Ibu Lakukan Ini Jika Anak Kejang karena Demam

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Ibu Lakukan Ini Jika Anak Kejang karena Demam

Halodoc, Jakarta – Anak mengalami kejang karena demam? Orangtua manapun tentu khawatir. Kejang pada saat anak demam dikenal dengan nama kejang demam atau step. Kondisi ini umumnya terjadi pada anak usia 6 bulan hingga 5 tahun. Apa yang bisa dilakukan ibu jika anak kejang karena demam?

Baca juga: Jangan Keliru, Inilah Bedanya antara Kejang dan Epilepsi

Umumnya, kejang demam pada adan merupakan kondisi yang tidak berbahaya, sehingga ibu sebenarnya tidak perlu khawatir berlebihan jika anak mengalami kejang karena demam. Berikut beberapa hal yang dapat ibu lakukan saat anak mengalami kejang:

  • Tetap tenang dan jangan panik.

  • Pindahkan anak ke tempat yang aman dan jauhkan dari barang berbahaya, seperti barang pecah belah, benda tajam, atau sumber listrik.

  • Longgarkan pakaian yang ketat, terutama di sekitar leher.

  • Miringkan posisi badan anak, agar makanan atau minuman yang mungkin ada di dalam mulut keluar, sehingga anak tidak tersedak.

  • Jangan memasukkan apapun ke dalam mulut anak saat kejang berlangsung.

  • Jangan menahan kaki atau tangan anak dengan paksa saat terjadi kejang, karena berisiko menyebabkan patah tulang.

  • Ukur suhu anak saat kejang, lalu amati seberapa lama kejang dan apa yang terjadi saat kejang. Informasi ini sangat berguna bagi dokter, ketika memeriksakan kondisi anak.

  • Tetap bersama anak saat kejang.

Lebih jelasnya, ibu juga bisa menanyakan seputar kejang anak pada dokter di aplikasi Halodoc. Mudah kok, diskusi dengan dokter bisa dilakukan kapan dan di mana saja, lewat fitur Chat atau Voice/Video Call. Jadi, pastikan ibu sudah download aplikasinya di ponsel, ya.

Mengapa Anak Bisa Kejang karena Demam?

Anak mengalami kejang saat demam karena adanya peningkatan suhu secara mendadak, yang disebabkan oleh adanya peradangan atau infeksi. Ambang suhu demam pada anak yang bisa menyebabkan kejang dapat berbeda-beda. Ada anak yang mengalami kejang saat suhu tubuhnya 38 derajat celcius, dan ada pula anak yang baru mengalami kejang ketika saat suhu tubuhnya di atas 40 derajat Celsius. 

Baca juga: Alasan Stres Bisa Sebabkan Kejang

Gejala yang terjadi pada anak yang mengalami kejang karena demam biasanya berupa:

  • Tidak sadar saat kejang terjadi. Setelah kejang terjadi, kesadaran biasanya akan kembali.

  • Kekakuan pada kaki atau tangan.

  • Kaki atau tangan kelojotan.

  • Mata mendelik, atau berkedip-kedip.

Berdasarkan gejala yang timbul, durasi, dan jenisnya, kejang demam dapat dibedakan atas dua jenis, yaitu:

  • Kejang demam sederhana. Kejang yang berlangsung kurang dari 15 menit, tidak berulang dalam 24 jam, terjadi di seluruh tubuh.

  • Kejang demam kompleks. Kejang yang berlangsung lebih dari 15 menit, dapat berulang dalam 24 jam, terjadi hanya di salah satu bagian tubuh.

Kemungkinan kejang pada anak terjadi berulang juga dapat disebabkan oleh beberapa faktor, seperti:

  • Riwayat kejang demam dalam keluarga.

  • Usia kurang dari 12 bulan.

  • Temperatur yang rendah saat kejang.

  • Cepatnya kejang setelah demam.

Baca juga: Enggak Hanya Kejang, Ini 4 Gejala Lain Epilepsi

Bisakah Kejang karena Demam Dicegah?

Pencegahan kejang demam prinsipnya adalah dengan menurunkan panas anak, yaitu dengan pemberian obat penurun panas seperti paracetamol atau ibuprofen. Namun, jika anak berusia di bawah 1 tahun sebaiknya konsultasikan dahulu pada dokter, terkait obat penurun panas apa yang bisa diberikan.

Selain pemberian obat penurun panas, ibu juga bisa menurunkan panas anak dengan memberikan kompres hangat pada dahi, ketiak, dan lipatan siku. Pastikan juga untuk memberikan anak minum yang banyak, untuk mempercepat penurunan suhu tubuh. Sebaiknya, ibu memiliki termometer di rumah, agar dapat mengukur suhu tubuh anak dengan tepat.

Referensi:
WebMD. Diakses pada 2019. Seizures in Children Treatment.
Kid’s Health. Diakses pada 2019. First Aid: Seizures.