Kandung Kemih Overaktif

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc

Pengertian Kandung Kemih Overaktif

Kandung kemih overaktif adalah sindrom klinis yang menggambarkan gejala rasa sangat ingin berkemih (dengan atau tanpa mengompol). Pengidap kandung kemih overaktif biasanya sering buang air kecil di malam hari. Kondisi ini juga bisa membuat pengidapnya merasakan dorongan berkemih secara tiba-tiba dan sulit untuk dihetikan.

 

Faktor Risiko Kandung Kemih Overaktif

Kandung kemih overaktif banyak terjadi pada orang berusia lanjut (lebih dari 65 tahun). Wanita yang telah mengalami menopause, pria yang memiliki masalah prostat, serta orang yang mengidap penyakit otak atau sumsum tulang belakang (seperti stroke dan multiple sclerosis) berisiko tinggi mengidap kandung kemih overaktif.

 

Penyebab Kandung Kemih Overaktif

Kandung kemih overaktif  disebabkan oleh kontraksi otot polos yang tidak disengaja selama kandung kemih diisi oleh urine. Normalnya otot kandung kemih akan berkontraksi saat sudah penuh terisi urine. Kondisi inilah yang nantinya akan memunculkan keinginan untuk berkemih. 

Meski demikian, kandung kemih overaktif menyebabkan kontraksi berlebih sebelum terisi penuh. Kandung kemih overaktif juga dapat terjadi saat sinyal saraf memerintahkan kandung kemih mengosongkan isinya sebelum penuh.

Baca juga: Ini Bedanya Infeksi Saluran Kemih dan Batu Kandung Kemih

 

Gejala Kandung Kemih Overaktif

Gejala umum kandung kemih overaktif adalah meningkatnya frekuensi berkemih, sering buang air kecil di siang dan malam hari, ngompol saat tidur karena tidak dapat menahan buang air kecil, ngompol ketika batuk, mengejan atau kondisi lain yang meningkatkan tekanan perut, dan ngompol saat orgasme ketika berhubungan intim.

 

Diagnosis Kandung Kemih Overaktif

Dokter mendiagnosis kandung kemih overaktif berdasarkan anamnesis mengenai gejala yang dialami, riwayat kesehatan, dan asupan cairan. Pemeriksaan fisik dan penunjang juga perlu dilakukan. Pemeriksaan fisik meliputi pemeriksaan perut, organ-organ di panggul, dan dubur. Pada pria, pemeriksaan fisik juga termasuk pemeriksaan prostat. Pengidap dapat diminta untuk mencatat seberapa sering berkemih untuk membantu diagnosis.

Tes lain yang dilakukan adalah pemeriksaan kultur urine, USG kandung kemih, sistoskopi, tes urodinamik. Pemeriksaan kultur urine dilakukan untuk melihat apakah ada infeksi saluran kemih yang dapat mengakibatkan gejala serupa. Sedangkan, tes urodinamik dilakukan untuk melihat seberapa baik saluran kemih bagian bawah menyimpan dan melepaskan urine.

 

Komplikasi Kandung Kemih Overaktif

Kandung Kemih Overaktif yang tidak ditangani dengan efektif bisa menimbulkan berbagai komplikasi. Mulai dari infeksi saluran kemih, infeksi dan iritasi kulit di sekitar area panggul, depresi, hingga menurunnya kualitas hidup.

Baca juga: Cara Mengobati Infeksi Saluran Kemih Sampai Tuntas

 

Pengobatan Kandung Kemih Overaktif

Pengobatan kandung kemih overaktif meliputi perbaikan pola hidup, konsumsi obat-obatan, dan tindakan. Perubahan pola hidup terdiri dari:

  • Membatasi makanan dan minuman yang memicu rasa ingin berkemih. Misalnya kopi, teh, pemanis buatan, kafein, alkohol, soda, dan minuman bersoda lainnya, buah jeruk, makanan yang terbuat dari tomat, cokelat, dan makanan pedas.

  • Tidak mengosongkan kandung kemih sepenuhnya saat berkemih, tapi tunggu beberapa detik lalu coba lagi untuk buang air kecil. Selain itu, cobalah untuk menahan kenginan untuk berkemih selama beberapa waktu untuk melatih otot kandung kemih.

  • Latihan gerakan tertentu untuk mengendurkan otot kandung kemih.

Jika perubahan pola hidup tidak membuat kandung kemih overaktif membaik, dokter dapat meresepkan obat yang berfungsi untuk merelaksasikan kandung kemih. Misalnya obat antimuskarinik, seperti darifenacin, oxybutynin, propiverine, dan solifenacin. Efek samping yang mungkin terjadi adalah mulut kering, mata kering, sembelit, dan penglihatan kabur.

Prosedur pengobatan lain yang bisa dilakukan antara lain pemberian suntik toksin botulinum, lebih dikenal sebagai Botox. Obat tersebut disuntikkan ke otot kandung kemih untuk membantu agar otot kandung kemih tidak berkontraksi terlalu sering. Efek samping pengobatan ini adalah kesulitan untuk berkemih.

Mengobati kandung kemih overaktif juga bisa melalui neuromodulasi. Prosedurnya berupa menghantarkan sinyal listrik ke saraf untuk mengubah cara kerjanya. Neuromodulasi ini terdiri dari berbagai macam, contohnya neuromodulasi perifer menggunakan saraf tibial posterior dan neuromodulasi sakral. Namun, prosedur ini terbilang cukup invasif dan bisa menimbulkan kekambuhan lagi. Pilihan terakhir pengobatan dapat dilakukan operasi rekonstruksi dengan risiko cukup besar.

 

Pencegahan Kandung Kemih Overaktif

Tidak ada langkah pencegahan spesifik untuk sindrom kandung kemih yang terlalu aktif. Namun, kamu bisa membatasi makanan dan minuman tertentu untuk mengurangi gejala sering berkemih.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Kandung kemih overaktif dapat mengganggu kehidupan sehari-hari. Jika mengalami gejala-gejala di atas, segeralah temui dokter spesialis urologi.

 

Referensi:
eMedicineHealth. Diakses pada 2019. Overactive Bladder

Diperbarui pada 11 September 2019