• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Hipertensi Berisiko Terkena Ginjal Polikistik, Ini Alasannya

Hipertensi Berisiko Terkena Ginjal Polikistik, Ini Alasannya

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
undefined

Halodoc, Jakarta – Terdapat beberapa jenis penyakit yang dapat memengaruhi ginjal, salah satunya penyakit ginjal polikistik. Penyakit ginjal polikistik sebenarnya merupakan kelainan bawaan, yang bisa menyebabkan muncul sekelompok kista di dalam ginjal. Kista ini kemudian menyebabkan ginjal membesar dan menurunkan fungsinya seiring waktu. 

Kista adalah kantung berisi cairan yang bersifat non kanker. Walaupun tidak bersifat kanker, kista bisa tumbuh membesar dan merusak ginjal. Hipertensi atau penyakit darah tinggi diketahui sebagai salah satu kondisi yang berisiko menyebabkan ginjal polikistik. Mengapa bisa demikian? Simak penjelasan berikut. 

Baca juga: Bisakah Penyakit Ginjal Polikistik Disembuhkan?

Alasan Hipertensi Berisiko Sebabkan Ginjal Polikistik

Hipertensi sebenarnya lebih umum dialami oleh pengidap autosomal dominant polycystic kidney disease (ADPKD). Setidaknya 5-7 dari setiap 10 orang dewasa yang mengidap kondisi ini mengalami tekanan darah tinggi sebelum mereka mengalami gejala ginjal. Rata-rata usia pengidap ADPKD yang terdiagnosis tekanan darah tinggi adalah 30 tahun. Namun, kondisi ini bisa berkembang sejak masa kanak-kanak juga.

Tekanan darah tinggi sering menjadi gejala awal ginjal polikistik dan mungkin didiagnosis ketika fungsi ginjal masih normal. Hipertensi juga bisa memicu ginjal polikistik berkembang lebih cepat, artinya fungsi ginjal pun bisa menurun lebih cepat. Itu sebabnya, penting untuk memeriksakan tekanan darah secara rutin dan mengonsumsi obat darah tinggi apabila kamu sudah memilikinya. 

Tanda Seseorang Mengidap ADPKD

Anak-anak terkadang memiliki gejala ADPKD, tetapi mereka bisa tidak menyadari gejalanya sampai menginjak 30 dan 50 tahun. Gejalanya mungkin termasuk nyeri punggung dan samping, sakit kepala dan munculnya darah dalam urine. Bila kamu mengalami gejala-gejala tersebut, sebaiknya periksakan diri ke dokter. Sebelum ke rumah sakit, kamu bisa membuat janji dengan dokter terlebih dahulu lewat aplikasi Halodoc

Untuk memastikan ADPKD, dokter umumnya akan merekomendasikan satu atau lebih dari tes berikut ini:

  • Tes pencitraan, seperti ultrasound, CT scan dan MRI.
  • Tes genetik, menggunakan sampel darah atau air liur. 
  • Tes pencitraan untuk mencari tanda kista yang terlihat di ginjal. 
  • Tes genetik untuk memberi tahu dokter jenis ginjal polikistik apa yang kamu miliki atau apakah kamu kemungkinan besar akan mengembangkan penyakit ini di masa depan. Namun, diperlukan waktu berbulan-bulan untuk mendapatkan hasil tes genetik.

Baca juga: Kelola Stres Dapat Mencegah Kista Ginjal, Benarkah?

Tips untuk Mengontrol Tekanan Darah

Karena hipertensi dapat menjadi salah satu pemicu ginjal polikistik, berikut adalah beberapa tips untuk mengontrol tekanan darah kamu:

  • Minum obat tekanan darah yang diresepkan oleh dokter sesuai petunjuk.
  • Konsumsi makanan rendah garam.
  • Perbanyak buah, sayur, dan biji-bijian.
  • Pertahankan berat badan yang sehat.
  • Hindari atau berhenti dari kebiasaan merokok.
  • Berolahragalah secara teratur, setidaknya 30 menit setiap hari dalam seminggu.
  • Batasi penggunaan alkohol.

Baca juga: Idap Ginjal Polikistik Bisa Pengaruhi Kualitas Hubungan Intim?

Apabila kamu mengalami gejala-gejala ini, hubungi dokter untuk dipastikan lebih lanjut. Kamu bisa menghubungi dokter lewat aplikasi Halodoc kapan dan di mana saja via Chat atau Voice/Video Call

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Polycystic kidney disease.
Polycystic kidney disease charity. Diakses pada 2020. High Blood Pressure.
American Kidney Fund. Diakses pada 2020. Polycystic kidney disease.