• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Bumil Alami Penyakit Menular Seksual Trikomoniasis, Bagaimana Mengatasinya?

Bumil Alami Penyakit Menular Seksual Trikomoniasis, Bagaimana Mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta - Pernah mendengar penyakit bernama trikomoniasis? Kalau belum bagaimana dengan Penyakit Menular Seksual (PMS)? Nah, trikomoniasis merupakan salah satu yang mesti diwaspadai.

Penyakit ini disebabkan oleh parasit Trichomonas vaginalis (TV). Penyakit ini bisa menyerang pria maupun wanita. Namun, untuk kaum hawa sendiri rasanya perlu harap-harap cemas. Pasalnya, trikomoniasis lebih rentan terjadi pada wanita.

Berdasarkan data dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), di Amerika Serikat diperkirakan 3,7 juta orang mengidap infeksi PMS. Sekitar 30 persen yang mengalami gejala trikomoniasis. Menurut ahli di CDC, infeksi ini lebih sering terjadi pada wanita ketimbang pria.

Di samping itu, wanita yang tengah mengandung juga perlu berhati-hati pada penyakit ini. Pasalnya, trikomoniasis bisa saja memicu masalah kehamilan. Lantas, bagaimana sih cara mengatasi trikomoniasis pada wanita hamil?

Pertanyaannya, kenapa trikomoniasis lebih rentan pada wanita ketimbang pria?

Baca Juga: Inilah Perbedaan Gejala Trikomoniasis pada Pria dan Wanita

Bau Amis Hingga Iritasi pada Vagina

Sebelum menjawab pertanyaan di atas, ada baiknya untuk berkenalan terlebih dahulu dengan gejala trikomoniasis. Nah, berikut ini beberapa gejala trikomoniasis yang umumnya dialami oleh pengidapnya:

  • Bau amis pada area Miss V.

  • Keputihan dalam jumlah besar.

  • Rasa gatal pada area Miss V.

  • Rasa sakit saat buang air kecil atau berhubungan intim.

  • Nyeri perut bagian bawah.

  • Iritasi Miss V.

Kembali ke tajuk utama, bagaimana sih cara mengatasi trikomoniasis pada ibu hamil?

Jangan Asal Minum Obat

Ibu hamil yang mengalami gejala trikomoniasis sebaiknya segera pergi ke dokter spesialis obstetri dan ginekologi atau dokter spesialis kulit dan kelamin. Ingat, jangan main-main dengan penyakit ini sebab bisa memicu masalah yang lebih serius.

Untuk mengobati trikomoniasis, dokter biasanya memberikan antibiotik, seperti metronidazole atau tinidazole. Ingat, obat-obatan ini hanya boleh diminum atas anjuran dokter. Dengan kata lain, bumil tak boleh asal mengonsumsi obat untuk mengatasi trikomoniasis selama kehamilan.

Biasanya obat ini diminum selama 5-7 hari. Setelah pengobatan berakhir, kembalilah pada dokter untuk memastika ndiri tidak terinfeksi kembali. Sebaiknya hindari melakukan hubungan intim selama masa perawatan. Umumnya perawatan trikomoniasis memakan waktu sekitar satu minggu.

Selain bumil, pasangan pun juga perlu melakukan tes dan menjalani perawatan yang sama. Tujuannya jelas, untuk mencegah kondisi semakin parah, dan menghindari penularan pada pasangan.

Bumil Perlu Waspada

Nah, karena trikomoniasis rentan terjadi pada wanita, sudah semestinya para wanita lebih berhati-hati, terutama ibu yang tengah mengandung. Sebab ibu hamil yang mengidap trikomoniasis bisa menularkannya pada bayi yang dikandungnya. Tak hanya itu, penyakit menular seksual ini juga bisa menyebabkan masalah lain pada bayi nantinya. Misalnya, risiko kelahiran prematur dan berat badan bayi yang kurang.

Untuk ibu sendiri, trikomoniasis ini bisa menimbulkan komplikasi bila dibiarkan tanpa pengobatan. Hal yang paling bikin cemas, trikomoniasis pada wanita bisa membuat pengidapnya lebih rentah terhadap infeksi virus HIV penyebab AIDS.

Baca Juga: Ketahui Komplikasi yang Bisa Disebabkan oleh Trikomoniasis

Kenapa Wanita Lebih Rentan?

Sayangnya, sampai saat ini alasan mengapa trikomoniasis lebih rentan terjadi pada wanita belum diketahui pasti. Namun, faktanya wanita memang lebih sering terinfeksi PMS ketimbang pria. Nah, kemungkinan hal inilah yang juga membuat wanita lebih rentan terserang trikomoniasis.

Bukannya tanpa alasan kalau wanita lebih mudah terinfeksi PMS. Hal ini bisa saja dipengaruhi oleh bentuk anatomi vagina. Secara anatomi, alat kelamin pria dan wanita berbeda, organ eksternal pria tak terlalu terbuka lebar. Sedangkan pada wanita lain ceritanya. Area vulva yang terdiri dari labia dan klitoris lebih terbuka lebar, sehingga membuat infeksi mudah masuk.

Selain itu, organ seksual wanita juga lebih lembap dibandingkan dengan pria. Kondisi ini memang bisa membuat bakteri baik di dalam vagina tubuh dengan subur. Namun, kemungkinan bakteri penyebab infeksi masuk juga amat besar.

Baca juga: Ini Pencegahan agar Tidak Terkena Penyakit Trikomoniasis

Vagina juga memiliki bentuk kulit dan kelenjar yang amat sensitif. Kondisi ini bisa menyebabkan mereka mudah sekali mengalami infeksi kalau ada masalah pada pH, kelembapan, atau luka. Di samping itu, dengan bentuk anatomi yang cukup terbuka dan sistemnya yang selalu basah, risiko wanita mengalami komplikasi juga cukup besar. Meski ada beberapa PMS yang mudah di atas, tetapi efeknya masih bisa mereka alami hingga akhirnya benar-benar sembuh.

Mau tahu lebih jauh mengenai trikomoniasis pada ibu hamil? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Referensi:
US National Library of Medicine National Institutes of Health. Diakses pada 2020. Strategies for Prevention and Treatment of Trichomonas vaginalis Infections.
Centers for Disease Control and Prevention. Diakses pada 2020. Trichomoniasis - CDC Fact Sheet.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Diseases and Conditions. Trichomoniasis.
WebMD. Diakses pada 2020. What is Trichomoniasis? What Cause It?