Inilah Perbedaan Gejala Trikomoniasis pada Pria dan Wanita

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Inilah Perbedaan Gejala Trikomoniasis pada Pria dan Wanita

Halodoc, Jakarta – Trikomoniasis adalah infeksi menular seksual yang disebabkan oleh infeksi parasit. Penyakit ini bisa terjadi pada pria maupun wanita, perbedaannya terletak pada lokasi yang terinfeksi. Pada wanita, parasit biasanya menyerang Miss V, uretra, leher rahim, kandung kemih dan kelenjar di area genital. Pada pria, parasit menyerang uretra di bawah kulup Mr P yang tidak disunat.

Baca Juga: Ketahui 5 Gejala Trikomoniasis pada Wanita

Meski bisa terjadi pada siapa saja, trikomoniasis lebih banyak terjadi pada wanita. Sebuah studi yang dilakukan oleh Universitas Johns Hopkins menyebutkan wanita berusia di atas 40 tahun berisiko besar terinfeksi parasit trikomoniasis. Jika dibiarkan, trikomoniasis meningkatkan risiko infeksi HIV/AIDS, gonore, klamidia, bakteri vaginosis, dan peradangan pelvik (pelvic inflammatory disease/ PID).

Gejala Trikomoniasis pada Pria dan Wanita

Gejala awal trikomoniasis jarang disadari. Gejala baru muncul satu minggu setelah infeksi terjadi. Pada masa inkubasi sekitar 5-28 hari, pengidap trikomoniasis menularkan parasit penyebab infeksi pada orang lain. Sebaiknya hindari kontak seksual dengan pengidap trikomoniasis hingga dinyatakan sembuh.

Gejala trikomoniasis pada pria dan wanita berbeda. Pada wanita, gejala trikomoniasis berupa perubahan cairan Miss V yang disertai rasa gatal dan nyeri saat berhubungan intim ataupun buang air kecil. Sedangkan para pria, gejala trikomoniasis berupa keluarnya cairan pada Mr P, iritasi pada ujung Mr P, dan muncul sensasi terbakar saat buang air kecil.

Selain gejala, diagnosis trikomoniasis pada pria dan wanita juga berbeda. Pasalnya trikomoniasis pada wanita didiagnosis melalui cairan vaginal, sedangkan pada pria didiagnosis melalui urine. Durasi pemeriksaan trikomoniasis pada pria cenderung lebih lama dibandingkan wanita. Alasannya karena lebih sulit menemukan parasit penyebab infeksi pada sampel pemeriksaan pria.

Pengobatan dan Pencegahan Trikomoniasis

Trikomoniasis diatasi dengan konsumsi obat metronidazol. Obat ini tidak boleh dikonsumsi pengidap trikomoniasis yang sedang hamil tiga bulan. Pasangan pengidap perlu menjalani pengobatan untuk meminimalkan risiko penularan parasit.

Selama pengobatan, pengidap tidak dianjurkan berhubungan intim hingga dinyatakan sembuh. Perlu diketahui setelah dinyatakan sembuh, seseorang berpotensi tertular parasit penyebab trikomoniasis.

Baca Juga: 4 Infeksi Miss V yang Perlu Diketahui Kaum Hawa

Penting bagi kamu dan pasangan menghindari perilaku berisiko yang memicu penularan parasit penyebab trikomoniasis. Caranya dengan tidak berganti-ganti pasangan seksual dan menggunakan kondom saat berhubungan intim. Para wanita dianjurkan untuk membersihkan Miss V setelah berhubungan intim atau saat haid.

Hindari pembersih Miss V yang mengandung sabun atau pewangi karena berpotensi mengganggu keseimbangan pH. Bila ingin membasmi bakteri, sebaiknya gunakan pembersih yang mengandung povidone-iodine.

Baca Juga: Ini Pencegahan agar Tidak Terkena Penyakit Trikomoniasis

Itulah perbedaan gejala trikomoniasis pada pria dan wanita. Sebaiknya segera berbicara dengan dokter spesialis kulit dan kelamin untuk penanganan yang tepat jika terjadi gejala trikomoniasis.

Kalau kamu punya pertanyaan lain seputar trikomoniasis, jangan ragu bertanya pada dokter Halodoc agar mendapatkan jawaban terpercaya. Kamu bisa menggunakan fitur Talk to A Doctor yang ada di aplikasi Halodoc untuk menghubungi dokter kapan saja dan di mana saja via Chat, dan Voice/Video Call. Yuk, segera download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play!