakit yang hebat dan menghentikan keringat dingin. 

Itulah beberapa gangguan kesehatan yang ditandai dengan keringat dingin. Tentunya setiap orang dapat mengalami diagnosis yang berbeda-beda. Jadi, lebih baik lakukan pemeriksaan di rumah sakit terdekat untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.

Referensi :
Healthline. Diakses pada 2020. What Causes Cold Sweats and What Can You Do About It?.
Medical News Today. Diakses pada 2020. What to do about cold sweats.