16 March 2019

Ibu Hamil Perlu Tahu, Ini Cara Pengobatan Polihidramnion

Ibu Hamil Perlu Tahu, Ini Cara Pengobatan Polihidramnion

Halodoc, Jakarta – Polihidramnion adalah jenis gangguan yang bisa terjadi selama masa kehamilan. Kondisi menyebabkan terjadinya penumpukan air ketuban yang berlebihan selama masa kehamilan. Meski jarang menjadi kondisi yang serius, namun polihidramnion pada ibu hamil harus mendapat pemantauan secara rutin untuk mencegah terjadinya komplikasi.

Komplikasi dari kondisi ini bisa terjadi selama kehamilan atau pada saat persalinan. Beberapa komplikasi yang bisa terjadi karena polihidramnion adalah kelahiran prematur, ketuban pecah lebih awal, solusio plasenta, hingga kematian janin dalam kandungan.

Kabar buruknya, kondisi ini sering terlambat dideteksi karena gejala yang muncul kerap dianggap sebagai hal yang normal. Sebab, perubahan yang terjadi pada tubuh sebenarnya adalah hal yang wajar dan pasti terjadi pada wanita hamil. Hal itu menyebabkan gejala yang muncul sering tidak terdeteksi.

Polihidramnion seringnya baru menunjukkan gejala jika kondisi sudah semakin parah atau saat rahim dan organ sekitarnya mulai terdesak oleh tekanan air ketuban. Kondisi ini bisa menimbulkan gejala berupa kesulitan bernapas, dinding perut terasa membesar, rahim tidak nyaman, terjadi kontraksi, serta janin berada dalam posisi yang tidak baik.

Baca juga: Air Ketuban Berlebihan, Ini Penyebab Polihidramnion

Kondisi ini juga sering memicu gejala yang bisa memperburuk kehamilan. Gejala lain yang muncul pada ibu hamil yang mengalami polihidramnion adalah gangguan pencernaan, nyeri ulu hati, konstipasi, tungkai bengkak, serta stretch mark pada kulit. Segera temui dokter kandungan jika mengalami gejala-gejala tersebut untuk mencegah kondisi menjadi lebih buruk.

Diagnosis dan Cara Pengobatan Polihidramnion

Polihidramnion biasanya terdeteksi melalui pemeriksaan rutin selama kehamilan. Maka dari itu, menjadwalkan pemeriksaan dan selalu berdiskusi dengan dokter menjadi cara terbaik menjaga kehamilan tetap sehat. Nyatanya rutin melakukan pemeriksaan, termasuk USG, bisa membantu mengetahui risiko gangguan yang muncul selama kehamilan, misalnya polihidramnion.

Melalui pemeriksaan rutin, dokter bisa memeriksa dan mengukur volume kantong ketuban. Dengan demikian, bisa terpantau apakah air ketuban berada dalam jumlah yang normal, berlebih, atau justru kurang. Selain melalui USG, ibu hamil mungkin juga harus mendapatkan pemeriksaan darah untuk mendeteksi infeksi dan diabetes yang berkaitan dengan polihidramnion.

Jika seorang ibu hamil terdiagnosis polihidramnion, perkembangan kehamilan akan mulai diamati secara rutin oleh dokter. Tujuannya untuk memastikan bahwa kehamilan masih aman dan ibu serta janin baik-baik saja.

Pada polihidramnion yang terjadi karena adanya gangguan kesehatan pada janin atau ibu, biasanya pengobatan dilakukan dengan mengatasi gangguan kesehatan terlebih dahulu. Mengatasi gangguan kesehatan yang ada nantinya juga akan membuat polihidramnion sembuh atau berhenti.

Baca juga: Polihidramnion atau Air Ketuban Berlebih, Berbahayakah?

Jika ibu hamil mengalami polihidramnion yang bersifat ringan, biasanya gangguan kehamilan ini akan hilang dengan sendirinya tanpa perlu mendapatkan penanganan khusus. Biasanya, ibu hamil akan disarankan untuk lebih banyak beristirahat dan melakukan pemeriksaan kandungan rutin.

Sedangkan pada polihidramnion yang lebih parah, pengobatan medis mungkin dibutuhkan. Apalagi kalau gangguan ini disertai dengan munculnya gejala, seperti sesak napas, sakit perut, hingga persalinan prematur. Tindakan medis yang mungkin dilakukan adalah pemberian obat khusus, mengeluarkan air ketuban melalui amniocentesis, hingga ablasi dengan laser.

Baca juga: Jangan Khawatir, Penyebab Polihidramnion Bukan Air Es

Jika masih ragu dan butuh informasi lebih lanjut seputar polihidramnion atau gangguan kehamilan lainnya, tanya dokter di aplikasi Halodoc saja! Kamu bisa menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan informasi seputar kehamilan dan tips menjaga kandungan dari dokter terpercaya. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang di App Store dan Google Play!