Hati-Hati Hidrokel, Ini 3 Cara untuk Diagnosisnya

Hati-Hati Hidrokel, Ini 3 Cara untuk Diagnosisnya

Halodoc, Jakarta – Tidak hanya Mr. P, nyatanya testis atau buah zakar memiliki peranan penting bagi kehidupan para pria. Seperti Mr. P, testis atau buah zakar merupakan salah satu organ reproduksi pria yang fungsinya sangat penting. Sepasang testis menggantung di bawah penis dalam kantung kulit yang dikenal dengan sitilah skrotum. Namun, sama seperti organ tubuh yang lain, nyatanya testis atau buah zakar juga dapat mengalami gangguan kesehatan. Salah satunya adalah hidrokel.

Baca juga: Perlu Diwaspadai, Ini 2 Penyebab Munculnya Hidrokel

Penyakit hidrokel merupakan suatu kondisi terkumpulnya cairan  pada sekeliling testis yang dapat membuat pembengkakan pada skrotum. Meski kondisi ini umumnya tidak berbahaya, namun biasanya pengidap hidrokel akan merasakan kondisi yang tidak nyaman karena skrotum yang semakin membesar dan bobotnya akan semakin berat.

Seorang pria rentan mengalami penyakit hidrokel setelah usianya memasuki 40 tahun. Namun tidak hanya pria yang berusia 40 tahun, nyatanya bayi laki-laki yang terlahir dalam kondisi premature juga akan berisiko mengalami hidrokel.

Gejala Hidrokel

Umumnya, penyakit hidrokel tidak menunjukan gejala apapun pada awal perkembangan penyakit ini. Gejala baru dirasakan ketika ukuran skrotum menjadi lebih besar dan berat.

Biasanya, pengidap merasakan nyeri dan kulit skrotum yang berubah menjadi merah. Tidak hanya itu, kondisi pembesaran skrotum akan membuat tekanan pada bagian Mr. P.

Baca juga: Ketahui Faktor Risiko Hidrokel pada Bayi

Penyebab Hidrokel

Penyebab hidrokel pada pria dewasa dan bayi ternyata berbeda. Pada bayi, kondisi hidrokel disebabkan adanya celah yang terbuka antara perut dan skrotum. Dalam kandungan, bayi laki-laki berproses untuk membentuk organ vitalnya. Kedua testis terbungkus dalam kantong yang berisi cairan. Normalnya, celah yang terbuka antara perut dan skrotum menutup sebelum bayi dilahirkan. Pada kondisi tertentu, celah tersebut tidak menutup dengan sempurna sehingga menyebabkan hidrokel pada bayi.

Berbeda dengan penyebab hidrokel pada pria dewasa, hidrokel muncul biasanya disebabkan karena adanya infeksi skrotum. Penyakit kaki gajah atau filariasis menjadi salah satu penyebab pria dewasa mengalami hidrokel.

Pemeriksaan atau Diagnosis Hidrokel

Pada bayi, biasanya kondisi hidrokel hilang dengan sendirinya sesuai dengan perkembangan usia bayi. Sebelum memastikan kondisi ini, dokter melakukan pemeriksaan untuk kondisi hidrokel. Biasanya dokter memeriksa fisik skrotum pasien dengan cara:

  1. Memeriksa adanya nyeri tekan pada skrotum yang mengalami pembengkakan.

  2. Memeriksa skrotum dengan menggunakan sinar yang terpapar langsung pada skrotum. Tindakan ini digunakan untuk melihat keberadaan cairan sekitar testis.

  3. Menekan perut dan skrotum untuk melihat apakah ada gejala dari penyakit lain seperti hernia inguinal.

Pemeriksaan selanjutnya ditentukan dari penyebab hidrokel. Jika hidrokel disebabkan karena adanya infeksi maka pengidap hidrokel direkomendasikan untuk melakukan tes urine atau tes darah. Jika hidrokel disebabkan hernia atau tumor testis, maka pemeriksaan selanjutnya adalah USG.

Pengobatan Hidrokel

Meskipun penyakit hidrokel tidak memengaruhi kesuburan pria, namun penyakit hidrokel sangat perlu untuk ditangani sedini mungkin. Tidak hanya pada bayi, pada pria dewasa hidrokel hilang dengan sendirinya dalam jangka waktu 6 bulan.

Namun tindakan medis diperlukan jika penyakit hidrokel sudah benar-benar mengganggu pengidap hidrokel. Operasi untuk menghilangkan hidrokel dikenal dengan hidrokelektomi.

Gunakan aplikasi Halodoc untuk bertanya langsung pada dokter mengenai kesehatan organ vital kamu. Kamu bisa gunakan Voice/Video Call atau Chat dengan dokter untuk memastikan kondisi kesehatan kamu. Yuk, download aplikasi Halodoc melalui App Store atau Google Play sekarang juga!

Baca juga: Bayi Mengidap Hidrokel, Ini yang Harus Dilakukan Orangtua