• Home
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Hiperhidrosis

Hiperhidrosis

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Hiperhidrosis

Pengertian Hiperhidrosis

Hiperhidrosis adalah kondisi ketika produksi keringat berlebihan, dan tidak berkaitan dengan aktivitas fisik atau suhu udara. Pengidap gangguan ini merasa bajunya cepat basah dan telapak tangan sering berkeringat. 

Selain mengganggu aktivitas sehari-hari, hiperhidrosis juga dapat menurunkan kualitas hidup pengidapnya. Ini diakibatkan rasa cemas dan malu.

Penyebab Hiperhidrosis

Penyebab hiperhidrosis tergantung pada jenisnya. Untuk hiperhidrosis primer, belum diketahui secara pasti, tetapi faktor genetik memiliki peranan penting. Hiperhidrosis primer umumnya terjadi pada telapak tangan, telapak kaki, dan terkadang di wajah.

Sedangkan penyebab hiperhidrosis sekunder adalah kondisi medis tertentu, seperti penggunaan obat-obatan tertentu, diabetes, menopause, kadar gula darah rendah, hipertiroid, serangan jantung, penyakit infeksi, kanker, tuberkulosis, Parkinson, dan stroke. Hiperhidrosis sekunder dapat menyebabkan timbulnya keringat di hampir seluruh tubuh.

Faktor Risiko Hiperhidrosis

Berkeringat adalah mekanisme tubuh untuk mendinginkan diri. Sistem saraf secara otomatis akan memicu kelenjar keringat ketika suhu tubuh meningkat. Berkeringat juga umum terjadi ketika sedang gugup. 

Orang dengan kondisi saraf sensitif biasanya lebih besar risikonya mengalami hiperhidrosis primer. Saat merasa stres atau gugup, ini akan meningkatkan produksi keringat pada  telapak tangan, telapak kaki dan terkadang wajah.

Sedangkan untuk hiperhidrosis sekunder faktor risikonya biasanya karena kondisi penyakit tertentu, seperti:

  • Diabetes.

  • Menopause. 

  • Masalah tiroid.

  • Gula darah rendah.

  • Beberapa jenis kanker.

  • Serangan jantung.

  • Gangguan sistem saraf.

  • Infeksi tertentu.

  • Konsumsi obat-obatan tertentu. 

Gejala Hiperhidrosis

Ada berbagai gejala hiperhidrosis, antara lain:

  • Keringat terlihat jelas mengucur deras.

  • Keluar keringat saat udara tidak panas.

  • Keluar keringat bukan sehabis berolahraga berat.

  • Sulit membuka pintu atau memegang pena karena tangan basah oleh keringat.

  • Kulit menjadi lembut, berwarna putih, atau terkelupas di area tertentu akibat terus menerus basah oleh keringat.

  • Infeksi pada bagian tubuh yang mengeluarkan keringat terlalu banyak.

 

Diagnosis Hiperhidrosis

Dokter mendiagnosis hiperhidrosis dengan melakukan wawancara medis, pemeriksaan fisik, serta pemeriksaan darah dan urine di laboratorium. Umumnya, pemeriksaan ini dilakukan jika suatu kondisi medis, seperti hipertiroidisme atau hipoglikemia yang menjadi penyebab hiperhidrosis.

 

Pengobatan Hiperhidrosis

Langkah-langkah pengobatan hiperhidrosis yang akan dilakukan dokter untuk mengobati hiperhidrosis, antara lain:

  • Aluminium Klorida

Biasanya dokter akan memberikan obat yang mengandung aluminium klorida yang dapat menyumbat kelenjar keringat. Jenis obat ini membantu menghentikan produksi keringat berlebih. Meski begitu, obat yang mengandung aluminium klorida i dapat menimbulkan iritasi mata dan kulit.

  • Antidepresan

Diresepkan untuk meredam kegelisahan yang biasanya memperparah hiperhidrosis.

  • Iontophoresis

Alat penghambat keringat jika hiperhidrosis terjadi di salah satu tangan dan kaki, atau keduanya. Terapi menggunakan alat ini dapat menghambat kelenjar keringat melalui aliran listrik.

  • Suntikan botulinum toksin

Digunakan untuk menghambat saraf yang menghasilkan keringat secara sementara.

  • Terapi microwave

Menggunakan aliran energi gelombang mikro untuk menghancurkan kelenjar keringat.

  • Operasi pengangkatan kelenjar keringat

Jika keringat berlebihan terjadi di ketiak dilakukan operasi pengangkatan kelenjar keringat. Sedangkan untuk mengendalikan keringat di tangan, dokter dapat melakukan simpatektomi.

  • Penanganan rumah

Dapat dilakukan dengan cara mandi setiap hari dan keringkan dengan saksama, terutama lipatan kulit. Pilih sepatu dan kaos kaki berbahan katun dan sering mengganti kaos kaki. 

Pilih pula pakaian yang sesuai dengan aktivitas. Lakukan juga teknik relaksasi, seperti yoga atau meditasi, untuk mengendalikan stres yang dapat memicu keluarnya keringat.

 

Komplikasi Hiperhidrosis

Hiperhidrosis bisa menimbulkan beberapa komplikasi, antara lain:

  • Infeksi akibat kulit sering mengeluarkan banyak keringat.

  • Perasaan malu, karena baju atau tangan yang basah, sehingga mengganggu aktivitas.

  • Bau badan yang memengaruhi aktivitas sosial dan performa saat bekerja.

Pencegahan Hiperhidrosis

Hiperhidrosis dapat dicegah tergantung dari penyebabnya. Jika hiperhidrosis dikarenakan kondisi kesehatan tertentu seperti mengidap penyakit diabetes, penanganan akan penyakit diabetes bisa membantu mencegah hiperhidrosis. 

Jika hiperhidrosis disebabkan karena kondisi psikologis, seperti mudah gugup dan cemas, terapi perilaku bisa membantu mengurangi produksi keringat berlebih. 

 

Kapan Harus ke Dokter?

Segera hubungi dokter jika merasakan gejala-gejala di atas. Ingat, penanganan yang tepat dan cepat sangat dibutuhkan untuk menentukan langkah pengobatan dan mempercepat proses penyembuhan. 

Untuk melakukan pemeriksaan, kamu bisa langsung membuat janji dengan dokter melalui Halodoc. Kamu juga bisa memenuhi kebutuhan suplemen dan vitamin lewat toko kesehatan yang ada di Halodoc

Referensi:

American Academy of Dermatology Association. Diakses pada 2022. Hyperhidrosis.
WebMD. Diakses pada 2022 Hyperhidrosis (Excessive Sweating).
Medical News Today. Diakses pada 2022. What is Hyperhidrosis.
Mayo Clinic. Diakses pada 2022. Hyperhidrosis.

Diperbarui pada 09 Mei 2022