01 February 2019

Hernia Umbilikalis pada Bayi Bisa Sembuh dengan Sendirinya

hernia umbilikalis pada anak, tali pusar, gangguan hernia bayi

Halodoc, Jakarta - Gangguan hernia umbilikalis biasanya berkaitan dengan tali pusar bayi. Selama kehamilan, bayi akan mendapatkan nutrisi dari ibu melalui tali pusar. Dalam tubuh bayi, tali pusar melewati bukaan dalam otot perutnya. Seharusnya, bukaan ini segera menurut setelah bayi lahir. Jika bukaan tidak menutup secara sempurna dan menyebabkan kelemahan otot perut, usus dan jaringan sekitar dapat menonjol keluar. Hal inilah yang disebut dengan gangguan hernia umbilikalis.

Gangguan hernia umbilikalis disebabkan oleh titik lemah lapisan otot dinding perut yang berada tepat di belakang umbilikus (pusar). Secara alami, hernia umbilikalis muncul sejak lahir ketika saluran umbilikalis gagal menutup. Umumnya, hernia akan menutup sebelum bayi lahir. Meski begitu, sebanyak 1 dari 5 bayi yang dilahirkan prematur (setelah 37 minggu) masih memiliki hernia umbilikalis.

Jika memiliki hernia, anak akan rentan mengalami pembengkakan, terutama ketika mereka menangis atau menggeliat. Penyakit hernia tentu tidak bisa dianggap sepele, karena hal ini bisa menyebabkan gangguan organ dalam perut. Misalnya seperti usus dan terhambatnya suplai darah karena terjepit (strangulated hernia). Masalah ini akan muncul ketika anak sudah dewasa.

Perlu diketahui pula, meskipun keadaan ini sering kali ditemukan pada bayi dan anak-anak, orang dewasa juga bisa mengalaminya. Pada bayi, faktor risikonya adalah ras Afrika-Amerika, bayi prematur, dan berat lahir yang rendah. Sedangkan pada orang dewasa, hernia umbilikalis bisa muncul akibat tekanan perut tinggi, kelemahan otot, dan obesitas. Selain itu, kehamilan berulang, hamil kembar, adanya cairan dalam perut, pembedahan pada perut, dan batuk kronis dapat menyebabkan hernia umbilikalis.

Baca juga: Benarkah Angkat Beban Bisa Sebabkan Hernia

Pada banyak kasus, bayi dengan hernia umbilikalis sebenarnya dapat sembuh dengan sendirinya setelah berusia 1-2 tahun. Meskipun begitu, ada beberapa kondisi yang memerlukan tindakan bedah oleh dokter bedah dan dokter bedah anak, jika kondisinya:

  • Benjolan terasa sakit.

  • Benjolan tidak mengecil setelah 1-2 tahun.

  • Diameter benjolan lebih besar dari 1,5 sentimeter.

  • Benjolan belum menghilang setelah bayi berusia 3 atau 4 tahun.

  • Hernia terjepit atau mengakibatkan gerakan usus terhambat (obstruksi usus).

Tujuan dilakukannya pembedahan adalah memasukkan kembali hernia ke dalam rongga perut, kemudian menutup lubang pada otot perut. Pada pengidap dewasa, tindakan bedah disarankan untuk mencegah komplikasi, terutama jika hernia umbilikalis semakin membesar dan terasa sakit. Jika diperlukan, dokter akan menggunakan jaring sintetis untuk memperkuat dinding perut.

Baca juga: 3 Kebiasaan Ini Bisa Menyebabkan Hernia

Bayi dan anak-anak dengan hernia umbilikalis biasanya jarang mengalami komplikasi. Komplikasi biasanya terjadi akibat jaringan parut yang keluar terjepit dan tidak dapat dimasukkan kembali ke rongga perut. Kondisi ini akan menyebabkan jaringan tersebut rusak, dan muncul rasa nyeri. Jika asupan darah ke jaringan tersebut terhenti, dapat menyebabkan kematian jaringan. Kemudian, jaringan yang rusak tersebut bisa menimbulkan rasa nyeri. Apabila asupan darah ke jaringan tersebut terhenti, dapat terjadi kematian jaringan, kemudian akan menyebabkan peradangan dan infeksi di rongga perut (peritonitis).

Selama kehamilan, tali pusar melalui lubang kecil pada otot perut bayi. Lubang biasanya menutup setelah persalinan. Namun, apabila otot tidak menyatu dengan garis tengah perut, kelemahan pada dinding perut dapat menyebabkan hernia umbilikalis pada persalinan atau di lain waktu. Hernia umbilikalis dapat muncul saat jaringan berlemak atau bagian usus menonjol ke area di dekat pusar.

Baca juga: Cari Tau 4 Gejala Hernia Berdasarkan Jenisnya

Sedangkan pada orang dewasa, terlalu banyak tekanan perut dapat menyebabkan hernia umbilikalis. Kemungkinan penyebabnya pada orang dewasa meliputi:

  • Obesitas.

  • Kehamilan kembar.

  • Cairan pada rongga perut (asites) operasi perut sebelumnya.

  • Dialisis peritoneal kronis.

Itulah informasi mengenai hernia umbilikalis yang perlu kamu ketahui. Jika Si Kecil mengalami gejala yang berkaitan dengan hernia, jangan pernah menunda untuk selalu bertanya pada dokter ahli melalui aplikasi Halodoc. Diskusi dengan dokter di Halodoc dapat dilakukan via Chat atau Voice/Video Call kapan dan di mana saja. Saran dokter dapat diterima dengan praktis dengan cara download aplikasi Halodoc di Google Play atau App Store sekarang juga.