09 October 2018

Hati-Hati, Benda-Benda Ini Bisa Sebabkan Dermatitis Kontak

Hati-Hati, Benda-Benda Ini Bisa Sebabkan Dermatitis Kontak

Halodoc, Jakarta - Dermatitis kontak merupakan peradangan yang ditandai dengan munculnya ruam gatal pada kulit. Penyakit ini bisa terjadi karena kontak langsung dengan zat tertentu atau akibat reaksi alergi terhadap zat tertentu. Meski tidak menular, ruam yang muncul bisa menyebabkan rasa tidak nyaman bagi pengidapnya. Gejala yang muncul biasanya tergantung pada sensitivitas kulit terhadap zat yang memicu reaksi tersebut.

Jenis dan Gejala Dermatitis Kontak

1. Dermatitis Kontak Iritan

Dermatitis kontak iritan terjadi karena kontak langsung lapisan luar kulit dengan zat tertentu sehingga merusak lapisan pelindung kulit. Zat yang bisa memicu dermatitis kontak jenis ini adalah sabun, detergen, sampo, cairan pemutih, parfum, bahan pengawet, pestisida, tumbuhan, serta zat yang berada di udara (seperti serbuk gergaji atau serbuk wol). Gejala dermatitis kontak yang muncul bisa berupa kulit berkerak atau sangat kering, kulit terasa kaku atau keras, serta muncul luka terbuka yang membentuk lapisan kulit keras.

2. Dermatitis Kontak Alergi

Dermatitis kontak alergi terjadi karena kulit bersentuhan dengan zat alergen yang memicu sistem kekebalan tubuh bereaksi, menyebabkan kulit gatal dan meradang. Zat yang bisa memicu dermatitis kontak jenis ini adalah obat-obatan (seperti krim antibiotik), zat di udara (seperti serbuk sari), dan bahan kosmetik (seperti cat kuku dan pewarna rambut).

Beberapa benda juga bisa memicu terjadinya dermatitis kontak, seperti bahan logam dalam perhiasan (seperti gelang dan jam tangan), kerah baju, serta pembalut. Gejala yang muncul bisa berupa kulit lebih gelap, terasa terbakar, sensitif terhadap sinar matahari, serta terjadi pembengkakan pada wajah, mata atau selangkangan.

3. Dermatitis Kontak Cahaya

Ini adalah jenis dermatitis kontak yang sangat jarang terjadi. Dermatitis jenis ini biasanya terjadi ketika suatu bahan aktif pada zat tabir surya terpapar sinar UV matahari.

Penanganan Dermatitis Kontak

Jika tidak ditangani dengan benar, dermatitis kontak bisa menimbulkan komplikasi, yaitu infeksi kulit. Infeksi ini bisa terjadi jika pengidap dermatitis kontak terus-menerus menggaruk ruam pada kulit sehingga ruam menjadi basah dan rentan terkontaminasi bakteri dan jamur penyebab infeksi. Oleh karena itu, berikut ini pertolongan pertama yang bisa dilakukan saat mengalami ruam kulit:

  • Kompres area kulit yang mengalami ruam dengan kompres dingin. Kompres bisa dilakukan dengan kain lembap yang bisa meredakan rasa gatal pada kulit.
  • Hindari menggaruk kulit yang mengalami ruam agar keluhan tidak melebar ke area lain.
  • Jika keluhan terus berlanjut, segeralah berbicara pada dokter untuk mencari tahu penyebab dan mendapat penanganan yang tepat.

Pencegahan Dermatitis Kontak

  • Menghindari pencetus, termasuk zat alergen atau iritan yang menyebabkan timbulnya keluhan. Jika paparan alergen atau iritan sulit dihindari, kamu bisa mengakalinya dengan menggunakan alat pelindung diri (seperti sarung tangan, masker wajah, penutup kepala, dan pakaian pelindung) untuk meminimalkan kontak dengan zat tersebut sehingga menjadi cara mencegah dermatitis kontak yang ampuh.
  • Gunakan pelembab untuk menjaga kelembaban lapisan terluar kulit dan meminimalkan risiko terjadinya iritasi yang memicu dermatitis kontak.

Itulah fakta yang perlu diketahui tentang penyakit dermatitis kontak. Kalau kamu punya keluhan ruam pada kulit, segeralah berbicara pada dokter Halodoc untuk mengetahui penyebabnya. Untuk berbicara pada dokter, kamu bisa menggunakan aplikasi Halodoc. Kamu bisa menghubungi dokter Halodoc kapan saja dan dimana saja melalui fitur Contact Doctor via Chat, dan Video/Voice Call. Yuk, download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play sekarang juga!

Baca juga: