24 January 2018

6 Bahaya Terlalu Banyak Mengonsumsi Makanan Pedas

6 Bahaya Terlalu Banyak Mengonsumsi Makanan Pedas

Halodoc, Jakarta – Makanan pedas kian digemari, bahkan kini sudah makin banyak tempat makan yang menawarkan menu makanan dengan tingkat kepedasan yang berbeda-beda. Tapi, tahukah kamu kalau sebenarnya pedas bukanlah rasa? Pedas merupakan suatu sensasi yang muncul akibat zat kimia bernama capcaisin.

Kalau sensasi ini dikonsumsi secara pas, makanan pedas dapat memberikan manfaat untuk tubuh. Tapi jika dikonsumsi terlalu banyak, makanan pedas justru bisa berbahaya untuk tubuh. Yuk, intip enam bahaya terlalu banyak mengonsumsi makanan pedas yang perlu ketahui:

1. Nyeri Perut

Jika kamu memiliki maag, makan makanan pedas bisa memicu naiknya asam lambung. Karena, mengonsumsi cabai terlalu banyak bisa membuat dindin lambut iritasi. Inilah yang pemicu naiknya asam lambung secara cepat. Inilah alasannya mengapa perut terasa nyeri setelah mencicipi makanan pedas.

2. Perut Mulas

Beberapa orang akan merasakan mulas setelah makan makanan pedas. Hal ini karena makan makanan pedas dapat mempercepat gerakan di usus yang mempermudah terjadinya diare. Saat makanan pedas sampai di usus besar, efek iritasinya bisa langsung terasa. Kemudian tubuh akan mengirim lebih banyak air ke usus, sehingga memudahkan feses keluar dari usus besar. 

3. Gastritis (Maag Akut)

Terlalu banyak dan sering mengonsumsi makanan pedas dapat menyebabkan rapuhnya permukaan lambung, sehingga lambung menjadi mudah terluka. Sehingga, terlalu banyak makanan jenis ini bisa memicu terjadinya gastritis atau maag akut akibat terjadinya peradangan pada lapisan lambung. Gejala penyakit ini adalah mual, muntah, perut kembung, dan diare.

4. Refluks Asam

Untuk beberapa orang, makanan pedas dapat memicu refluks asam yang merupakan kondisi adanya aliran balik dari isi lambung ke kerongkongan. Kondisi inilah yang menyebabkan rasa panas seperti terbakar pada saluran kerongkongan. Refluks asam ini bisa memicu sindrom Gastroesophageal Reflux Disease (GERD), luka pada kerongkongan (esofagitis), juga atypical syndrome yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. 

5. Insomnia

Saat kamu makan makanan pedas, suhu tubuh akan meningkat. Itulah mengapa tubuh kamu berkeringat setelah makan makanan pedas. Studi yang dipublikasikan dalam The International Journal of Psychology menyebutkan bahwa makan makanan pedas bisa melukai perut dan mengaktifkan hormon kimia yang bisa membuat kamu terjaga di malam hari.

6. Mengurangi Sensitivitas Lidah

Terlalu banyak makan makanan pedas bisa mengurangi sensitivitas lidah dalam mengecap rasa, bahkan bisa membuat sensitivitas lidah berangsur hilang. Jika sensitivitas berkurang, lidah tidak lagi berfungsi optimal untuk menentukan porsi makanan pedas yang dapat ditolerir.

Makanan pedas mungkin bisa meningkatkan nafsu makan. Tapi sebaiknya, makanan pedas tidak dikonsumsi secara berlebihan. Nah, jika kamu punya keluhan kesehatan, kamu bisa bicara ke dokter melalui aplikasi Halodoc, lho. Kamu bisa menghubungi dokter melalui Video/Voice Call, dan Chat untuk minta saran kesehatan kapan saja dan dimana saja.

Jika kamu penasaran dengan kadar kolestrol, kadar gula dalam darah, dan lain-lain, kamu bisa cek melalui aplikasi Halodoc. Caranya mudah! Kamu tinggal pilih Lab Service yang terdapat pada aplikasi Halodoc, kemudian tentukan tanggal dan tempat pemeriksaan, lalu petugas lab akan datang menemui kamu pada waktu yang sudah ditentukan. Kamu juga bisa membeli produk kesehatan dan vitamin yang dibutuhkan di Halodoc. Kamu hanya tinggal order lewat aplikasi Halodoc, dan pesanan kamu akan diantar dalam satu jam. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.