Hati-Hati, Infeksi Hepatitis B Dapat Sebabkan Gagal Hati

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Hati-Hati, Infeksi Hepatitis B Dapat Sebabkan Gagal Hati

Halodoc, Jakarta – Hepatitis B adalah infeksi pada hati yang dapat menyebabkan jaringan parut pada organ, gagal hati, dan kanker. Ini bisa berakibat fatal jika tidak dirawat. Penyebarannya terjadi ketika orang bersentuhan dengan darah, luka terbuka, atau cairan tubuh seseorang yang memiliki virus hepatitis B.

Gagal hati akut adalah hilangnya fungsi hati yang terjadi dengan cepat dalam beberapa hari atau minggu, biasanya terjadi pada orang yang tidak memiliki penyakit hati yang sudah ada sebelumnya. Gagal hati akut lebih jarang terjadi daripada gagal hati kronis yang berkembang lebih lambat.

Gagal hati akut juga dikenal sebagai gagal hati fulminan yang dapat menyebabkan komplikasi serius, termasuk perdarahan berlebih dan peningkatan tekanan di otak. Ini darurat medis yang membutuhkan rawat inap.

Baca juga: Inilah yang Dimaksud dengan Hepatitis B

Tergantung pada penyebabnya, gagal hati akut kadang-kadang dapat dibalik dengan pengobatan. Tapi dalam banyak situasi, transplantasi hati mungkin merupakan satu-satunya obat.

Hepatitis A, hepatitis B dan hepatitis E dapat menyebabkan gagal hati akut. Virus lain yang dapat menyebabkan gagal hati akut termasuk virus Epstein-Barr, cytomegalovirus, dan virus herpes simplex.

Komplikasi dari gagal hati bisa menyebabkan cairan berlebih di otak (edema serebral) yang mana ini bisa membuat tekanan menumpuk di otak. Gagal hati tidak dapat membuat faktor pembekuan yang cukup yang membantu darah membeku. Pendarahan pada saluran gastrointestinal sering terjadi pada kondisi ini, sehingga mengakibatkan gangguan pendarahan.

Orang dengan gagal hati akut lebih mungkin untuk mengalami infeksi, terutama dalam darah dan saluran pernapasan dan saluran kemih. Gagal ginjal sering terjadi setelah gagal hati, terutama jika kamu mengalami overdosis asetaminofen yang merusak hati dan ginjalmu.

Baca juga: Fakta Tentang Penyakit Hepatitis

Penyebaran Hepatitis B

Cara paling umum untuk mendapatkan hepatitis B, yaitu:

  • Seks

Kamu bisa mendapatkannya jika melakukan hubungan intim tanpa kondom dengan seseorang yang memilikinya, dan darah, air liur, air mani, atau cairan Miss V pasangan yang memasuki tubuhmu.

  • Berbagi Jarum

Virus ini menyebar dengan mudah melalui jarum dan jarum suntik yang terkontaminasi oleh darah yang terinfeksi.

  • Ibu ke Anak

Wanita hamil dengan hepatitis B dapat menularkannya ke bayi mereka saat melahirkan. Tapi, ada vaksin untuk mencegah bayi baru lahir dari infeksi.

Jika kamu merasa telah terpapar virus, segeralah ke dokter. Semakin dini kamu mendapatkan perawatan, semakin baik. Dokter akan memberi kamu vaksin dan suntikan globulin imun hepatitis B. Protein ini meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan membantunya melawan infeksi.

Selain perawatan medis, kamu juga harus melepaskan hal-hal yang dapat melukai hati, seperti alkohol dan asetaminofen. Diskusikan dengan dokter sebelum mengambil obat lain, perawatan herbal, atau suplemen. Beberapa pengobatan tertentu dapat membahayakan organ ini juga. Kemudian, konsumsi jugalah makanan sehat.

Baca juga: 10 Tanda Hepatitis yang Tidak Boleh Diabaikan

Jika infeksi hilang, dokter akan memberi tahu bahwa kamu adalah pembawa yang tidak aktif. Itu berarti tidak ada lagi virus dalam tubuhmu, namun tes antibodi akan menunjukkan bahwa kamu memiliki hepatitis B di masa lalu. Jika infeksi aktif selama lebih dari 6 bulan, ini menunjukkan kalau kamu memiliki hepatitis B kronis yang aktif, sehingga membutuhkan obat-obatan tertentu.

Kalau ingin mengetahui lebih banyak mengenai infeksi hepatitis B kaitannya dengan gagal hati, bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor, kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.