Hati-Hati, Kadar Gula Tinggi Dapat Sebabkan Parestesia

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Hati-Hati, Kadar Gula Tinggi Dapat Sebabkan Parestesia

Halodoc, Jakarta - Parestesia adalah sensasi abnormal termasuk sensasi terbakar, kesemutan, tusukan, dan kulit gatal. Umumnya, kondisi ini terjadi di tangan dan/atau kaki. Semua bentuk parestesia disebabkan oleh kerusakan saraf, seperti beberapa penyakit yang memengaruhi saraf, cedera traumatis, stroke, hingga tumor yang menekan saraf.

Parestesia juga dapat disebabkan oleh kekurangan Vitamin B12, keracunan logam berat, penyalahgunaan alkohol, dan gangguan pada tiroid atau hipotiroidisme. Parestesia juga dapat disebabkan oleh berbagai obat seperti antihistamin, obat tekanan darah, antibiotik, dan obat-obatan lain yang dapat menyebabkan gangguan tersebut.

Hampir setiap orang pernah mengalami parestesia sementara, yaitu ketika kaki duduk bersila dalam waktu yang lama atau tangan kamu kesemutan karena posisi tangan di bawah kepala saat tidur. Parestesia biasanya tidak menyakitkan, kecuali disebabkan oleh cedera tulang belakang atau traumatis. Selain itu, kondisi ini juga dapat menjadi kronis dan dapat memengaruhi kualitas hidup seseorang.

Baca Juga : Ketahui 3 Pengobatan Parestesia

Kadar Gula Tinggi Dapat Sebabkan Parestesia

Pada seseorang yang mengidap diabetes, parestesia adalah sebuah gejala awal dan merupakan bagian dari komplikasi diabetes, yaitu neuropati perifer. Komplikasi tersebut diyakini disebabkan oleh kadar gula darah yang tinggi secara kronis.

Tingginya kadar gula darah dapat bertindak sebagai racun pada sel-sel saraf, sehingga merusak tubuh dari waktu ke waktu. Untuk membuat kadar gula darah dalam tubuh tetap normal, kamu harus menjaga asupan makanan yang masuk ke dalam tubuh.

Hal yang Dapat Dilakukan Jika Mengidap Parestesia

Terdapat cukup banyak cara yang dapat kamu lakukan untuk menghilangkan ketidaknyamanan dan mungkin rasa sakit yang ditimbulkan oleh parestesia. Terdapat beberapa penyebab yang dapat membuat seseorang mengidap parestesia. Kamu dapat melakukan tes sendiri untuk yang paling umum, seperti hipotiroidisme dengan tes darah sederhana, serta pemeriksaan kekurangan Vitamin B12.

Kamu dapat menggunakan Vitamin B12 sebagai suplemen jika kekurangan kandungan tersebut. Meski demikian, mungkin akan lebih efisien untuk mengonsumsi vitamin B kompleks. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa kamu memiliki cukup vitamin B yang dapat membantu meningkatkan energi dan kesehatan secara keseluruhan.

Selain itu, kamu dapat memastikan apabila kadar gula darah kamu tetap normal. Pasalnya, kerusakan saraf yang disebabkan oleh diabetes dapat berakibat pada efek toksik dari konsentrasi gula yang tinggi pada sel-sel saraf. Menjaga kadar gula darah tetap normal dapat membuat parestesia membaik secara perlahan.

Cara mencegah terjadinya parestesia lainnya adalah dengan berolahraga secara teratur. Olahraga dapat meningkatkan sensitivitas insulin atau kemampuan sel-sel untuk merespons insulin dan meningkatkan kemampuan sel tubuh untuk mengeluarkan gula dari darah. Menjaga tingkat aktivitas fisik juga akan meningkatkan sirkulasi ke tangan dan kaki, bagian-bagian tubuh yang paling sering terserang parestesia.

Baca Juga : 10 Penyebab dari Parestesia yang Perlu Diketahui

Pengobatan Parestesia

Dalam banyak kasus, parestesia yang terjadi akan hilang dengan sendirinya. Namun, jika ada bagian tubuh kamu yang mati rasa atau merasakan gejala parestesia, cobalah untuk berdiskusi dengan dokter kamu, terutama jika sudah sering terjadi. Dokter kamu akan bertanya tentang riwayat kesehatan dan melakukan pemeriksaan fisik.

Direkomendasikan juga untuk melakukan tes tertentu agar dapat diketahui hal yang menyebabkan parestesia. Tes yang dilakukan mungkin termasuk sinar-X, tes darah, atau pemindaian resonansi magnetik (MRI). MRI menggunakan magnet dan gelombang radio yang kuat untuk membuat gambar detail area tertentu dari tubuh seseorang.

Baca Juga : Sering Alami Kesemutan? Hati-Hati Gejala dari Parestesia

Itulah pembahasan kadar gula tinggi dapat sebabkan parestesia. Jika kamu mempunyai pertanyaan perihal gangguan tersebut, dokter dari Halodoc siap membantu. Caranya mudah, yaitu dengan download aplikasi Halodoc di smartphone kamu!