Perlu Diwaspadai, Ini 2 Penyebab Munculnya Hidrokel

perlu-diwaspadai-ini-2-penyebab-munculnya-hidrokel-halodoc

Halodoc, Jakarta – Salah satu kelainan yang bisa terjadi pada organ seksual pria adalah hidrokel. Kelainan ini ditandai dengan membesarnya skrotum karena penumpukan cairan dalam selaput yang membungkus testis atau buah zakar. Akibatnya, pria yang mengalami kondisi ini akan merasa tidak nyaman pada bagian intimnya tersebut. Karena itu, penting bagi para pria untuk mengetahui penyebab munculnya hidrokel agar bisa mewaspadai kelainan tersebut.

Skrotum merupakan salah satu bagian dari organ reproduksi pria. Normalnya, bentuk skrotum berupa kantong kulit yang menggantung di bagian bawah Mr.P dan berperan sebagai pembungkus testis. Di dalam skrotum, terdapat sebuah lapisan tipis yang melindungi testis. Lapisan inilah yang menghasilkan cairan lubrikasi sehingga testis mudah bergerak.

Nah, saat tidak dibutuhkan, cairan ini akan dibuang secara otomatis. Namun, pada kasus hidrokel, cairan ini terakumulasi pada skrotum, sehingga membuatnya membengkak. Penumpukan cairan tersebut disebabkan karena jumlah produksinya tidak seimbang dengan jumlah yang dikeluarkan secara normal.

Tidak memerlukan perawatan khusus dan cukup dibiarkan saja, karena tidak menimbulkan rasa sakit maupun dampak yang berbahaya. Namun, pada keadaan tertentu, penumpukan cairan yang terlalu banyak akan membuat ukuran skrotum semakin besar dan bobotnya juga bertambah berat. Kondisi ini bisa menyebabkan pria yang mengalaminya menjadi tidak nyaman, sehingga perlu diberikan tindakan.

Baca juga: Ketahui Cara Pengobatan Hidrokel pada Orang Dewasa

Penyebab Hidrokel

Sayangnya, penyebab sebagian besar hidrokel masih belum diketahui secara pasti. Namun, kondisi yang memicu terjadinya hidrokel pada bayi dan pada orang dewasa berbeda.

1. Terdapat Celah Terbuka antara Perut dan Skrotum pada Bayi

Bila hidrokel terjadi pada bayi baru lahir, kondisi ini bisa menjadi pertanda adanya celah terbuka antara perut dan skrotum.

Ketika masih ada di dalam kandungan, testis bayi yang berada di bagian perut akan turun ke dalam skrotum melalui celah yang terdapat di antara perut dan skrotum. Sepasang testis tersebut terbungkus dalam kantong yang berisi cairan. Normalnya, celah tersebut akan menutup sebelum bayi lahir atau segera sesudah lahir. Kemudian, cairan dalam kantung tersebut akan diserap oleh tubuh secara otomatis.

Namun, cairan juga bisa saja tetap bertahan setelah celah tertutup. Kondisi ini dinamakan hidrokel nonkomunikan. Tapi jangan khawatir, cairan tersebut akan diserap tubuh secara perlahan pada tahun pertama setelah bayi lahir.

Nah, namun, ada juga kemungkinan kalau celah tersebut tidak menutup dan cairan tetap mengalir dari rongga perut atau mengalir balik ke rongga perut bila skrotum sudah penuh. Kondisi ini disebut hidrokel komunikan dan bisa disertai dengan hernia inguinalis.

2. Filariasis atau Kaki Gajah pada Orang Dewasa

Sedangkan pada orang dewasa, hidrokel bisa terjadi sebagai akibat infeksi pada skrotum. Infeksi yang paling sering menyebabkan hidrokel pada orang dewasa di seluruh dunia adalah filariasis atau kaki gajah, yaitu sebuah infeksi parasit yang disebabkan oleh cacing Wuchereria bancrofti.

Selain itu, hidrokel juga bisa disebabkan oleh penyumbatan korda spermatika dan efek samping dari operasi hernia.

Baca juga: Perlu Tahu, 5 Penyakit Ini Umumnya Menyerang Testis

Faktor Risiko Hidrokel

Selain penyebabnya, para pria juga mesti tahu faktor yang bisa meningkatkan risiko terkena hidrokel berikut ini.

  • Usia. Risiko seorang pria untuk mengalami hidrokel semakin tinggi setelah memasuki usia 40 tahun.

  • Infeksi Menular Seksual (IMS). Pria yang mengidap infeksi menular seksual atau pernah mengalami cedera skrotum juga berisiko terkena penyakit ini.

  • Pada bayi, risiko hidrokel akan meningkat bila bayi lahir prematur.

Baca juga: Bayi Mengidap Hidrokel, Ini yang Harus Dilakukan Orangtua

Itulah 2 penyebab munculnya hidrokel yang perlu diwaspadai para pria. Bila kamu memiliki masalah pada organ reproduksi, tanyakan saja ke ahlinya dengan menggunakan aplikasi Halodoc. Enggak perlu malu, karena kamu bisa menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat kapan saja dan di mana saja. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.