• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Idap Kandung Kemih Overaktif, Hindari 3 Makanan Ini

Idap Kandung Kemih Overaktif, Hindari 3 Makanan Ini

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Kandung kemih overaktif, atau yang lebih dikenal dengan overactive bladder (OAB) merupakan kondisi saat kantung penyimpanan kemih mengalami masalah fungsi, yang menyebabkan pengidapnya menjadi sering buang air kecil. Ketika hal tersebut sudah terjadi, hal ini tidak dapat dihentikan, sehingga membuat organ pembuangan urine, mengeluarkan urine secara paksa.

Baca juga: Sering BAK, Mungkinkah Kandung Kemih Overaktif? 

Mengidap Kandung Kemih Overaktif, Hindari Makanan Ini

Kandung kemih yang terlalu aktif akan menyebabkan pengidapnya sangat sering buang air kecil. Hal ini bisa saja menjadi masalah saat malam hari, karena jam tidur menjadi terganggu. Untuk mencegah terjadinya hal ini, perhatikan benar-benar apa yang kamu konsumsi, ya! Berikut makanan yang harus dihindari oleh pengidap kandung kemih overaktif:

  • Makanan Pedas

Apapun jenisnya, makanan pedas menjadi makanan nomor satu yang paling digemari di Indonesia. Makanan pedas yang dikonsumsi berlebihan tidak hanya menyebabkan perut menjadi melilit, makanan pedas juga menjadi penyebab utama seseorang mengalami kandung kemih overaktif.

Makanan pedas akan menyebabkan menipisnya lapisan pada dinding kandung kemih, sehingga pengidap tidak dapat mengontrol rasa ingin buang air kecil. Pasalnya, dinding kandung kemih berkontraksi dengan memaksa urine keluar. Untuk itu, jika tidak ingin mengalami gangguan pada saluran kemih, batasi konsumsi makanan pedas yang dapat menimbulkan rasa panas pada perlu hingga saluran kemih.

  • Makanan Asam

Makanan yang mengandung rasa asam berlebihan, seperti nanas, jeruk, lemon, dan tomat menjadi kegemaran karena rasa segarnya. Apalagi, jika makanan tersebut dikonsumsi saat hari sedang panas-panasnya. Padahal, jika kamu tahu, makanan asam dapat menyebabkan frekuensi buang air kecil.

Hal tersebut terjadi karena kandungan asam sitrat dan nitrat yang menyebabkan iritasi pada kandung kemih, sehingga otot pada saluran kemih mengendur dan memicu terjadinya gangguan buang air kecil.

  • Makanan yang Mengandung MSG

Sudah tidak asing lagi bahwa penyedap rasa merupakan bahan yang sering kali digunakan untuk menambah cita rasa gurih pada makanan. Namun, apakah kamu tahu bahwa hal ini dapat memicu terjadinya kandung kemih overaktif?

Setelah mengetahui hal ini, sebaiknya mulailah untuk membatasi penambahan MSG pada makanan yang kamu konsumsi agar kandung kemih tidak mengalami gangguan fungsi. Jika MSG dikonsumsi secara berlebihan, hal tersebut dapat terjadi karena kandung kemih akan bekerja lebih keras dalam menghasilkan urine. 

Baca juga: Sering Terbangun, Ini Gejala Kandung Kemih Overaktif 

Tak hanya beberapa jenis makanan tersebut, kandung kemih overaktif bahkan dapat terjadi ketika kamu mengonsumsi cairan terlalu sedikit. Hal tersebut tidak hanya menyebabkan dehidrasi, tetapi juga menyebabkan tekstur urine jauh lebih pekat. Urine yang memiliki tekstur pekat akan merangsang kandung kemih untuk bekerja lebih keras. 

Baca juga: Bikin Sering BAK, Ini Cara Mengobati Kandung Kemih Overaktif

Untuk meminimalisir terjadinya kandung kemih overaktif, sebaiknya konsumsi air putih sebanyak 8 gelas setiap harinya agar ginjal dan kandung kemih tidak bekerja terlalu keras. Jika sudah melakukan serangkaian pencegahan, tetapi tidak menyelamatkanmu dari kandung kemih overaktif, segera periksakan diri di rumah sakit terdekat untuk menghindari komplikasi yang bisa saja muncul.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Overactive Bladder.
Medline Plus. Diakses pada 2019. Overactive Bladder.
WebMD. Diakses pada 2019. Food and Drink to Tame an Overactive Bladder.