19 November 2018

Hati-hati, Dampak Edema Paru pada Ibu Hamil

edema paru, penyakit ibu hamil

Halodoc, Jakarta - Edema paru merupakan kondisi yang ditandai dengan gejala sulit bernapas. Kondisi ini terjadi akibat adanya penumpukan cairan di dalam kantong paru-paru (alveoli). Kondisi ini dapat terjadi tiba-tiba, maupun berkembang dalam jangka waktu lama.

Dalam kondisi normal, udara akan masuk ke dalam paru-paru ketika bernapas. Namun, pada kondisi edema paru, paru-paru justru terisi cairan. Akibatnya, oksigen yang dihirup pun tidak mampu masuk ke paru-paru dan aliran darah.

Edema paru yang tidak tertangani atau terus berlanjut dapat menyebabkan peningkatan tekanan di ruang jantung sebelah kanan yang menerima darah dari seluruh tubuh. Kondisi ini mengakibatkan ruang jantung kanan gagal berfungsi dan terjadi penumpukan cairan di rongga perut (asites), bengkak pada tungkai, dan pembengkakan organ hati. Pada wanita hamil, dampak yang bisa terjadi adalah komplikasi preeklamsia.

Dampak Preeklamsia

Janin dapat mengalami gangguan akibat preeklamsia. Kondisi tersebut harus mendapatkan perhatian lebih. Berbagai gangguan kandungan dapat terjadi sehingga meningkatkan angka kematian janin. Preeklamsia pun memiliki dampak negatif lain yang berimbas pada janin, di antaranya:

  1. Gangguan pertumbuhan janin. Janin mengalami keterlambatan pertumbuhan akibat gangguan aliran darah janin. Kondisi tersebut menyebabkan gangguan pasokan gizi terhadap janin. Lalu, janin dapat lahir dengan berat badan yang rendah.

  2. Kematian janin di dalam kandungan. Janin dapat mengalami berbagai gangguan yang menyebabkan kematian janin dalam kandungan. Kondisi tersebut dapat terjadi akibat gangguan pembuluh darah pada janin.

  3. Gangguan pernapasan bayi. Bayi yang dilahirkan oleh ibu dengan preeklamsia cenderung lebih kecil, dengan organ pernapasan yang belum matang. Bayi yang lahir dengan gangguan ini memerlukan pantauan khusus di ruang intensif neonatus.

  4. Penyakit metabolik di masa depan. Bayi yang baru lahir dari ibu preeklamsia juga memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengidap berbagai macam penyakit (seperti diabetes dan hipertensi) saat beranjak dewasa.

Saat sedang hamil, kamu perlu memantau tekanan darah dan memeriksakan diri secara berkala. Berbagai komplikasi preeklamsia pada ibu hamil dan janin dapat dicegah dengan pemantauan yang ketat. Dampak preeklamsia berat akan memberikan risiko berbeda pada tiap janin. Dampak utama pada janin adalah kekurangan gizi akibat kekurangan pasokan darah dan makanan ke plasenta. Hal ini mengakibatkan gangguan pertumbuhan janin dalam kandungan. Janin dapat berisiko lahir cacat hingga kematian, akibat tidak mendapatkan makanan yang cukup.

Edema paru yang disebabkan oleh gangguan jantung terjadi akibat ventrikel kiri tidak mampu memompa masuk darah dalam jumlah yang cukup, sehingga tekanan di dalam atrium kiri serta pembuluh darah di paru-paru meningkat. Peningkatan tekanan ini kemudian menyebabkan terdorongnya cairan melalui dinding pembuluh darah ke dalam alveoli.

Hal di atas mungkin akan menjadi penyebab dari sejumlah penyakit di kemudian hari, termasuk penyakit jantung koroner dan gangguan terkait seperti stroke, diabetes, dan hipertensi. Bayi yang ukuran tubuhnya kecil dan tidak proporsional pada saat lahir, atau yang telah mengalami perubahan pertumbuhan plasenta, kini diketahui telah memiliki risiko lebih besar untuk mengalami penyakit jantung koroner, hipertensi, dan diabetes non-insulin saat dewasa.

Mencegah edema paru dapat dilakukan dengan cara mencegah penyakit jantung, seperti:

  1. Berolahraga sebanyak 30 menit tiap hari.

  2. Mengonsumsi makanan sehat berupa sayur-sayuran, buah-buahan, serta makanan rendah lemak, gula, dan garam. Hal tersebut bertujuan untuk menjaga berat badan, kadar kolesterol dalam darah, dan tekanan darah kamu selalu berada di batas normal.

  3. Tidak merokok dan menghindari stres.

Jika kamu mengalami gejala edema paru saat hamil, sebaiknya segera lakukan tanya jawab pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Diskusi dengan dokter di Halodoc dapat dilakukan via Chat atau Voice/Video Call kapan dan di mana pun. Saran dokter dapat kamu terima dengan praktis dengan download aplikasi Halodoc di Google Play atau App Store sekarang juga.

Baca juga: