Hati-hati, Gangguan Testosteron Tingkatkan Risiko Pembesaran Prostat

Hati-hati, Gangguan Testosteron Tingkatkan Risiko Pembesaran Prostat

Halodoc, Jakarta - Pembesaran Kelenjar Prostat atau benign prostatic hyperplasia adalah kondisi umum yang terjadi ketika seorang pria bertambah usia. Kelenjar prostat yang membesar dapat menyebabkan gejala kemih yang tidak nyaman, seperti menghalangi aliran urine keluar dari kandung kemih. Hal ini juga dapat menyebabkan masalah pada kandung kemih, saluran kemih, atau ginjal.

Pembesaran prostat adalah sebuah penyakit yang paling umum terjadi pada pria. Disebutkan bahwa satu dari tujuh pria berisiko terserang gangguan ini. Pembesaran prostat tersebut dapat disebabkan oleh sel prostat yang berkembang di luar kendali, sehingga membentuk tumor yang dapat merusak jaringan yang berada di sekitarnya.

Terdapat beberapa perawatan efektif untuk mengatasi pembesaran kelenjar prostat, termasuk obat-obatan, terapi invasif minimal, dan operasi. Untuk memilih opsi yang paling baik, kamu dan dokter pribadi akan mempertimbangkan gejala, ukuran prostat, dan kondisi kesehatan lain yang mungkin terjadi pada kamu.

Baca Juga: Pria Sulit Buang Air Kecil? Hati-Hati Pembesaran Prostat

Gangguan Testosteron Tingkatkan Risiko Pembesaran Kelenjar Prostat

Pada tubuh seseorang, kadar testosteron yang berada pada pria harus selalu seimbang. Disebutkan bahwa testosteron yang mengalami gangguan, sehingga kadarnya terlalu tinggi dapat meningkatkan risiko seseorang untuk mengidap pembesaran kelenjar prostat. Seorang pria dengan tubuh tinggi besar terbilang lebih rentan mengidap kanker pada prostat tersebut.

Hal tersebut karena kadar hormon testosteron dapat membantu pembentukan postur badan menjadi tinggi besar yang berhubungan dengan pubertas dini pada awal pertumbuhan. Selain itu, hormon dan makanan tertentu juga dapat meningkatkan risiko pria untuk mengalami gangguan pada prostat tersebut. Prostat akan terus memproduksi sperma dan semakin banyak testosteron yang menumpuk pada sperma dalam jangka waktu yang panjang. Akibatnya, dapat menyebabkan peradangan dan berakhir menjadi kanker prostat.

Faktor Risiko Pembesaran Kelenjar Prostat

Terdapat beberapa faktor risiko yang dapat menyebabkan pembesaran kelenjar prostat pada seseorang, meliputi:

  • Penuaan: Pembesaran kelenjar prostat jarang menyebabkan tanda dan gejala pada pria yang lebih muda dari usia 40 tahun. Sekitar sepertiga pria mengalami gejala sedang hingga berat pada usia 60 tahun, dan sekitar setengahnya pada usia 80 tahun.
  • Sejarah keluarga: Seseorang memiliki faktor risiko yang lebih tinggi terhadap pembesaran kelenjar prostat apabila memiliki kerabat sedarah, seperti ayah atau saudara laki-laki, dengan masalah prostat. Hal tersebut berarti kamu lebih cenderung memiliki gangguan pada organ yang berfungsi memproduksi testosteron tersebut.
  • Diabetes dan penyakit jantung: Disebutkan bahwa pembesaran prostat dapat menjadi faktor risiko terhadap gangguan diabetes dan penyakit jantung.
  • Gaya hidup: Obesitas dapat meningkatkan risiko terhadap pembesaran pada prostat, sementara olahraga dapat menurunkan risiko tersebut.

Baca Juga: 8 Gejala BPH Benign Prostatic Hyperplasia

Mengobati Pembesaran Kelenjar Prostat

Perawatan untuk pembesaran prostat tergantung pada keparahan gejala yang dialami oleh pengidapnya. Jika kamu memiliki gejala ringan, biasanya kamu tidak memerlukan perawatan segera. Pengidap akan menjalani pemeriksaan prostat secara teratur. Selain itu, kamu mungkin juga akan disarankan untuk melakukan perubahan gaya hidup, seperti:

  • Kurangi minuman dengan kandungan alkohol, kafein, dan soda.
  • Membatasi asupan pemanis buatan.
  • Berolahraga secara teratur.
  • Kurangi minum di malam hari.

Mengonsumsi obat untuk mengurangi ukuran prostat dan mengendurkan kandung kemih juga sangat direkomendasikan untuk mengatasi gejala yang timbul. Pembedahan biasanya hanya disarankan untuk mengatasi gejala pembengkakan pada prostat sedang hingga berat yang gagal merespons pengobatan.

Baca Juga: Kenali 4 Fakta Penting BPH Benign Prostatic Hyperplasia

Itulah pembahasan tentang gangguan testosteron yang dapat berpengaruh pada pembesaran prostat. Jika kamu mempunyai pertanyaan perihal gangguan tersebut, dokter dari Halodoc siap membantu. Caranya yaitu dengan download aplikasi Halodoc di smartphone kamu!