Idap Hipospadia, 2 Pengobatan Ini Bisa Dilakukan

hipospadia

Halodoc, Jakarta - Hipospadia merupakan salah satu kelainan bawaan yang dialami sejak lahir. Kondisi umum terjadi yang biasanya bersifat ringan. Begini penanganan yang bisa dilakukan pada pengidap hipospadia.

Baca juga: 4 Fakta tentang Striktur Uretra yang Perlu Diketahui

Hipospadia, Kelainan Bawaan Sejak Lahir

Hipospadia merupakan kelainan letak lubang uretra yang berada di bagian bawah Mr P, mendekati arah buah zakar. Lubang saluran kemih ini normalnya terletak di ujung tengah Mr P. Saluran uretra berperan dalam sistem kemih dan reproduksi.

Ini Gejala yang Muncul pada Pengidap Hipospadia

Gejala pada hipospadia akan berbeda-beda pada setiap pengidapnya. Tingkat keparahannya akan bergantung pada lokasi lubang uretra sendiri. Pada pengidap hipospadia parah, lubang uretra yang terletak di bagian tengah atau pangkal Mr P dekat dengan buah zakar. Gejala hipospadia yang lainnya ditandai dengan:

  • Mr P yang melengkung kebawah karena adanya pengencangan jaringan yang berada di bawahnya.

  • Ujung Mr P tertutup oleh katup. Hal ini terjadi karena kulup tidak berkembang pada bagian bawah Mr P.

  • Adanya percikan yang abnormal ketika buang air kecil.

Jika Si Kecil mengidap beberapa gejala di atas, segera diskusikan dengan dokter ahli ya, bu! Terutama jika lokasi lubang uretra muncul di tempat yang tidak seharusnya. Gejala hipospadia yang tidak ditangani dengan tepat, akan menyebabkan beberapa komplikasi, seperti:

  • Gangguan hubungan intim akibat ejakulasi yang tidak normal saat dewasa nanti.

  • Si Kecil akan kesulitan ketika sedang belajar buang air kecil di kamar mandi.

  • Saat ereksi, Mr P akan melengkung tidak normal saat dewasa nanti.

  • Saat dewasa nanti, pengidap akan cenderung tidak percaya diri karena kondisi alat vitalnya.

Baca juga: Ketahui Fakta Uretrotomi, Prosedur Pengobatan Striktur Uretra

Ini yang Jadi Penyebab dari Hipospadia

Hipospadia merupakan salah satu kelainan kongenital yang terjadi selama perkembangan janin di kandungan. Terdapat beberapa faktor yang diduga dapat memicu terjadinya hipospadia, salah satunya adalah riwayat keluarga. Penyakit ini bukan lah penyakit keturunan, tetapi kondisi ini bisa saja terjadi pada bayi yang memiliki anggota keluarga dengan kondisi yang serupa.

Selain faktor keturunan, ada beberapa faktor lain yang menjadi pemicu terjadinya kondisi ini, karena berdampak pada perkembangan janin selama dalam kandungan. Faktor-faktor tersebut, antara lain ibu yang mengandung di atas usia 40 tahun, terpapar asap rokok atau senyawa yang berbahaya selama masa kehamilan.

Begini Pengobatan yang Tepat pada Pengidap Hipospadia

Tujuan dari penanganan hipospadia adalah membuat urine mengalir keluar melalui ujung depan Mr P, membuat Mr P tidak membengkok ketika ereksi, dan membuat Mr P terlihat normal. Begini langkah pengobatan pada hipospadia:

  1. Menjalani tes kromosom dan proses pemindaian area genital untuk memastikan ada atau tidaknya keabnormalan pada alat kelamin pengidap pada pengidap hipospadia parah yang membutuhkan pemeriksaan lebih detail.

  2. Operasi pemindahan uretra dibutuhkan jika lubang uretra berada jauh dari lokasi yang seharusnya. Namun, jika lubang uretra terletak sangat dekat dari lokasi yang seharusnya dan bentuk Mr P tidak melengkung, penanganan medis secara khusus kemungkinan tidak diperlukan.

Baca juga: Perlu Tahu Faktor Risiko Terkena Striktur Uretra

Jika ibu ingin tahu lebih seputar prosedur pelaksanaan dalam pengobatan penyakit hipospadia, Halodoc bisa jadi solusinya! Dengan aplikasi ini, ibu bisa ngobrol, bahkan tatap muka dengan dokter pilihan ibu melalui Chat atau Voice/Video Call. Jadi tunggu apa lagi? Yuk, download aplikasinya di Google Play atau App Store!