• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ibu Hamil, Ini Makanan Penambah Darah saat Alami Anemia

Ibu Hamil, Ini Makanan Penambah Darah saat Alami Anemia

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
undefined

Halodoc, Jakarta – Kekurangan zat besi adalah penyebab paling umum dari anemia yang terjadi selama kehamilan. Selama kehamilan, ibu hamil membutuhkan ekstra folat. Namun, terkadang bumil tidak mendapatkan folat yang cukup dari makanan. 

Ketika itu terjadi, tubuh tidak dapat membuat sel darah merah normal yang cukup untuk mengangkut oksigen ke jaringan di seluruh tubuh. Kondisi inilah yang memicu ibu hamil mengalami anemia. Apa saja makanan penambah darah saat alami anemia? Baca selengkapnya di sini!

Baca juga: Bagaimana Cara Mengatasi Anemia pada Ibu Hamil?

Anemia pada Ibu Hamil

Selama trimester terakhir kehamilan, tubuh ibu akan membuat lebih banyak sel darah merah agar cukup untuk bumil dan bayi. Setiap sel darah merah menggunakan zat besi sebagai intinya. Zat besi tidak dapat dibuat oleh tubuh dan harus diserap dari makanan yang dimakan.

Ketika ibu tidak cukup mendapatkan zat besi dari makanan, tubuh membuat lebih sedikit sel darah merah, sehingga memicu anemia. Selain itu, anemia defisiensi besi sangat umum terjadi pada bumil dan bisa diatasi dengan pola makan. Apa saja makanan penambah darah saat alami anemia?

1. Makan makanan kaya zat besi, seperti daging, ayam, ikan, telur, kacang kering, dan biji-bijian. Bentuk zat besi pada produk daging yang disebut heme lebih mudah diserap dibandingkan zat besi pada sayuran. Jika ibu hamil anemia, meningkatkan jumlah daging yang dikonsumsi adalah cara termudah untuk meningkatkan zat besi yang diterima tubuh.

2. Makan makanan tinggi asam folat, seperti kacang kering, sayuran berdaun hijau tua, bibit gandum, dan jus jeruk.

3. Makan makanan tinggi vitamin C, seperti buah jeruk dan sayuran mentah segar.

4. Memasak dengan panci dapat menambahkan zat besi hingga 80 persen lebih banyak ke dalam makanan.

5. Mengonsumsi multivitamin dan pil mineral prenatal yang mengandung ekstra folat. Nah, untuk memenuhi kebutuhan multivitamin prenatal, bumil bisa membelinya di Halodoc, ya!

Baca juga: Ikut Berpuasa, Perlukah Ibu Hamil Minum Suplemen saat Puasa?

Tanda-Tanda Bumil Anemia

Seperti apa tanda-tanda anemia pada bumil? Berikut adalah beberapa tanda yang perlu diperhatikan:

1. Kelelahan.

2. Kelemahan.

3. Kulit pucat atau kekuningan.

4. Detak jantung tidak teratur.

5. Sesak napas.

6. Pusing .

7. Nyeri dada.

8. Tangan dan kaki dingin.

9. Sakit kepala.

Ibu hamil berisiko tinggi mengalami anemia selama kehamilan jika ia:

1. Memiliki dua kehamilan dengan jarak yang berdekatan.

2. Sedang hamil kembar.

3. Sering muntah karena mual di pagi hari.

4. Tidak mengonsumsi zat besi yang cukup.

5. Mengalami aliran menstruasi pra-kehamilan yang deras.

6. Memiliki riwayat anemia sebelum hamil.

Jika bumil mengonsumsi vitamin prenatal yang mengandung zat besi dan masih mengalami anemia, ada baiknya bumil memeriksakan diri ke dokter untuk mengetahui penyebab lain dari kondisi anemia yang dialami.

Baca juga: Bahaya Kekurangan Vitamin C saat Hamil

Dalam beberapa kasus, bumil mungkin perlu menemui dokter spesialis penyakit darah (ahli hematologi). Jika penyebabnya adalah kekurangan zat besi, tambahan zat besi tambahan mungkin disarankan. Jika bumil memiliki riwayat bypass lambung atau operasi usus kecil atau tidak dapat mentolerir zat besi oral, bumil mungkin memerlukan pemberian zat besi melalui intravena.

Referensi:
UCSF Health. Diakses pada 2021. Anemia and Pregnancy.
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Pregnancy week by week.
WebMD.com. Diakses pada 2021. Anemia in Pregnancy.