• Home
  • /
  • Ibu Kecanduan Alkohol, Waspada Risiko Fetal Alcohol Syndrome

Ibu Kecanduan Alkohol, Waspada Risiko Fetal Alcohol Syndrome

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Ibu Kecanduan Alkohol, Waspada Risiko Fetal Alcohol Syndrome

Halodoc, Jakarta – Ketika hamil, wajar jika ibu harus membatasi asupan makanan tertentu dan lebih selektif dalam hal mengonsumsi makanan dan minuman. Pasalnya, tidak hanya kesehatan diri sendiri, kesehatan janin yang ada dalam kandungan turut menjadi taruhannya. Termasuk jika ibu adalah seorang pecandu alkohol selama hamil, waspada tingginya risiko kelainan fetal alcohol syndrome pada janin. 

Kebiasaan buruk mengonsumsi alkohol diyakini membahayakan kesehatan janin dan berisiko tinggi membuat bayi mengalami cacat lahir. Tidak hanya fisik, perkembangan kecerdasan janin pun terganggu dengan kebiasaan mengonsumsi alkohol selama ibu mengandung. 

Bagaimana Bisa Alkohol Sebabkan Tumbuh Kembang Janin Terganggu?

Sederhana saja, alkohol yang ibu konsumsi ketika hamil akan masuk dan mengalir melalui darah. Sudah pasti, bayi akan turut terpapar alkohol ini dari tali pusat. Sayangnya, bayi yang masih ada di dalam rahim tidak mampu memroses alkohol baik melalui organ hati maupun ginjal seperti halnya orang dewasa. 

Baca juga: Bahaya Konsumsi Terlalu Banyak Makanan Manis untuk Bumil

Tentunya, hal ini membuat bayi turut terpapar alkohol sebanyak yang masuk melalui aliran darah ibu. Bahkan, paparan ini pun akan berlangsung lebih lama pada janin. Akibatnya, terjadi masalah pada perkembangan sel janin, bahkan pada beberapa kondisi, sangat mungkin terjadi kematian sel pada tubuh janin. Lalu, alkohol juga akan mengakibatkan tersumbatnya pembuluh darah, sehingga aliran darah menuju ke plasenta pun menjadi lebih lambat. 

Ini akan membuat janin kekurangan nutrisi dan oksigen, serta menyisakan zat yang tidak menguntungkan alias membahayakan yang bisa terakumulasi pada tubuh janin. Jadi, jangan pernah mengonsumsi alkohol selama hamil, ya bu, karena dampaknya sangat membahayakan, bahkan hingga anak tumbuh besar. 

Baca juga: 5 Masalah Kesehatan yang Rentan Dialami Ibu Hamil

Lalu, Apa Dampak Gangguan Tumbuh Kembang Janin di Masa Depan?

Terjadinya gangguan perkembangan pada janin biasanya akan berlangsung pada kehamilan minggu pertama, bahkan bisa jadi ibu belum menyadari kalau ibu sedang hamil. Risiko fetal alcohol syndrome ini mungkin terjadi ketika ibu mengalami kecanduan alkohol. Waktu paling berbahaya pada konsumsi minuman beralkohol ini adalah ketika trimester pertama kehamilan, karena pada fase inilah tumbuh kembang janin terjadi. 

Meski begitu, bukan berarti ibu boleh mengonsumsi alkohol setelah lewat 3 bulan pertama ya! Tidak pernah ada waktu terbaik dan paling aman untuk mengonsumsi alkohol jika ibu sedang dalam kondisi hamil. Pasalnya, tidak hanya berdampak pada tumbuh kembang janin, paparan alkohol yang terjadi selama kehamilan ini pun sangat berisiko pada masa depan anak. 

Baca juga: Ternyata, Probiotik Bisa Kurangi Risiko Komplikasi Kehamilan

Cacat lahir parah menjadi komplikasi paling dasar jika janin terpapar alkohol. Belum lagi dengan terganggunya perkembangan dan risiko terjadinya kerusakan pada otak jika paparan ini tidak berhenti pada kehamilan trimester ketiga hingga menjelang kelahiran sang buah hati.

Komplikasi lainnya termasuk anak rentan mengalami ADHD, gangguan mental termasuk depresi, gangguan kecemasan, dan gangguan makan, sulit belajar, sulit berkonsentrasi, hingga tingginya angka kematian karena keinginan untuk bunuh diri. 

Ibu, kehamilan merupakan anugerah tidak tergantikan, jadi sudah sebaiknya ibu menjaganya dengan sebaik mungkin. Lakukan pengecekan rutin ke rumah sakit, agar semua masalah maupun kelainan pada janin maupun pada tubuh ibu bisa terdeteksi dini, dan pengobatan bisa segera dilakukan. Pakai saja aplikasi Halodoc, sekarang ibu bisa berobat ke rumah sakit tanpa perlu lagi mengantre. 

Referensi: 
Cleveland Clinic. Diakses pada 2020. Fetal Alcohol Syndrome. 
Kids Health. Diakses pada 2020. Fetal Alcohol Syndrome.
Healthline. Diakses pada 2020. Fetal Alcohol Syndrome.