• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ibu, Kenali 4 Penyebab BAB Berdarah pada Bayi

Ibu, Kenali 4 Penyebab BAB Berdarah pada Bayi

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Ibu, Kenali 4 Penyebab BAB Berdarah pada Bayi

Halodoc, Jakarta - Menemukan darah pada feses bayi saat mengganti popoknya? Ibu mana pun tentu khawatir saat melihat buah hatinya BAB berdarah. Hal ini dapat menjadi tanda masalah kesehatan pada bayi, sehingga ibu perlu mengetahui penyebabnya.

Dengan mengetahui penyebabnya, penanganan dapat dilakukan sesuai kondisi yang dialami. Namun, ada banyak hal yang bisa jadi penyebab BAB berdarah pada bayi. Ingin tahu apa saja penyebabnya? Yuk, simak pembahasan berikut ini!

Baca juga: Ibu Hamil Mengalami BAB Berdarah, Berbahayakah?

Berbagai Penyebab BAB Berdarah pada Bayi

Memerhatikan warna feses bayi setiap hari sangat penting. Dengan begitu, ibu bisa tahu kondisi kesehatan dan perubahan yang terjadi pada bayi. Jika menjumpai warna merah pada feses bayi, cobalah untuk jangan dulu panik. Ingat-ingat apa saja yang dikonsumsi bayi.

Misalnya, jika bayi mengonsumsi buah naga, tomat, atau makanan yang berwarna merah lainnya, bisa jadi itu penyebab warna feses bayi menjadi merah atau keunguan. Pada kondisi ini, ibu tidak perlu cemas. Cukup ubah menu makan bayi dan amati warna fesesnya hingga keesokan harinya.

Namun, jika bayi tidak habis mengonsumsi makanan berwarna merah, dan ibu curiga itu BAB berdarah, segera bawa anak ke dokter. Ibu juga bisa gunakan aplikasi Halodoc untuk bertanya pada dokter lewat chat, tentang kondisi BAB berdarah yang dialami bayi. 

Secara umum, berikut ini kemungkinan penyebab BAB berdarah yang dialami bayi:

1.Fisura Ani

Fisura ani terjadi ketika ada robekan pada lapisan lubang anus bayi. Kondisi ini umumnya terjadi akibat terlalu besar dan kerasnya feses bayi, sehingga membuat lapisan anusnya robek. Akibatnya, bisa jadi terdapat darah saat bayi buang air besar. 

Jika penyebab dari BAB berdarah pada bayi adalah fisura ani, dokter biasanya akan meresepkan salep untuk mempercepat penyembuhan. Sebagai perawatan rumahan, ibu dapat memberi air putih lebih banyak dan makanan tinggi serat pada bayi.

Baca juga: Olahraga Dipercaya Dapat Melancarkan BAB, Kok Bisa?

2.Alergi Makanan

Bayi dapat mengalami alergi terhadap makanan apa pun. Nah, reaksi alergi yang dapat dialami juga biasanya berupa peradangan pada usus. Hal ini yang kemudian menjadi penyebab BAB berdarah pada bayi. Jadi, ibu perlu lebih memerhatikan makanan yang diberikan pada bayi, dan reaksi alergi yang muncul. 

3.Infeksi dan Gangguan pada Usus

Coba perhatikan, apakah BAB berdarah yang dialami bayi disertai diare atau tidak. Jika iya, bisa jadi itu tanda infeksi atau gangguan pada usus. Beberapa jenis bakteri yang dapat menjadi penyebab infeksi pada usus bayi adalah E. coli, Shigella, Salmonella, dan Campylobacter.

Jika bayi mengalami BAB berdarah disertai diare, pastikan bayi cukup diberi ASI atau air putih yang banyak agar tidak terjadi dehidrasi. Bila gejala tak kunjung membaik, bayi mengalami demam atau tanda-tanda dehidrasi, segera bawa ia ke dokter untuk mendapatkan penanganan. 

Baca juga: Ini Ciri BAB yang Normal pada Anak untuk Ketahui Kondisi Kesehatannya

4.Menyusu dari Puting yang Berdarah

Pada beberapa kasus, BAB berdarah dapat terjadi karena bayi menyusu dari puting ibu yang berdarah. Kemudian, darah tersebut masuk ke sistem pencernaan bayi dan membuat bayi BAB berdarah. Jika memang ini penyebabnya, kondisi ini tidak berbahaya. Ibu hanya perlu melakukan perawatan untuk menyembuhkan puting yang berdarah. 

Itulah beberapa hal yang bisa jadi penyebab BAB berdarah pada bayi. Untuk mengetahui penyebab pasti dari kondisi yang dialami bayi, sebaiknya konsultasikan pada dokter. Dengan begitu, penanganan yang tepat dapat dilakukan untuk mengatasi kondisi ini. 

Referensi:
Kids Health. Diakses pada 2021. Anal Fissure. 
Fair View. Diakses pada 2021. Bacterial Diarrhea.
Very Well Family. Diakses pada 2021. Advice for Blood in Baby’s Stool.
Pregnancy Birth and Baby. Diakses pada 2021. Oversupply Breast of Milk.
Seattle Children’s. Diakses pada 2021. Stools-blood in.