15 February 2019

Ibu Harus Tahu, Metode Pengobatan Croup pada Anak

Ibu Harus Tahu, Metode Pengobatan Croup pada Anak

Halodoc, Jakarta - Sebagai orangtua, ibu terkadang kewalahan dalam menjaga kesehatan anak-anaknya. Apalagi saat sedang pergantian musim, udara menjadi lebih dingin sehingga virus dan bakteri menjadi lebih mudah berkembang dan menyebar. Apalagi jika ibu memiliki anak yang berisiko tinggi terkena penyakit akibat sistem imunnya lemah, penyakit pasti mudah menyerangnya. Pada anak-anak dengan rentang usia antara enam hingga tiga tahun, salah satu penyakit yang mudah menyerang adalah croup.

Gejala khas dari croup adalah sesak napas, suara serak, stridor, batuk keras seperti menggonggong. Saat anak croup sebenarnya dapat dirawat di rumah sampai sembuh dengan sendirinya.

Penyebab Croup

Sebelum mengetahui langkah pengobatan untuk anak croup, sebaiknya ibu mengetahui dulu penyebab dari penyakit ini. Batuk jenis ini terjadi beberapa hari setelah anak terkena pilek, karena keduanya muncul dari virus yang sama.

Selain itu, beberapa virus lain juga dapat memicu croup adalah virus flu (influenza  A dan B), campak, pilek (rhinovirus), enterovirus (penyebab penyakit tangan, kaki, dan mulut), dan RSV (penyebab pneumonia pada bayi).

Faktanya, jarang ditemukan bakteri sebagai penyebab anak croup. Hanya pernah ditemukan bakteri Mycoplasma pneumoniae yang menyebabkan gejala menyerupai croup. Beberapa kondisi lain bisa memicu croup, seperti tanpa sengaja menghirup benda atau zat tertentu, peradangan pada area epiglotis (epiglotitis), dan alergi. Penyakit ini lebih mudah menyerang anak yang orangtuanya mengidap asma. Croup  merupakan penyakit yang mudah menular. Kuman yang menyebabkannya dapat menular antara satu orang ke orang lainnya melalui batuk, bersin, maupun kontak fisik yang sangat dekat.

Baca Juga: Ketahui 2 Jenis Gangguan Pernapasan Croup pada Si Kecil

Metode Pengobatan Croup

Saat gejala croup pada anak mulai muncul, seperti sakit tenggorokan, pilek, demam, suara serak, dan batuk terus-menerus, segera kunjungi dokter untuk mendapatkan beberapa obat untuk mengatasi masing-masing gejala. Beberapa hal disarankan untuk menghilangkan gejala penyakit ini yaitu:

  • Pastikan anak dalam kondisi tenang, sebab jika anak terus menangis maka hal ini membuat luka yang ada di saluran pernapasan semakin membengkak. Akibatnya, anak menjadi semakin sulit bernapas.

  • Ajak anak untuk mencari udara segar di malam hari, namun pastikan ia mengenakan pakaian hangat dan dilakukan maksimal 10 menit saja.

  • Jika gejala croup muncul pada saat tengah malam, sebaiknya orangtua dan anak tidur bersama hingga pagi hari.

  • Berikan anak air putih secukupnya agar ia tidak dehidrasi. Jika ia masih kecil, berikan ASI tambahan atau air putih setiap jamnya.

  • Bagi anak-anak dan bayi yang memiliki makanan pengganti, ibu dapat memberikan jus buah dan sup yang hangat.

  • Jika sang buah hati demam atau seperti terlihat sakit, berikan paracetamol atau ibuprofen berbentuk cair yang khusus untuk bayi. Paracetamol hanya boleh dikonsumsi oleh bayi yang diatas 2 bulan dan memiliki berat 4 kg. Sementara ibuprofen boleh digunakan saat anak berumur 3 bulan atau lebih, dan setidaknya dengan berat 5kg.

  • Pastikan anak tidak terpapar asap rokok atau polusi udara lain yang memicu gejala semakin parah.

  • Ibu dapat mengajak anak untuk inhalasi uap untuk meredakan gejala croup. Ibu bisa  meletakkan ember air panas dan membiarkannya menghirup uapnya. Atau duduk bersama anak di dalam kamar mandi dengan menyalakan shower air panas.

Penyakit ini bisa menyerang anak selama kira-kira 3 sampai 7 hari. Namun, tidak menutup kemungkinan bahwa croup bisa bertahan hingga 2 minggu. Selain itu, segera bawa anak ke rumah sakit terdekat jika ia sudah mengalami gejala-gejala seperti:

  • Kesulitan bernapas.

  • Tiba-tiba terlihat mengantuk atau lesu.

  • Bibir dan wajah pucat dan tampak biru.

  • Leher dan rusuknya serasa ditarik.

Kika sudah seperti ini, perawatan di rumah sakit adalah pilihan yang harus diambil karena ia akan diberikan oksigen untuk membantunya bernapas. Ia juga diberikan steroid secara oral maupun dihirup agar mengurangi pembengkakan di saluran pernapasan.

Baca Juga: Inilah yang Terjadi pada Tubuh Anak Saat Alami Croup

Kini ibu bisa berdiskusi langsung dengan dokter ahli mengenai masalah kesehatan Si Kecil dengan aplikasi Halodoc. Dengan aplikasi Halodoc, ibu bisa ngobrol langsung dengan dokter ahli di mana pun dan kapan pun via Chat atau Voice/Video Call. Ibu bisa membeli obat di Halodoc, dan pesanan diantar dalam waktu satu jam. Yuk, download aplikasinya di Google Play atau App Store!