Hirschsprung Lebih Rentan Menyerang Bayi Laki-Laki

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
hirschsprung pada bayi laki laki, saraf otot usus besar

Halodoc, Jakarta - Istilah hirschsprung merujuk pada penyakit yang memengaruhi usus besar dan menyebabkan gangguan ketika buang air besar. Hirschsprung merupakan penyakit bawaan sejak lahir akibat hilangnya sel saraf pada otot usus besar yang dialami oleh bayi yang baru lahir. Apakah hirschsprung sering dialami pada bayi laki-laki dibanding dengan perempuan?

Baca juga: Penyebab Obstruksi Usus Dapat Terjadi pada Bayi Baru Lahir

Faktor Risiko Terjadinya Penyakit Hirschsprung

Hirschsprung akan terjadi ketika saraf pada usus besar yang berfungsi dalam mengontrol pergerakan usus tidak terbentuk dengan sempurna. Jika kondisi terjadi, akan ada penumpukan feses yang terjadi pada usus besar. Belum diketahui apa yang menjadi penyebab pasti terjadinya hirschsprung pada seseorang. Namun, bayi dengan jenis kelamin laki-laki memiliki risiko tinggi mengidap hirschsprung.

Selain berjenis kelamin laki-laki, hirschsprung dapat dengan mudah menyerang seseorang yang memiliki keluarga dengan riwayat penyakit yang sama serta bayi dengan penyakit jantung bawaan. Jika faktor risiko dimiliki, otomatis hirschsprung yang dapat mengancam nyawa bisa saja terjadi. Tak hanya penyakitnya, tindakan yang dilakukan guna mengatasi hirschsprung bahkan dapat menimbulkan komplikasi berbahaya.

Baca juga: Ketahui 6 Penyakit Langka pada Bayi Baru Lahir

Hirschsprung Hadir dengan Sejumlah Gejala Berikut

Karena kondisi tubuh setiap orang berbeda, gejala yang muncul akan berbeda pada masing-masing pengidapnya sesuai dengan keparahan kondisinya. Pada sebagian pengidap, gejala akan muncul setelah kelahiran, tetapi kadang tidak terlihat. Gejala utama akan ditandai dengan tidak buang air besar selama lebih dari dua hari setelah persalinan. Selain itu, gejala hirschsprung dapat meliputi:

  • Terjadinya pembengkakan pada bagian perut.

  • Muntah dengan mengeluarkan zat berwarna hijau atau cokelat.

  • Si Kecil tidak mau minum ASI.

  • Tidak keluarnya mekonium sesudah kelahiran. Mekonium sendiri merupakan feses pada bayi selama di kandungan.

  • Mengidap penyakit kuning, yaitu menguningnya bagian kulit dan putih mata karena tingginya kadar bilirubin yang dibentuk dari pemecahan sel darah merah dan dikeluarkan tubuh melalui hati.

Sedangkan pada anak-anak, gejala meliputi perut membengkak, sembelit, buang-buang gas, merasa kelelahan, malnutrisi, melambatnya perkembangan, serta impaksi tinja. Gejala yang muncul bisa saja berbeda dari yang telah disebutkan sebelumnya. Untuk itu, selalu perhatikan kesehatan Si Kecil ya, Bu!

Baca juga: Anak Alami Inkontinensia Alvi, Apa Sebabnya?

Si Kecil Mengidap Hirschsprung, Ini Pemeriksaan yang Dilakukan

Langkah awal, biasanya dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan fisik, termasuk prosedur colok dubur. Jika telah melakukan serangkaian pemeriksaan dan Si Kecil positif mengidap hirschsprung, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan tambahan meliputi:

  • Pemeriksaan kekuatan usus, yaitu prosedur yang dilakukan dengan menggunakan alat khusus berupa sensor tekanan dan balon guna memeriksa fungsi usus.

  • Rontgen, yaitu prosedur yang dilakukan guna melihat kondisi usus besar agar tampak lebih jelas dengan memasukkan zat pewarna khusus ke dalam usus melalui selang yang dimasukkan melalui dubur.

  • Biopsi, yaitu prosedur yang dilakukan dengan mengambil sampel jaringan usus besar yang akan diperiksa di bawah mikroskop.

Jika Si Kecil memiliki faktor risiko atau sejumlah gejala yang muncul, seperti tidak buang air besar selama lebih dari dua hari setelah dilahirkan, segera periksakan Si Kecil di rumah sakit pilihan melalui aplikasi Halodoc. Penanganan yang tepat akan menghindari Si Kecil dari komplikasi yang dapat membahayakan nyawanya. Jadi, jangan sampai terlambat untuk melakukan penanganan, ya.

Referensi:

WebMD. Diakses pada 2019. What Is Hirschsprung's Disease?

NIH. Diakses pada 2019. Hirschsprung Disease.