17 January 2018

Bahaya Konsumsi Terlalu Banyak Makanan Manis untuk Bumil

Bahaya Konsumsi Terlalu Banyak Makanan Manis untuk Bumil

Halodoc, Jakarta – Saat hamil, nafsu makan ibu menjadi lebih besar dan biasanya jadi ingin mengonsumsi berbagai macam makanan, salah satunya makanan yang manis-manis. Sekali-sekali mengonsumsi makanan manis, seperti kue, es krim, cokelat, dan minuman manis sih boleh-boleh saja. Tapi jangan sampai terlalu banyak, ya. Karena mengonsumsi makanan manis secara berlebihan bisa memberi pengaruh buruk pada kehamilan.

Salah satu hal yang sangat penting untuk diperhatikan selama masa kehamilan adalah makanan yang ibu konsumsi. Ibu hamil dianjurkan untuk mengonsumsi makanan sehat agar bayi dalam kandungan dapat bertumbuh dengan optimal dan dalam kondisi yang sehat. Namun, kehamilan biasanya juga membuat ibu ngidam berbagai macam makanan, termasuk makanan manis. Apalagi jika pada masa sebelum hamil dulu, ibu adalah penggemar makanan manis. Ibu hamil boleh saja mengonsumsi gula, tapi sebaiknya batasi agar tidak berlebihan. Konsumsi gula yang berlebihan akan memberikan dampak buruk baik bagi kesehatan ibu selama masa kehamilan maupun bagi kondisi bayi setelah lahir nanti.

Dampak Gula Berlebih pada Kesehatan Ibu Hamil

1. Memperburuk Kondisi Ibu Selama Masa Kehamilan

Karena perubahan hormon yang terjadi di dalam tubuh selama masa kehamilan, ibu pun akan mengalami kondisi seperti morning sickness, heartburn, dan suasana hati yang sering berubah-ubah secara drastis. Newhealthadvisor mengungkapkan bahwa kelebihan kadar gula akibat banyak mengonsumsi makanan manis dapat memperburuk kondisi-kondisi yang ibu alami tersebut.

2. Berisiko Terkena Preeklampsia

Mengonsumsi gula dalam jumlah yang banyak akan meningkatkan kadar gula dalam darah, sehingga ibu berisiko terkena diabetes gestasional. Penyakit tersebut juga akan memicu timbulnya gangguan kehamilan, yaitu preeklamsia yang dapat membahayakan keselamatan ibu dan juga bayi.

3. Risiko Terkena Diabetes Gestasional pada Kehamilan Selanjutnya

Ibu hamil yang suka makan makanan manis juga berisiko mengalami diabetes gestasional pada kehamilan berikutnya dan mengidap diabetes tipe-2 setelah jangka waktu tertentu.

4. Ibu Hamil Obesitas

Konsumsi makanan manis yang berlebihan juga akan membuat berat badan ibu melonjak drastis dan berisiko mengalami obesitas. Ibu hamil yang obesitas dapat memberi dampak buruk pada kondisi janin dan bahkan berisiko mengalami keguguran.

Dampak Gula Berlebih pada Kesehatan Janin

1. Dampak Diabetes Gestasional Pada Janin

Walaupun ibu hamil yang mengidap penyakit diabetes gestasional masih mungkin untuk melahirkan bayi yang sehat, namun bayi yang lahir nanti berisiko mengalami komplikasi berikut:

  • Lahir prematur. Menurut hasil penelitian yang diterbitkan dalam American Journal of Clinical Nutrition, ditemukan bahwa wanita hamil yang minum lebih dari satu minuman yang mengandung pemanis buatan dalam sehari berisiko lebih tinggi melahirkan bayi prematur dibanding wanita yang tidak minum minuman manis. Kelahiran prematur akan menyebabkan bayi mengalami kesulitan bernapas (respiratory distress syndrome).
  • Bayi yang lahir kemungkinan mengalami kelebihan berat badan atau obesitas yang disebabkan karena kadar gula yang sangat tinggi dalam darah.
  • Bayi berisiko mengalami diabetes tipe-2 saat dewasa nanti.
  • Bayi dapat lahir dengan kondisi gula darah rendah (hipoglikemia) karena produksi insulin yang tinggi. Kondisi ini dapat menyebabkan bayi menjadi kejang, namun bisa diatasi dengan memberinya asupan gula.

2. Bayi Berisiko Terkena Asma

Menurut penelitian yang dipublikasi di European Respiratory Journal, ibu hamil yang terlalu banyak mengonsumsi makanan dan minuman manis dapat meningkatkan risiko asma pada anak. Penelitian ini membandingkan antara ibu hamil yang mengonsumsi gula kurang dari 7 sendok teh sehari dengan ibu hamil yang mengonsumsi gula sebanyak 16-69 sendok teh per hari. Hasilnya menunjukkan, ibu hamil yang lebih banyak mengonsumsi gula tersebut mengalami peningkatan risiko asma sebesar 101 persen.

Jadi, ibu sebaiknya membatasi konsumsi gula setiap harinya agar tidak berlebihan, sehingga kondisi kesehatan janin dapat tetap terjaga. Untuk meminta saran kesehatan mengenai kondisi kehamilan, ibu dapat menghubungi dokter melalui aplikasi Halodoc. Ibu dapat membicarakan masalah kesehatan yang dialami kepada dokter lewat Video/Voice Call dan Chat.

Halodoc juga memudahkan ibu untuk mendapatkan produk kesehatan dan vitamin yang dibutuhkan. Caranya sangat mudah, tinggal order dan pesanan akan diantarkan dalam satu jam. Kini, ibu pun dapat melakukan berbagai macam tes kesehatan tanpa perlu keluar rumah, melalui fitur Lab Service. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.